My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 63


__ADS_3

Sandra tak menyangka bahwa acara pernikahan Melisa akan akan terlihat sangat mewah dan meriah, bahkan Sandra sendiri tidak tau berapa ribu orang yang di undang oleh Melisa dan suami nya saking banyaknya para tamu undangan saat ini. Bahkan Dafa pun sudah tak terlihat lagi dimana anak itu bermain bersama para sepupu dari pihak ibu.


Sejujurnya Sandra merasa kurang nyaman disini, bahkan saat Raka memperkenalkan nya pada keluarga Melisa tadi. Mereka memang menyambut nya layaknya menyambut tamu seperti yang lainnya. Namun Sandra merasa bahwa beberapa dari mereka tidak menyukai dirinya bahkan ketika dia hadir di acara ini bersama Raka dan Dafa.


Memilih tidak beranjak dari kursi nya sejak tadi adalah pilihan yang tepat bagi Sandra, karena disini dia tidak harus terlalu menonjolkan dirinya pada orang-orang karena memang itulah Sandra. Bukan itu saja Sandra hanya mencoba menghindari hal-hal yang membuat nya menjadi semakin kurang nyaman berada di pesta ini, Sandra bukan lah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa dia bahkan tau kalau sejak acara pemberkatan hingga resepsi banyak orang yang membicara tentang dirinya nya berada di dekat Raka dan Dafa.


Bahkan saat sedang menikmati waktu kesendirian nya sambil menikmati suasana yang semakin meriah, 2 orang dari keluarga besar Melisa datang menghampiri nya sehingga membuat nya menegakkan tubuh nya bersiap menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan menghampiri nya.


" Hai, boleh duduk di sini? "


" Iya, silahkan "


Liat, bahkan mereka sudah duduk beberapa detik baru meminta izin padanya.


" Kok sendirian aja, Raka sama Dafa mana? "


" Ehmm, Dafa sedang pergi bermain bersama para sepupu nya kalau kak Raka saya nggak tau tante "


" Oh gitu, tapi kok nggak tau Raka kemana kan kalian dateng nya barengan "


Sandra hanya bisa tersenyum, tidak menjawab nya. Dia berharap bahwa akan ada orang yang datang menyelamatkan dirinya entah itu Dafa, kak Raka atau Melisa sehingga dia bisa keluar dari suasana seperti ini. Namun tiba-tiba


" Mooommmmmyyyyyy "


Sandra pun menoleh ke Belakang dan Mendapati Dafa berlari ke arah nya membuat nya merasa lega seketika.


" Syukurlah " batin Sandra


" Mommy "


" Hai sayang, kenapa berlari kalau jatuh bagaimana "


" Hehehe sorry mom "


" Yah sudah sini minum dulu "


Sandra pun memberikan Dafa minumΒ  sambil me-lap wajah anak itu yang penuh keringat dan merapikan baju serta rambut yang berantakan tanpa menyadari tatapan bingung dari 2 orang sejak tadi ada di situ bersama nya.


" Mommy? "

__ADS_1


Sandra mengalihkan perhatiannya kepada 2 orang yang juga memperhatikan nya.


" Iya eyang, ini mommy Dafa "


" Dafa sayang tante ini bukan mommy kamu, mommy kamu itu mommy Melisa sedangkan tante ini bukan "


" Mama eyang bukan mommy, dan ini mommy Dafa mommy Sandra "


" Tapi Daf- "


" Tante "


Sandra yang sejak tadi diam pun menoleh ke belakang dan mendapati Raka dan Melisa serta suami Melisa berjalan ke arah mereka.


" Dadddyyy "


Raka pun tersenyum pada sang anak dan menggendong nya.


" Daddy, eyang bilang mommy bukan mommy Dafa "


" Eyang hanya bercanda kok, mommy Sandra mommy nya Dafa kok "


" Raka kenapa ka- "


Melisa langsung memotong ucapan tante nya itu yang memang terkenal julid sejak dulu.


" Dafa sayang, kamu pergi bermain dulu yah "


" Iya mama "


Dafa pun turun dari gendongan sang daddy dan berlari kembali bermain bersama teman-temannya, setelah Dafa pergi Melisa pun kembali fokus pada tante nya itu.


" Tante, kenapa tante berbicara seperti itu "


" Loh emang benerkan yang tante bilang, kalau perempuan ini bukan mommy Dafa tapi kamu "


" Tapi tante tidak berhak untuk berbicara seperti itu pada Dafa, Dafa itu masih kecil tante belum mengerti apa-apa "


" Loh kan tante ngomong yang sebenarnya, lagian kan Dafa harus tau yang sebenarnya "

__ADS_1


" Dafa tau tante, Dafa tau siapa ibu kandung nya "


" Lalu kalau Dafa tau kenapa kamu membiarkan Dafa memanggil perempuan ini mommy? "


" Karena itu kemauan Dafa sendiri tante dan aku tidak keberatan sama sekali asalkan ada yang merawat dan menjaga anak ku dengan tulus seperti anak nya sendiri "


" Tapi Melisa kam- "


" Cukup "


Raka langsung memotong ucapan tante Melisa karena merasa muak mendengar ucapan omong kosong dari tante mantan istrinya itu.


" Cukup tante cukup, masalah tentang perbedaan panggilan Dafa pada Sandra dan Melisa itu bukan urusan tante "


" Loh itu urusan tante juga dong "


" Tante tidak punya hak akan itu, Dafa anak saya. Dan untuk panggilan itu kami memang sudah sepakat kalau Dafa akan memanggil Melisa mama dan Sandra mommy "


" Tapi Rak- "


" Dan tante berhenti memanggil Sandra dengan perempuan ini dia punya nama "


Raka pun menoleh ke arah Sandra yang sejak tadi menundukkan kepalanya, Lalu berjalan meninggalkan mereka untuk mencari sang anak. Setelah menemukan Dafa, Raka kembali ke tempat yang tadi dan langsung membereskan barang-barang Dafa dan memegang tangan Sandra.


" Maaf tante kalau saya tidak sopan pada tante tapi saya tidak suka jika orang terdekat dan yang saya sayangi di perlakukan seperti itu "


Raka pun mengalihkan atensi nya pada Melisa dan Suami nya.


" Maaf atas kekacauan ini, tapi kami harus kembali terimakasih atas undangannya dan selamat untuk kalian berdua "


" Tapi.... "


Raka pun menarik tangan Sandra meninggalkan acara itu yang belum selesai karena mood nya yang sudah terlanjur di rusak oleh tante mantan istrinya yang julid terhadap kehidupan orang lain.


Bersambung.......


Terimakasih atas perhatiannya πŸ˜ŠπŸ™


Jangan lupa untuk selalu like dan komen nya, serta kritik dan saran dari kalian juga untuk cerita ini kedepannya😊😊😊.....makasih πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2