
Setelah selesai mengantar Dafa pergi sekolah, kini Raka bersama dengan Sandra sedang dalam perjalanan menuju butik. Sebenarnya tadi Sandra berniat untuk pulang ke rumah nya terlebih dahulu akan tetapi sang asisten menelepon nya untuk segera datang ke butik.
Kata asisten nya tadi, ada pelanggan seorang perempuan dan wanita paruh baya yang ingin bertemu dengan nya sehingga Sandra memilih untuk pergi ke butik nya terlebih dahulu dan meminta Raka untuk mengantar nya segera. Entah kenapa kali ini firasat Sandra mengatakan ada hal yang buruk akan terjadi tapi entah apa dia sendiri pun bingung.
Raka yang melirik ke arah Sandra pun bingung karena perempuan di sebelah nya itu tampak sedikit gelisah setelah menerima telepon dari asisten nya. " Ada apa yah? apa ada masalah di butik " batin nya.
" Hey ada apa "
" .......... "
" San "
" ............"
" Sandra hey "
" Eh, i....iya kak ada apa? "
" Ada apa? harus nya aku yang bertanya ada apa "
" Hah? o....oh nggak papa kok kak "
" Yakin? dari tadi aku perhatikan setelah menerima telepon tadi kamu mendadak jadi gelisah. Ada apa? "
" Hmm, bukan apa-apa kok kak "
" Masa sih? mending kamu cerita ada apa? apa ada masalah? "
" Iya yakin, nggak ada masalah apapun juga kok. Kakak tenang aja "
" Okey "
Suasana di dalam mobil kembali hening, Raka tau pasti ada sesuatu yang terjadi karena dia tau sifat dari seorang Sandra yang tidak akan mau membuat orang lain susah karena masalahnya dan inilah salah satu sifat yang tidak di sukai Raka dari Sandra.
Akhirnya tak menunggu waktu lama mereka pun sampai di butik Sandra. Setelah mobil berhenti Sandra pun segera melepaskan seat belt nya dan menoleh ke arah Raka.
__ADS_1
" Makasih yah kak udah nganterin aku "
" Sama-sama, yah udah kamu masuk sana kata nya udah di tungguin "
" Iya, makasih sekali lagi kak maaf ngerepotin "
" Iya Sandra, makasih mulu "
" Kan aku nggak enak kak "
" Yah udah sebagai tanda terimakasih nya, nanti siang aku jemput kita makan siang bertiga "
" Makan siang? "
" Iya gimana kamu mau kan? "
" Hm iya "
" Oke kalau gitu "
" Iya, Bye "
" Bye "
Sandra segera turun dari mobil Raka dan segera berjalan tergesa-gesa ke dalam butik. Sesampainya di dalam butik sang asisten yang melihat bos nya datang pun segera menghampiri nya dan mempersilahkan nya untuk menemui tamu mereka.
" Selamat pagi "
2 orang tamu yang katanya menunggu Sandra sejak tadi pun berbalik saat mendengar suara seseorang yang menyapa mereka.
" Pa..., KAMU! "
2 orang tamu itu terkejut ketika melihat Sandra berdiri di hadapan mereka sedang tersenyum, mereka tentu masih ingat dengan Sandra.
" Ngapain kamu disini? kamu tau kan ini tempat apa? Orang seperti kamu nggak cocok ada disini. Oh saya tau kamu pasti salah satu pekerja di sini, Iya kan? "
__ADS_1
" Maaf bu, ibu Sandra in..... "
Ucapan sang asisten terpotong karena tangan nya di pegang oleh Sandra. Jujur saat melihat siapa orang yang ingin bertemu dengan nya pun Sandra merasa terkejut namun dia coba sembunyikan dengan senyuman.
" Maaf ibu ada yang bisa kami bantu? "
" Saya ingin bertemu bos kamu, mana bos kamu? "
" Ah baik kalau begitu mari bu ikut saya "
Sandra pun berjalan terlebih dahulu menuju ruangan nya di ikuti 2 orang tamu nya itu dan sang asisten dari belakang. Saat tiba di ruangan nya Sandra mempersilahkan tamu nya itu untuk duduk dan dia berjalan menuju meja nya untuk menyimpan tas dan mengambil sebuah album, namun tiba-tiba.
" Heh! mana bos kamu saya ingin bertemu dengan bos kamu, lagian kamu itu nggak sopan banget sih "
" Iya nggak sopan banget, oh aku tau mah jangan-jangan dia mau ngaku-ngaku kalau dia bos nya biar di kira orang kaya "
" Iya sayang, heh! Kamu itu nggak tau diri yah udah jadi orang ketiga di hubungan anak saya dengan Raka sekarang kamu mau jadi sok kaya iya! "
" Maaf bu tap..... "
" Tapi apa hah! kamu pikir saya nggak tau niat kamu hah! saya itu tau tipe perempuan seperti kamu itu suka nya deketin pria-pria kaya kan apalagi Raka yang jelas-jelas seorang duda anak, jadi kamu deketin anak nya dulu kan "
Astaga sungguh kejam sekali mulut orang yang ada di hadapan nya ini, Sandra bahkan tak pernah berniat untuk mendekati Raka hanya karena dia anak orang kaya dan pria sukses di usia nya. Seumur hidupnya tak pernah ada yang menghina nya seperti ini, bahkan jika ada Sandra hanya membiarkan nya akan tetapi keluarga nya lah yang bertindak. Bukannya dia mengadu, tidak- tidak Sandra bukan lah orang yang seperti tapi memang keluarga nya sendiri lah yang mencari tahu.
Sambil menahan air mata nya agar tak keluar dan menekan rasa sakit hati nya, Sandra tetap berdiri tegap dan mencoba untuk tetap tersenyum walaupun saat ini diri nya sangat ingin mengeluarkan air mata nya sejenak.
" Maaf bu tapi anda salah paham, saya tidak pernah berniat melakukan seperti yang barusan anda katakan apalagi menjadi orang ketiga dalam hubungan anak anda "
Namun tiba-tiba.......
" Siapa yang orang ketiga? "
○○○○○○
TBC........
__ADS_1