My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 18


__ADS_3

Entah kenapa sandra menjadi tidak semangat sekarang padahal tadi dia sangat semangat menghabiskan weekand nya bersama simon apalagi di tambah dengan kehadiran dafa semakin membuatnya tambah semangat, tapi yang ada dia hanya duduk melamun saat ini sehingga tidak fokus menemani dafa bermain. Bahkan yang tadi nya dia akan memasak untuk makan siang mereka pun tidak jadi karena tidak bersemangat sehingga membuat simon yang turun tangan untuk membuat makan siang mereka.


Ngomong-ngomong tentang simon, sedari tadi pria itu sesekali melirik ke arah sandra dia merasa bingung dengan kejadian tadi. Semenjak kedatangan laki-laki yang tidak dia kenal tadi beserta seorang anak kecil yang tak lain anak laki-laki itu sandra menjadi pendiam dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di sini, bahkan dia tidak tau ada hubungan apa sandra dengan laki-laki tadi bahkan hanya dengan memikirkan hal itu membuat hati nya sakit. Yah simon sebenarnya menyukai sandra sejak sang adik memperkenalkan mereka dulu tapi dia tidak mengungkapkan perasaanya yang sebenarnya, dia takut sandra merasa tidak nyaman nanti nya karena sandra selama ini hanya mengangap mereka hanya berteman saja.


Sedangkan sandra masih saja melamun sesekali bermain bersama dafa jika anak itu memanggilnya tetapi dia tidak bisa menghilangkan kejadian di lift tadi sebelum Raka pergi dari hadapannya.


Flashback


" Ada apa "


" Kenapa pergi? "


" Apa urusan nya dengan mu? "


Sandra tersentak dengan kata-kata ketus Raka, membuat nyali nya semakin menciut.


" Ak-aku hanya- "


" Saya ada urusan di kantor jika itu yang ingin kamu tau "


Saya? Baru kali ini Raka berbicara formal kepadanya.


" Jika tidak ada lagi saya permisi "


Raka langsung berbalik masuk kedalam lift yang sudah terbuka, sebelum pintu lift tertutup raka berbicara lagi pada sandra.


" Saya titip dafa, jangan biarkan dia memakan sembarang makanan "


Lalu setelah itu pintu lift tertutup meninggalkan sandra yang masih tetap berdiri di situ dan menatap nanar pintu lift melupakan sesorang yang menatap dirinya kebinggungan dari kejauhan bahkan membuat dafa yang berlari ke arahnya barulah sandra sadar dari keterpakuan nya.


Flashback of


" Sandra "


" ....... "


" San "


" ........... "


Simon menghela nafas pelan melihat sandra tidak merespon panggilan nya juga membuat dafa yang sedang bermain menoleh ke arah sandra binggung dengan kepala dimiringkan, simon pun akhirnya menepuk bahu sandra berusaha membuat perempuan itu sadar dari lamunannya.


" Sandra "


" Eh iya ka "


" Ka? "


Kini simon tau apa yang di lamunkan oleh sandra, ternyata laki-laki bernama Raka tadi lah yang memenuhi pikiran sandra sejak tadi.


" Eh sorry, ada apa? "


" Makan siang udah jadi "


" Makan siang? "

__ADS_1


" Iya "


" Hm, yah udah yuk kita makan siang. Dafa sayang yuk makan siang "


" Ayo tante "


Simon, sandra dan dafa pun berjalan menuju meja makan di sana sudah terhidang berbagai jenis makanan masakkan simon, sandra pun membantu dafa naik ke kursi di sampingnya dan membantu dafa mengambil makanannya barulah dirinya. Saat akan mengambil ayam bakar sandra kembali melamun dia kembali teringat Raka yang sangat menyukai ayam bakar, dafa pun menarik lengan baju sandra membuat perempuan itu tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah dafa.


" Ada apa sayang ?


" Dafa mau itu tante "


Tunjuk dafa pada sayur capcay yang berada di hadapan sandra, sandra pun mengambilkan dafa capcay tersebut tanpa sadar bahwa di sayuran tersebut ada udang yang tidak boleh dimakan oleh dafa. Dafa pun kembali melanjutkan makan nya begitu pun sandra dan simon namun saat sedang asik makan tanpa sengaja mata simon melirik ke arah dafa dan keningnya berkerut melihat bintik-bintik merah di muka dan leher nya bahkan sesekali bocah itu mengaruk muka dan bagian tubuh lainnya karena merasa gatal, simon terus memperhatikan dafa hingga dia melihat dafa tidak bernafas dengan normal seperti orang habis lari jauh.


" Dafa kenapa "


Dafa pun mengangkat kepalanya melihat ke arah simon anak itu sudah keringatan padahal ac sudah menyala, sandra pun juga menoleh ke arah dafa dan dia terkejut setengah mati melihat keadaan dafa.


" Sayang kenapa "


Dafa pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan sandra, dia merasa sangat sesak hingga membuatnya sulit bernafas belum lagi dia merasa panas di tubuhnya dan gatal di sekujur tubuh. Sandra pun memeriksa makanan dafa mencari penyebab dafa menjadi seperti ini, tubuh sandra tiba-tiba menegangย  melihat makanan dafa ada udang.


" Yah tuhan "


Sandra cepat-cepat mengambil tas dan ponselnya lalu menggendong dafa keluar apartement, simon yang bingung hanya mengikuti sandra dari belakang.


