
Keesokkan harinya, Sandra telah bersiap untuk berangkat kerja saat ini dia sedang menunggu taksi yang sudah dia pesan karena sesuai yang sudah di rencanakan bahwa dari butik dia akan langsung ke rumah sakit bersama Simon yang berjanji menjemputnya.
Sebenarnya Sandra merasa tak enak pada Simon karena Sandra yakin bahwa laki-laki itu sangatlah sibuk namun balik lagi ke laki-laki itu, Simon adalah tipe laki-laki keras kepala dan dan Sandra tidak ingin berakhir dengan perdebatan yamg panjang dengan laki-laki itu.
♣♣♣♣♣♣
Kini Sandra telah sampai di butiknya, dia di sambut oleh para karyawan nya yang sedang merapihkan baju-baju yang di gantung bahkan ada yang memasang gaun-gaun di patung yang berjejer rapi. Kebetulan sandra tiba sebelum butik nya di buka yang berarti masih setengah jam lagi biasa nya sandra datang sekitar pukul 10 yang berarti butik nya sudah di buka pukul 8 pagi.
" Pagi mbak "
" Pagi Sita "
《 ps. karyawan di butik Sandra itu rata-rata orang indonesia yang bersekolah di paris makanya Sandra di panggil mbak. Hanya 7 orang saja yang bukan orang indonesia bukan juga dari berasal dari paris tetapi 7 orang itu berasal dari jerman, hongkong, thailand dan sydney 》
" Itu mbak, baju pesanan yang mau di ambil hari ini udah ada di ruangan mba Sandra "
" Oh udah yah "
" Iya mbak, tadi mbak Zeva dan Josh yang bawa mbak "
" Oh yah udah saya cek dulu yah "
" Ok mbak "
Sandra kembali berjalan masuk keruangan nya, namun tiba-tiba dia berhenti dan berbalik ketika menginggat sesuatu.
《 ps. Sita itu asisten sekaligus sekretaris Sandra yah, jadi nanti nggak binggung lagi siapa Sita itu 》
" Oh iya Sita "
" Iya mbak? "
" Tolong nanti kalau klien nya udah datang langsung suruh masuk aja nanti yah "
" Ok mbak "
Setelah itu Sandra benar-benar masuk keruangan nya dan memeriksa baju pesanan klien nya. Sandra pun meletakkan tas nya di atas sofa lalu menuju ruangan tempat di mana Sandra memeriksa baju pesanan klien nya, di dalam ruangan itupun ada seorang karyawan nya yang sedang memasang sebuah baju di patung manekin bahkan sudah ada beberapa yang terpasang.
" Pagi Miss "
" Pagi "
Seluruh karyawan di butik Sandra memang memanggil nya " Miss " hanya asisten nya saja yang memanggil Sandra dengan sebutan "Mbak " selain karena mereka berasal dari negara yang sama Sita juga lebih muda dari Sandra. Begitupun dengan karyawan nya yang di Indonesia memanggil Sandra " Mbak " karena Sandra sendiri lah yang meminta untuk di panggil dengan sebutan itu.
__ADS_1
" Bagaimana apakah baju Mrs. Sanders sudah siap? "
" Sudah miss, anda bisa memeriksa nya terlebih dahulu yang di sebelah sana miss "
" Hhmm, oke "
Sandra pun berjalan kearah patung yang berada dekat jendela baju milik klien nya sudah selesai dan setelah di periksa pun tidak ada masalah tinggal di cocokkan saja nanti.
" Oke, tidak ada masalah. Nanti jika Mrs. Sanders sudah datang baru baju nya di keluarkan "
" Baik miss "
Sandra pun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju meja kerja nya lalu mengerjakan pekerjaan nya yang tidaklah terlalu banyak sambil menunggu klien nya datang.
Ting
Sandra pun menoleh melihat ponsel nya yang menampilkan sebuah pesan masuk, lalu di buka nya pesan tersebut yang ternyata dari Simon lalu membalasnya.
Simon
Maaf, mungkin aku akan sedikit telat nanti menjemput kerumah sakit karena aku ada metting setelah jam makan siang setelah itu aku free.
