
Tak terasa sudah seminggu sandra di jakarta, walau seharusnya tidak sampai seminggu tapi di karenakan dafa yang menangis mendengar sandra akan pergi akhirnya sandra menunda kepergiannya dan menghabiskan waktu bersama dafa selama 2 hari. Dan tepat hari ini sandra akan kembali ke paris kerjaannya pun juga sudah menumpuk di sana di tambah asisten sekaligus sahabat nya di sana telah menghubungi dirinya beberapa kali dan itu semakin membuat sandra tidak bisa menundanya lagi.
Di dalam kamar, sandra telah bersiap-siap koper nya pun juga sudah siap sejak semalam.
" huftt...... "
Entah kenapa sandra merasa berat dan sedih untuk meninggalkan rumah ini, walaupun cuma seminggu berada di sini dia sudah merasa senang apalagi dia bisa dekat dengan dafa anak dari orang yang di cintai nya. Apalagi intensitas pembicaraan dia dengan Raka sudah tidak canggung di awal pertemuan pertama mereka, tapi apa boleh buat dia tidak mungkin menetap secara terus-menerus di rumah itu apalagi dia bukan bagian dari keluarga Raka tidak enak rasanya.
Dengan berat hati sandra menarik koper nya keluar dari kamar dan berjalan ke arah ruang tamu, di sana sudah ada orang tua Raka, Raka sendiri dan dafa. Anak kecil itu sedari tadi duduk di pangkuan sang daddy dan menyembunyikan wajahnya di pelukan sang daddy. Semua yang ada di situ bisa tau jika saat ini mood dafa sedang tidak bagus di karenakan " Tante cantik " nya akan pergi dalam waktu yang tidak di tentukan.
Raka sebagai ayah pun hanya bisa mengelus kepala sang anak, dia tau anak nya itu sedang bersedih dan baru kali ini dafa bersikap seperti itu biasanya jika dia akan pergi keluar kota ataupun keluar negeri, dafa tidak akan seperti ini paling anak kecil itu hanya akan meminta oleh-oleh saja dan jika di tanya kenapa dia tidak menangis jika sang daddy akan bepergian cukup jauh dafa hanya akan menjawab " Karena daddy pasti akan pulang kembali " itu lah jawabannya. Berbeda dengan sekarang orang yang dekat dengannya walau baru beberapa hari akan berpisah dan tidak akan bertemu kembali.
Sandra pun berjalan ke arah tante Nathalie untuk berpamitan, dia pun memeluk mama dari Raka itu.
" Tante sandra pamit dulu, makasih udah memperbolehkan sandra menginap selama seminggu di sini "
" Iya nggak papa, tante justru senang kamu di sini "
" Makasih tante "
Setelah itu sandra pun beralih ke arah papa nya raka, om Nicholas pun memeluk sandra ketika berada di hadapannya. Bagi Nicholas sendiri sandra adalah putri nya maka dari itu dia sangat menyayangi sandra sejak gadis yang di pelukannya itu masih kecil. Nicholas pun melepaskan pelukannya dan memberi nasehat kepada sandra.
" Kamu di sana hati - hati yah, kalau capek istirahat jangan di teruskan. Ingat juga sama kesehatan "
" Iya om, makasih udah memperbolehkan sandra menginap selama seminggu ini "
" Nggak masalah, bahkan kamu ingin tinggal di sini pun silahkan. Om udah anggap kamu seperti putri om sendiri jadi kamu jangan sungkan - sungkan yah "
" Iya om, makasih "
Sekarang sandra beralih ke arah Raka dan dafa, dafa masih dalam posisi nya sedari tadi tidak menengok atau pun berbicara sedikit pun. Baik sandra maupun raka hanya saling diam dan bertatap - tatapan, tidak ada yang saling buka suara hingga akhirnya sandra yang berbicara duluan karena tidak tahan di tatap seperti itu oleh raka.
__ADS_1
" Ka, aku pamit yah? "
Tidak ada jawaban, raka hanya menatap diam pada sandra saja. Dan merasa tidak ada jawaban sandra pun beralih ke dafa dia mencoba menarik perhatian dafa tetapi tidak ada respon, sandra pun tersenyum paham kenapa dafa tidak mau berbicara dengan nya.
