
Tepat hari ini butik Sandra akan di buka seluruh persiapan pun telah siap tinggal menunggu tamu-tamu yang akan datang, makan siang pun telah di siapkan dan Sandra sejak tadi mondar mandir mengecek seluruh persiapan yang ada dan para tamu pun mulai berdatangan bahkan ada yang langsung melihat-lihat semua koleksi-koleksi yang ada di butik itu.
Sandra pun merasa puas akan hal itu, dan saat sedang berbincang-bincang dengan tamunya Sandra melihat Sella teman SMA nya dulu memasuki butiknya dan segera pamit sebentar kepada tamunya untuk menghampiri Sella.
" Sella "
" Eh San, yah ampun sumpah gue nggak nyangka loe bakal sesukses ini. Gila butik loh besar juga lagi dan nyaman banget tau nggak "
" Hahaha, biasa aja kok. Eh ini anak loe? "
" Eh iya ini anak gue, oh yah san di butik loe ada baju buat anak-anak nggak sih? "
" Ada kok, yuk tempatnya ada di atas "
" Wih, yuk "
Sandra dan Sella pun naik ke lantai dua di mana tempat koleksi baju buat anak-anak berada. Setelah sampai Sandra pun mempersilahkan Sella untuk melihat-lihat karena dia akan turun kembali untuk menyambut tamu yang lain.
Setelah turun Sandra pun menghampiri tamu-tamunya dan menanyakan apakah ada keluhan atau tidak dan respon mereka pun sangat bagus dan positif sehingga Sandra pun merasa senang. Sandra pun berjalan menuju ruangan miliknya untuk mengambil ponselnya dan setelah itu berjalan keluar dari ruangannya, setelah berbalik tiba-tiba ada yang memanggil dirinya dan Sandra pun terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang di sana berdiri seorang wanita paruh baya yang tengah tersenyum senang kepadanya dan berjalan ke arahnya setelah itu memeluk dirinya
" Yah ampun sandra, Tante kangen banget sama kamu "
" E-eh i-iya Tante "
__ADS_1
" Tante nggak nyangka loh ternyata butik ini milik kamu, tadinya sih nggak tau tapi tadi Tante di hubungi sama temen Tante tentang butik ini eh tau nya punya kamu "
Sandra pun hanya bisa tersenyum menanggapi kata-kata wanita paruh baya itu, sungguh Sandra tidak pernah berharap untuk bertemu kembali dengan orang dari masa lalu nya. Apalagi dari tadi Sandra tidak pernah sekali pun melihat ke arah laki-laki yang berada di belakang wanita paruh baya itu, yang saat ini melihat dirinya dengan tatapan datar tanpa ekspresi dan itu semakin membuat Sandra gelisah.
" Yah udah Tante mau lihat-lihat dulu kamu sama Raka ngobrol aja dulu kan kalian udah lama nggak ketemu "
" I-iya Tante "
Setelah kepergian wanita paruh baya yang tidak lain adalah mamanya Raka, keadaan kembali sunyi tidak ada pembicaraan sama sekali antara dua orang itu mereka sama-sama diam dan tidak ada yang memulai pembicaraan hingga tiba-tiba staff butiknya menghampiri Sandra
" Maaf Bu, itu ada tamu yang ingin bertemu "
" Oh iya "
Setelah staff tadi pergi Sandra pun langsung pergi juga setelah pamit pada Raka yang hanya berdiri berdiam diri dan tanpa Sandra sadari bahwa Raka salalu menatap dirinya yang berjalan ke sana kemari menghampiri tamu satu persatu.
Setelah acara selesai Sandra pun memilih untuk beristirahat di ruangan nya, sungguh Sandra sangat merasa capek apalagi dia harus menggunakan sepatu hak tinggi selama berjam-jam membuat kakinya sedikit sakit pegal tetapi itu semua tidak sebanding dengan kepuasan dari pelanggan nya.
