
Setelah keluar dari restaurant Sandra dan Dafa pun menghampiri tempat Raka memarkirkan mobil nya tadi, namun sampai di sana mereka tak menemukan mobil Raka beserta pemilik nya. Mereka pun mencari keberadaan Raka barangkali laki-laki itu memarkirkan mobil nya di pinggir jalan untuk mengerjai mereka. Tapi sejauh mata memandang mereka tak menemukan keberadaan Raka. Sandra pun membawa Dafa berteduh di pos satpam restaurant tadi.
" Pak kami numpang berteduh sebentar disini yah "
" Iya bu "
" Makasih pak "
" Sama-sama "
Sandra dan Dafa pun berteduh pos satpam untuk menghindar dari panas nya terik matahari, Dafa pun sempat mengeluh kehausan dan Sandra pun menitipkan Dafa pada pak satpam dan bergegas membelikan Dafa air minum di toko samping restaurant dan kembali lagi pada Dafa.
" Mom daddy kemana? "
" Mommy juga nggak tau sayang, kita tunggu daddy aja dulu yah kali aja daddy balik lagi jemput kita "
" Iya mom "
Sandra sebenarnya tak tega melihat Dafa kepanasan seperti ini, dia sudah berkali-kali mencoba menelepon Raka namun tak pernah di angkat oleh laki-laki itu. Sandra jadi menyesal karena telah ikut-ikutan ide konyol Dafa untuk mengerjai Raka.
Sudah hampir sejam mereka menunggu namun Raka tak juga kunjung kembali menjemput mereka, membuat Dafa merasa bersalah pada daddy nya karena membuat daddy marah.
" Mom "
" Iya sayang? "
" Telfon daddy mom, pasti daddy marah sama kita "
" Udah sayang tapi belum ada jawaban dari daddy "
Ucapan Sandra membuat kepala Dafa tertunduk sedih, melihat Dafa menjadi sedih membuat Sandra menjadi serba salah bingung mau melakukan apa.
" Hey, jagoan mommy jangan sedih dong, Dafa nggak salah kok mungkin mood daddy lagi nggak bagus dan pekerjaan daddy juga lagi banyak di kantor "
" Tapi pasti daddy marah mom "
__ADS_1
" Siapa bilang, daddy nggak marah kok nanti kalau emang daddy marah setelah ketemu daddy kita minta maaf ok "
" Iya mom "
Sandra pun tersenyum dan mengelus lembut kepala Dafa, dia paham perasaan anak kecil di hadapan nya ini, Sandra hanya sebisa mungkin mencoba menenangkan hati Dafa agar tak larut dalam kesedihan sambil sesekali kembali menelepon Raka yang kembali tak mendapat jawaban. Namun tiba-tiba.
Tin.......tin.......tin
Sandra dan Dafa pun menoleh ke arah mobil yang berhenti di depan mereka, mobil tersebut nampak tak asing bagi mereka. Tak lama keluar lah orang dari dalam mobil tersebut yang tak lain ternyata sopir keluarga McKenzie.
" Pak mamat? "
" Iya non Sandra saya "
" Kok bapak disini? "
" Gini non saya di suruh den Raka buat jemput non Sandra dan den Dafa disini "
" Kak Raka? "
" Iya non "
" Yah udah yuk kita pulang "
" Iya mom "
Sandra dan Dafa pun berjalan menuju ke arah mobil, pak mamat pun bergegas untuk membukakan mereka pintu mobil.
" Makasih pak "
" Sama-sama non "
Setelah memastikan bahwa kedua majikannya masuk pak mamat pun segera bergegas berbalik dan ikut masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil menuju kediaman keluarga McKenzie.
Selama perjalanan pulang Dafa hanya terdiam melihat keluar jendela mobil tak mengeluarkan satu katapun membuat Sandra menghela nafas lelah.
__ADS_1
" Pak mamat "
" Iya den? "
" Daddy ada di rumah? "
" Tidak den, tuan masih di kantor "
Setelah itu kembali hening, Dafa kembali terdiam seperti semula, seperti nya anak itu merasa kecewa lantaran tak bisa bertemu langsung dengan sang daddy, padahal harapan anak itu sang daddy ada di rumah agar dia bisa meminta maaf namun anak itu harus kecewa kembali. Sandra pun yang dari tadi menjadi pendengar hanya terdiam tak ingin semakin membuat suasana hati Dafa semakin buruk.
Tak lama mereka pun sampai di kediaman keluarga McKenzie dan mobil berhenti, Dafa yang merasa telah sampai pun langsung bergegas turun sendiri dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Sandra yang terdiam di samping mobil.
" Makasih yah pak mamat "
" Sama-sama non "
" Saya masuk dulu pak "
" Iya non, silahkan "
Menghela nafas pasrah Sandra berjalan mengikuti Dafa dari belakang.
Sampai di dalam rumah mereka bertemu dengan nyonya McKenzie, sang oma yang melihat kepulangan cucu dan beserta Sandra pun menyambut mereka dengan gembira.
" Eh cucu oma udah pulang toh "
Nyonya McKenzie yang melihat sang cucu berlari melewati nya begitu saja tanpa membalas sapaan nya pun menjadi kebingungan.
" Loh loh kok gitu, Dafa sayang kok oma di cuek kin "
Bahkan panggilan nya pun tak dihiraukan oleh sang cucu, nyonya McKenzie pun mengalihkan pandangan nya ke arah Sandra mencari jawaban, melihat Sandra yang hanya menunduk pasrah pun nyonya McKenzie sudah dapat menduga ada yang terjadi sebelumnya. Nyonya McKenzie pun mengajak Sandra untuk ngobrol di beranda belakang rumah dan meminta pelayan membawakan mereka minuman dan hidangan kecil.
Bersambung..........
Terimakasih atas perhatiannya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan komen dan like nya, serta kritik dan saran dari kalian juga.
Sekali lagi terimakasih.......... 🙏🙏🙏😊😊😊