My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 41


__ADS_3

Tak terasa ternyata waktu nya makan siang, saat ini Simon telah sampai di butik milik Sandra. Rencananya dia ingin mengajak perempuan itu makan siang bersama karena sudah lama mereka tidak pernah bertemu apalagi makan siang bersama.


Simon pun segera masuk ke dalam butik Sandra dan langsung menuju meja resepsionis memastikan Sandra ada atau tidak karena dia tidak melihat mobil milik perempuan itu di parkiran.


" Selamat siang "


" Selamat siang, ada yang bisa di bantu? "


" Maaf Sandra ada? "


" Oh bu Sandra?, ada pak bu Sandra ada di dalam ruangan nya "


" Ow oke boleh saya masuk? "


" Iya pak silahkan kebetulan bu Sandra belum keluar sejak tadi "


" Oke terimakasih "


" Sama-sama pak "


Simon pun berbalik menuju ruangan Sandra di antar oleh salah satu pegawai butik, setelah mengantar Simon sampai depan pintu ruangan Sandra pegawai tadi pun pamit permisi meninggalkan Simon sendiri.


Tok tok


" Masuk "


Mendengar seruan dari dalam Simon pun membuka pintu nya dan berjalan masuk setelah menutup pintu kembali.


" Hai "


Sandra yang tadi sedang fokus mengerjakan sesuatu pun, mendongakkan kepala nya setelah mendengar sapaan seseorang yang dia kenal. Dan terkejut mendapati sosok Simon kini berdiri di hadapan nya sambil tersenyum manis ke arah nya.


" Loh kamu "

__ADS_1


" Hai kaget yah "


" Kok di sini? "


" Boleh aku duduk? "


" Eh iya silahkan, sorry aku kira tadi pegawai aku "


" Iya nggak papa "


" Ada apa nih tumben biasanya kan kamu telpon dulu kalau mau ketemu "


" Pengen surprise aja, sibuk nggak? "


" Hmmm nggak sih ada apa? "


" Aku pengen ajak kamu makan siang bareng "


" Makan siang bareng yah? "


" Belum sih, tapi boleh deh "


" Yah udah yuk "


" Tapi kita makan nya yang nggak jauh dari sini aja yah soalnya kerjaan aku masih banyak "


" Iya nggak masalah kok, yuk? "


" Ayo "


Mereka berdua pun berjalan keluar dan menuju parkiran, setelah keduanya masuk dalam mobil Simon pun segera menjalankan mobil nya mencari restaurant terdekat dari butik Sandra. Keadaan dalam mobil pun sangat sunyi tak ada pembicaraan sedikit pun, Simon sibuk menyetir sesekali melirik ke arah Sandra sedangkan yang di lirik sibuk dengan ponsel di tangan nya.


Di lain tempat.........

__ADS_1


Di sebuah mall, kini terdapat ibu dan anak yang menghabiskan waktu bersama-sama yang tidak lain tidak bukan Melisa dan Dafa. Yap mereka berdua sedang menghabiskan waktu berdua saja bahkan sejak tadi mereka sudah berkeliling mall entah membeli apa saja terbukti barang belanjaan mereka saat ini sangat lah banyak yang di dominasi oleh belanjaan Dafa yang rata-rata adalah mainan.


Melisa memang sengaja ingin menghabiskan waktunya bersama Dafa karena mereka tidak akan bertemu dalam waktu yang lama, pasalnya setelah menikah nanti, Melisa akan ikut bersama calon suami nya tinggal di luar negeri.


" Dafa seneng nggak? "


" Dafa seneng mommy "


" Mommy juga seneng kalau Dafa seneng "


Yah, bagi Melisa kebahagiaan Dafa lah prioritas nya walaupun Dafa tinggal bersama daddy nya bukan bersama dirinya dan intensitas pertemuan mereka yang terbilang cukup jarang itu tak membuat merasa sedih yah walau adalah saat-saat tertentu dia merasa merindukan anak nya itu tapi ada saatnya juga kerinduan nya akan terbalas dengan menghabiskan waktu bersama.


Terkadang Dafa juga menginap di rumahnya selama beberapa hari dan itu sudah cukup bagi Melisa. Banyak orang-orang di sekitar nya bertanya kenapa dirinya tidak memperjuangkan hak asuh anak nya dulu dan sebagainya, jujur saja bukan diri nya yang tidak ingin memperjuangkan Dafa dulu hanya saja menurut nya Raka lah yang lebih berhak membesarkan Dafa ketimbang dirinya karena sejak dari Dafa dalam kandungan sampai lahir Raka lah yang lebih berperan banyak dari pada diri nya sampai Dafa usia 2 bulan baru lah mereka memutuskan untuk bercerai.


Dan Melisa keputusannya itu adalah keputusan yang paling tepat, mengingat dia sering keluar kota atau luar negeri akibat tuntutan pekerjaan. Walaupun nanti nya dia telah menikah dan memiliki anak lagi dengan calon suami nya, dia tidak akan pernah melupakan Dafa sampai kapanpun dan sesekali akan mengunjungi nya. Melisa pun melirik jam tangan miliknya, yang menandakan masih ada waktu 3 jam lagi sebelum dia berangkat ke bandara.


" Dafa capek nggak? "


" Capek mommy "


" Yah udah kita pulang yuk? Kan Dafa juga harus tidur siang "


" Iya mom "


" Yah udah mommy bayar dulu yah "


Dafa pun hanya mengangguk sambil memakan ice cream milik nya, Melisa pun memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka. Setelah membayar mereka berdua pun meninggalkan restaurant itu dengan Melisa yang membawa barang belanjaan mereka. Sampai di parkiran Melisa lebih dulu memasukkan barang belanjaan itu ke dalam bagasi baru lah membantu Dafa masuk ke dalam mobil yang menunggu nya di samping mobil baru setelah itu baru lah mereka meninggalkan parkiran mall untuk pulang.


Bersambung........


Terimakasih atas perhatiannya pada cerita ini 🙏🙏😊


Jangan lupa untuk selalu like, komen dan vote nya 😊😘

__ADS_1


Enjoy next chapter 😉🙌🙌


__ADS_2