Tiba-tiba pintunya pun di ketok dan terbuka menampilkan staffnya dan memberi tahu bahwa ada yang ingin bertemu dan setelah di izinkan dan di persilahkan masuk Sandra cukup terkejut di tempatnya melihat siapa yang ingin bertemu dengannya, laki-laki itu adalah Raka dan yang membuat nya bingung adalah kenapa Raka ada di sini sedangkan setahunya tadi laki-laki itu sudah pulang bersama sang ibu.
Dan tanpa di persilahkan untuk duduk Raka tetap masuk dan duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu yang membedakan adalah Sandra duduk di sofa panjang tempatnya membaringkan badannya tadi dan Raka duduk di sofa singel. Sungguh Sandra tidak ingin berada di situasi seperti ini bersama dengan orang dari masa lalunya sahabat sekaligus cinta pertamanya, situasi yang membuatnya gugup dan tidak nyaman.
Selama 15 menit tidak ada yang membuka suara hingga Raka yang duluan yang memutuskan untuk berbicara setelah melihat bahwa wanita yang ada di sampingnya tidak berbicara sedikit pun
__ADS_1
" Sandra "
" Eh iya? "
" Maaf membuat mu kaget hanya saja aku ingin mengantar kan bingkisan ini dari mama "
Sandra pun melihat ada dua paper bag yang di berikan oleh Raka hanya saja kenapa ada dua? Bukan kah satu saja sudah cukup?
" Sampaikan terima kasih ku kepada Tante "
" Akan ku sampaikan "
Setelah itu tidak ada yang memulai percakapan kembali keduanya kembali terdiam dengan pikiran masing-masing, Sandra ingin berbicara tetapi bingung apa yang ingin di bicarakan begitupun dengan Raka, mereka berdua seperti orang asing yang baru bertemu walaupun ini pertemuan pertama mereka setelah 5 tahun tidak bertemu. Padahal dulunya mereka adalah sepasang sahabat yang tak terpisahkan kemana-mana berdua tetapi kali ini mereka merasa asing bahkan suasana antara mereka cukup kaku dan itulah yang membuat Sandra tidak nyaman.
" Hhmm, k-au ah maksud saya an-da ingin minum apa akan saya minta asisten saya membuatkannya? "
" Kopi saja "
" Kopi?, Kenapa kopi? Bukan kah kamu belum makan siang dan tadi pun kamu hanya makan kue saja tidak makan na....si "
Suara Sandra tiba-tiba saja mengecil di akhir kalimat ketika menyadari bahwa dirinya keceplosan protes di depan Raka ketika Raka meminta kopi tadi. Inilah kebiasaan buruk Raka yang tidak di sukai oleh Sandra, dia akan selalu meminum atau memakan sesuatu yang membuat dirinya jatuh sakit di saat perutnya kosong karena belum makan.
Berbeda dengan Sandra yang menunduk demi menutupi mukanya yang memerah akibat merasa malu, Raka sendiri justru tersenyum saat ini padahal dirinya di kenal dengan julukan ' Manusia tembok dan pangeran kutub atau kulkas berjalan ' karena selama ini Raka selalu bersikap datar dan dingin jarak sekali untuk tersenyum dan para sahabatnya itu sudah menyerah akan itu. Tetapi ini, Raka bisa tersenyum meski itu kecil hanya karena tingkah konyol Sandra, sebenarnya dia sempat terkejut ketika Sandra protes dirinya meminta kopi di saat perutnya kosong dan Raka juga tau bahwa Sandra tidak suka akan hal itu dan terbukti dengan reaksi perempuan itu.
__ADS_1
Untuk mengurangi rasa malunya, Sandra pun bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu untuk memanggil asistennya dan menyuruhnya untuk membuat teh dan kopi dan cemilan pengisi perut. Namun sebelum itu terjadi suara Raka kembali terdengar di sertai dengan sebuah pertanyaan yang membuat Sandra terkejut dan badannya tiba-tiba menjadi kaku.
" Kenapa kau pergi 3 tahun lalu dan kembali setelah 5 tahun kemudian? "