^^^Sandra^^^
Simon
Tidak, aku akan tetap mengantarmu. Aku tidak akan lama karena tempat nya tidak jauh dari butik mu.
^^^Sandra^^^
^^^Baiklah, tapi sungguh aku tak apa pergi sendiri. Aku takut merepotkan dirimu pasti kamu sibuk.^^^
Simon
Tidak, aku tidak merasa di repotkan sama sekali dan ak ih juga tidak banyak pekerjaan hari ini jadi aku bebas setelah jam makan siang nanti.
^^^Sandra^^^
^^^Yah sudah kalau begitu.^^^
Simon
Baik, tunggu aku nanti.
__ADS_1
Setelah selesai membalas chating dari Simon, Sandra pun melanjutkan pekerjaan nya sambil menunggu klien nya yang tak kunjung datang bahkan ini sudah lewat dari jam yang telah di tentukan atau mungkin klien nya itu terjebak macet.
Di Lain Tempat........
Raka kini sedang berada di ruang rawat sang anak sambil menunggu sang asisten mengurus kepindahan Dafa ke rumah sakit di Indonesia, Raka sendiri tadi sudah konsultasi kepada dokter dan dokter pun mengizinkan Dafa di pindahkan ke rumah sakit negara asal nya karena kondisi Dafa sendiri sudah stabil kembali. Asalkan selama perjalanan harus ada dokter dan perawat yang mendampingi.
Maka dari itu Raka menelepon Dr. George, dokter pribadi keluarganya yang kebetulan ada di negara ini juga untuk seminar di sebuah universitas, sehingga Raka memintanya untuk mendampingi Sang anak selama perjalanan kembali ke Indonesia nanti.
Tok tok
Masuklah sang asisten sambil membawa beberapa berkas kepengurusan kepindahan Dafa di ikuti seorang dokter dan beberapa perwat yang membawa sebuah brankar.
" Maaf tuan, semua nya sudah selesai saya urus kita tinggal berangkat menuju bandara "
" Sudah semua? "
" Sudah tuan bahkan barang bawaan yang di hotel pun sudah ada di bagasi pesawat pun juga sudah siap tuan "
" Baik, Kita berangkat sekarang "
Beberapa perawat pun mulai memindahkan Dafa ke brankar dan membawa nya keluar menuju mobil ambulans yang sudah menunggu mereka, setelah Dafa di masukkan kedalam ambulans barulah Raka ikut masuk mendampingi sang anak sedangkan asisten nya mengikuti dari belakang dengan mobil lain lalu berangkat lah mereka ke bandara.
Saat hampir sampai di bandara asisten Raka menelepon Dr. George bahwa mereka hampir sampai di bandara dan memintanya untuk bersiap-siap, mobil ambulans pun tiba di bandara dan masuk menuju pesawat pribadi milik Raka yang telah siap bahkan Dr. George telah menunggu mereka bersama dengan 3 orang perawat dan beberapa pramugari di luar pesawat.
Dafa pun diturunkan dari mobil ambulans dan di naikkan kedalam pesawat di ikuti oleh Dr. George dan 3 perawat lalu terakhir di barulah Raka dan sang asisten ikut masuk setelah menyelesaikan urusan mereka dengan pihak rumah sakit. Raka pun berjalan menuju sebuah kamar yang ada di dalam pesawat itu dan melihat anak nya yang telah di pasangkan selang infus dan oksigen, Raka pun menghampiri Dr. George.
" Bagaimana? "
" Kondisi pasien saat ini baik-baik saja hingga kita sampai di jakarta, saya juga telah menyiapkan hal-hal yang kita butuhkan jika kondisi pasien menurun "
" Baik lah "
Raka pun berjalan keluar setelah mengelus kepala sang anak sebentar dan memanggil sang asisten.
" Bagaimana apakah semua sudah siap? "
" Sudah tuan kita tinggal berangkat saja "
" Baiklah kita berangkat "
" Baik tuan "
Sang asisten pun berjalan kearah tempat pilot dan memberitahukan bahwa sudah bisa terbang sekarang, setelah itu tak lama pesawat pun lepas landas meninggalkan kota paris......dan Sandra
__ADS_1