" Dafa, dafa nggak mau peluk atau bicara sama tante lagi? "
" ............ "
" Tante sedih loh dafa nggak mau bicara sama tante lagi "
" .......... "
" Yah udah kalau dafa nggak mau, tante nggak maksa kok. Tante cuma mau pamit sama dafa "
" .......... "
" Yah udah, kalau gitu tante pergi yah, dafa jangan nakal oke?, dafa harus nurut sama daddy dan oma opa. Dafa harus jadi anak baik oke? "
Merasa usahanya sia - sia, sandra pun maju selangkah dan mencium kepala dafa yang masih di gendong oleh sang daddy lalu berbalik menuju pintu keluar. Baru beberapa langkah sandra berjalan tak lama terdengar suara tangisan yang cukup keras.
Hhuuuuaaaa.....hiks
Sandra pun berbalik dan melihat dafa menangis dan berusaha turun dari gendongan sang daddy, setelah berhasil turun dafa segera berlari menuju sandra. Sandra yang melihat itu pun tersenyum dan merendahkan dirinya untuk menangkap dafa yang berlari ke arahnya.
Hap
Dafa pun segera memeluk sandra dan mengeratkan pelukannya masih dengan tangisan nya yang terdengar. Sandra berusaha menenangkan dafa agar berhenti menangis dan mengelus lembut kepala dafa.
" Dafa "
" Hiks tante cantik jangan pergi hiks "
__ADS_1
" Sayang, tante harus pergi pekerjaan tante di sana udah nungguin tante "
" Hiks hiks, kasih daddy aja biar daddy yang kerja jangan tante cantik "
Sandra yang mendengar jawaban polos dafa pun tersenyum, bagaimana bisa dia memberikan nya kepada raka pekerjaan mereka saja berbeda dan tentu hal itu pun juga mustahil, berbeda dengan oma opa nya mereka hanya tersenyum mendengar jawaban cucu mereka itu. Raka?, jangan di tanya dia saja sudah melotot mendengar jawaban yang keluar dari mulut anak nya itu bagaimana bisa dia mengerjakan pekerjaan sandra, menggambar sebuah rumah yang bagus saja belum tentu bisa apalagi menggambar sebuah baju, ck ck.
" Sayang, pekerjaan tante sama daddy kamu itu beda, mana bisa daddy kamu mengerjakan pekerjaan tante "
Raka yang mendengarkan jawaban sandra langsung mengangguk dengan cepat membuat kedua orang tuanya menahan tawa mereka,
" ada - ada saja " pikir mereka.
" Pokoknya tante nggak boleh pergi, kalau tante pergi dafa mau ikut "
" Loh, nggak bisa gitu sayang, kan kasian sama asisten tante di sana. Kalau dafa ikut sama tante kan kasian sama daddy, oma dan opa dafa mereka sendiri di sini kalau dafa tidak ada "
" .......... "
" Memangnya dafa mau liat mereka sedih? "
Dafa pun menggelengkan kepalanya dan semakin memeluk erat leher sandra.
" Yah udah gini deh, tante janji kalau tante udah sampai tante akan telpon dafa lewat hp daddy. Oke? "
" Tante janji? "
" Iya tante janji "
Dafa pun kembali memeluk sandra dan mencium pipi sandra yang di balas oleh sandra, setelah itu berlari ke arah sang daddy. Raka pun segera menangkap sang anak dan membawanya ke dalam pelukannya. Sandra pun bangkit berdiri dan berpamitan kembali, koper miliknya pun sudah di masukan ke dalam taksi yang telah menunggu dirinya sejak tadi. Kepergian sandra pun diantarkan oleh raka, dafa, om nicholas dan tante nathalie walau hanya sampai depan pintu sandra sudah cukup merasa senang.
Setelah masuk kedalam mobil, sandra pun membuka kaca jendela mobil dan melambaikan tangannya dan menutup kembali kaca jendela setelah taksi yang di tumpanginya berjalan keluar dari halaman rumah raka. Setelah ini semua akan kembali seperti semula, dan tidak ada yang tau kapan sandra akan kembali lagi. Hanya tuhan yang tau....
__ADS_1