" Ada sebenarnya? Kenapa sandra menggendong dafa terburu-buru dan khawatir? "


Simon terus mengikuti sandra hingga masuk ke dalam lift, dia dapat melihat sandra sangat gelisah sesekali dia mengajak dafa berbicara karena dia melihat bocah kecil itu sesekali menutup mata nya tak lupa masih dengan nafas yang tidak teratur dia juga mendengar sandra mengatakan bertahan pada bocah kecil itu semakin membuat simon bingung.


" Kita harus ke rumah sakit sekarang "


" Rumah sakit? Ada apa? "


" Dafa, dia alergi udang dan di makanan nya tadi ada udang "


" Alergi? Udang? Shit "


Simon segera menarik sandra ke parkiran dimana mobil nya berada, dia baru ingat bahwa di sayur capcay tadi dia memasukkan udang karena dia suka seafood.


Begitu mereka masuk ke dalam mobil simon segera membawa mobilnya mengebut ke arah rumah sakit dan untung nya rumah sakit tidak jauh dari apartement sehingga mereka akan cepat sampai nanti nya, sandra juga berusaha membuat dafa untuk sadar namun tiba-tiba dafa jatuh pingsan sehingga membuat sandra semakin panik dan menyuruh simon untuk lebih cepat.


Simon pun menambah kecepatanย  mobil nya dan akhirnya mereka sampai di rumah sakit, sandra segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah sakit sambil berteriak memanggil suster dan dokter di ikuti simon di belakangnya.


" Ada apa ini "


" Dok tolong anak saya dok "


" Ada apa dengan anak anda? "


" Anak saya tiba-tiba pingsan dan tadi dia tiba-tiba merasa sesek dok, saya mohon tolong anak saya dok "


" Suster cepat bawah anak ini ke UGD "


Suster pun datang dengan membawa brangkar, sandra pun meletakkan dafa di atas brangkar dan mengikuti dokter dan suster tersebut ke ruang UGD.

__ADS_1


" Maaf tuan dan nyonya tidak bisa masuk cukup sampai sini saja "


" Tapi saya mau lihat anak saya sus "


" Maaf nyonya tidak bisa ini sudah peraturan rumah sakit "


" Tapi- "


" Sand udah kita tunggu di sini aja biarkan dokter dan suster yang memeriksa dafa "


Sandra pun akhirnya mengalah dia tidak bisa menyembunyikkan rasa khawatir nya, sungguh dia merasa bodoh kenapa dia tidak memeriksa makanan dafa terlebih dulu dia merasa bersalah karena banyak melamun tadi sehingga dia bisa kecolongan seperti ini. Simon pun berusaha menenangkan sandra dia tidak tau akan terjadi kejadian seperti ini, jika saja dia tahu dafa alergi udang dia tidak akan memasak dengan campuran udang tadi. Tiba-tiba dia teringat dengan Raka ayah dari dafa.


" Sandra, Sebaiknya kamu menelfon Ayah nya dafa "


Tiba-tiba sandra tersentak mendengar ucapan simon, benar dia harus menelfon Raka dan dia juga harus siap menerima kemarahan Raka akibat kecerobohan nya. Sandra pun mengangguk menjawab ucapan simon, dia pun segera mencari ponsel nya dan segera menelfon Raka.


Di lain tempat.......


Sejak tadi entah mengapa Raka merasa gelisah sehingga membuat dirinya tidak fokus mengerjakan pekerjaan nya, sedari tadi Raka terus saja kepikiran dengan dafa entah mengapa. Raka pun mencoba konsentrasi dan mencoba berfikir positif tentang dafa hingga tiba-tiba.


Drrrtttt......


Sandra


Is calling


Dahi Raka mengernyit bingung melihat nama sandra muncul di ponsel nya, dan entah kenapa tiba-tiba dia merasa semakin gelisah.


" Hallo "


" ............ "


" APA!! "


" .......... "


" Kalian dimana sekarang? "


" ........... "


" Shit "


Raka langsung mematikan panggilan tersebut secara sepihak, dia pun menelfon asistennya dan menyuruh untuk menyiapkan mobil sekarang. Raka langsung berlari keluar ruangan nya menuju lift, sungguh Raka bingung kenapa dafa bisa ada di rumah sakit sekarang padahal anak nya itu baik-baik saja tadi kenapa sekarang.


" Aarrgghhh, sial "


Raka segera berlari keluar lift menuju keluar dari kantor dimana asisten nya sudah menunggu dirinnya mengabaikan para pegawainya yang melihat bingung ke arahnya. Raka segera masuk ke dalam mobil dan mobil pun segera berjalan meninggalkan halaman kantor.


...๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก๐Ÿ’ก...


Nah loh Raka marah, gimana dong nanti nya pas mereka bertemu apakah Raka akan marah besar ke sandra atau bagaimana.


Ikutin terus yah cerita nya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰.


Oh iya mungkin kalian ada yaang bingung kok mereka ngomong nya pake bahasa indonesia sih padahalkan di luar negeri?. Gini nih yah teman-teman lokasi nya emang di luar negeri tapi untuk percakapan nya aku pake bahasa indonesia biar lebih mudah aja gitu, oke ๐Ÿ˜‰ udah jelaskan? ๐Ÿ˜Š jadi jangan sampai ketinggalan untuk next part berikut nya konflik antara mereka masih jauh jadi tetap standbye ok ๐Ÿ˜‰.

__ADS_1


__ADS_2