
Sejak tadi Sandra hanya duduk diam di sofa dekat kamar Dafa, bukan nya tidak ingin masuk hanya saja sejak tadi memang pintu kamar Dafa terkunci dari dalam bahkan Sandra sudah berusaha untuk membujuk anak kecil itu namun tak mendapatkan respon.
Raka yang tadi nya memang berniat untuk menemui sang anak pun mendadak berhenti melangkah ketika mata nya melihat Sandra duduk melamun di dekat kamar anak nya, Raka pun meneruskan langkah nya menuju Sandra.
" Sandra " panggil Raka.
Sandra pun terkejut mendengar suara seseorang yang memanggil nya, menoleh ke samping nya pun Sandra terkejut melihat kehadiran Raka.
" sejak kapan kak Raka di sini? " batin Sandra, Sandra pun bangkit dari posisi duduk nya.
" Kak Raka? kakak sejak kapan di sini? "tanya Sandra.
" Baru kok " ujar Raka.
Raka pun mendudukkan diri nya tepat di samping Sandra, melihat Sandra yang hanya diam berdiri pun membuat Raka menarik tangan perempuan itu lembut hingga membuat Sandra memekik kaget.
" Eh " pekik Sandra.
" Kamu nggak capek berdiri emang? " tanya Raka.
" Eh, maksudnya? " tanya Sandra bingung.
" Lupain aja, kenapa nggak masuk malah duduk di sini " tanya Raka.
Sandra pun menghela nafas pasrah dan menundukkan kepala nya. Raka yang melihat nya pun menjadi bingung, " ada apa? " batin Raka.
" Kenapa? " tanya Raka.
" Dafa nggak mau bukain pintu nya " ujar Sandra lesu.
" Maksudnya " tanya Raka bingung.
" Dafa kunci pintu nya dari dalam, bahkan aku panggil-panggil nggak di respon " jawab Sandra.
Raka pun menghembuskan nafas lelah, seperti nya akan sulit untuk membujuk anak nya itu, dia tau sifat anak satu-satunya itu sama persis dengan dirinya yang keras kepala. Raka pun menoleh ke arah Sandra diamatinya wajah perempuan itu yang terlihat lesu, namun tiba-tiba tatapan mata Raka berubah tajam seketika.
__ADS_1
Sandra yang merasa di tatap tajam seseorang pun menoleh dan mendapati kalau Raka lah yang menatap nya tajam namun membuat nya bingung, " ada apa sih? " batin Sandra.
" Ka kakak ke kenapa " tanya Sandra mendadak gugup.
" Tunggu di sini " ujar Raka.
Bukan nya menjawab Raka malah beranjak dari duduk nya setelah menyuruh Sandra tetap diam di tempat nya, Sandra pun semakin kebingungan di buat.
" Ada apa sih, aneh banget " gerutu Sandra.
Tak lama Raka pun kembali lagi namun kali ini dia membawa sesuatu di tangan nya, Sandra yang melihat itu pun di buat penasaran.
" Itu buat apa? " tanya Sandra setelah tau apa yang di bawa oleh Raka.
Raka yang telah duduk kembali di tempat nya tadi pun tak menjawab, pria itu hanya mengambil kain yang di bawah nya tadi dan mencelupkan nya di air es yang di bawa nya juga setelah itu di tempelkan nya di pipi Sandra yang nampak merah dan sedikit memar.
Sandra yang di perlakukan seperti itu pun terkejut dan menatap ke arah Raka yang ternyata juga menatap nya. Ternyata pria itu menyadari pipi nya yang masih merah dan sedikit memar akibat kejadian tadi, padahal sedari tafi Sandra sudah berusaha untuk menyembunyikan dan menahan rasa perih di pipi nya. Baru kali ini Sandra merasakan di tampar oleh orang lain.
FLASHBACK.........
PLAK
" Sandra " pekik semua orang yang berada di ruang tamu itu.
Sandra yang menerima tamparan itu pun seketika mematung, dia tak menyangka akan di perlakukan seperti ini oleh orang yang baru di temui nya bahkan Sandra tak merasa telah melakukan kesalahan yang merugikan wanita paruh baya itu.
" APA-APAAN ANDA INI " bentak Raka.
Raka tak terima dengan perlakuan semena-menah perempuan paruh baya itu, Raka adalah tipikal orang yang tak suka dengan kekerasan apalagi terhadap perempuan namun kini hal itu terjadi di hadapan nya.
" Apa yang anda lakukan? " tanya Raka geram dan menatap tajam ke arah nyonya Lavenia.
" Kenapa, perempuan itu pantas mendapatkan nya. Gara-gara dia acara malam ini harus berantakan " ujar nyonya Lavenia yang tak merasa bersalah sama sekali.
" Oh begini kah sikap dari seorang istri pengusaha besar yang terkenal, sungguh memalukan " ujar Raka.
__ADS_1
Tuan Andrew, Nyonya Nathalie dan Tuan Ronald pun hanya terdiam kaku menyaksikan itu semua, mereka tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi.
" KAMU! apa maksud kamu bicara seperti itu, kamu tidak tau apa-apa tentang saya yah " ujar nyonya Lavenia semakin geram.
" Oh yah? berarti anda tidak terlalu mengenal saya sepertinya " ujar Raka dengan senyum sinis nya.
Nyonya Lavenia yang merasa dirinya di rendahkan pun merasa geram.
" KAMU! KAMU ITU HAN- " makian nyonya Lavenia pun terhenti seketika setelah tangan nya di tarik seseorang.
" Sudah mah, kamu seharusnya tidak bersikap seperti ini " ujar tuan Ronald menghentikan aksi memalukan istrinya.
" Loh mama nggak salah dong pah, apa yang mama bilang tadi benar kan kalau kita akan menjodohkan Sera dan Raka " ujar nyonya Lavenia membela diri.
" Papa nggak pernah bilang seperti itu sama mama " ujar tuan Ronald.
" Loh maksud papa apa? " ujar nyonya Lavenia merasa kaget.
" Sudah-sudah sebaiknya kita pulang, mama udah bikin papa malu " ujar tuan Ronald.
Tuan Ronald pun berjalan ke arah tuan Andrew dan nyonya Nathalie.
" Saya minta maaf atas hal ini tuan Andrew " ujar tuan Ronald meminta maaf.
" Tak apa tuan Ronald, saya maklum salah kita juga yang tak memberitahukan kepada keluarga terlebih dulu maksud makan malam ini " ujar tuan Andrew.
" Yah anda benar, sekali lagi saya minta maaf atas nama istri saya " ujar tuan Ronald meminta maaf atas nama istri nya.
" Tak apa tuan Ronald, saya maklum kok " ujar tuan Andrew.
" Baik lah, kalau begitu saya pamit tuan Andrew dan nyonya Nathalie " pamit tuan Andrew.
" Baik lah " ujar tuan Andrew.
Tuan Ronald pun beralih menatap tajam sang istri dan memberikan kode agar mereka segera pulang. Nyonya Lavenia dan Sera yang mengerti kode itu pun segera mengikuti langkah tuan Ronald yang telah berlalu terlebih dahulu.
__ADS_1
Bersambung.............