My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 8


__ADS_3

Siang ini Sandra sedang berada di butiknya, hari ini adalah hari terakhir sandra berada di Jakarta besok dia akan kembali ke paris maka dari itu sandra berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan nya di sini. Agar Sandra merasa tenang untuk meninggalkan butiknya.


Tepat pukul 11 Sandra segera bersiap-siap karena ada janji makan siang dengan mama nya Raka, yah tadi pagi mama nya Raka menghubungi Sandra untuk mengajak nya makan siang bareng di rumah dan Sandra pun menyanggupinya. Mama nya Raka pun merasa senang karena ajakkan nya di terima dengan baik oleh Sandra dan menyuruh Raka untuk menjemput dirinya di butik dari pada harus bolak balik naik taksi, Sandra yang sempat menolak pun tidak bisa menolak lagi ketika mama nya Raka memohon kepada nya agar Raka lah yang menjemput dirinya.


Dan setelah menunggu sekitaran 30 menit mobil Raka pun terlihat dan memasuki halaman butik terlihat Raka turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Sandra


" Maaf lama, tadi jalanan macet "


" Iya, nggak apa-apa "


Mereka berdua pun segera masuk kedalam mobil, di dalam mobil itu tidak ada percakapan sama sekali dan setelahnya Raka mulai menjalankan mobilnya. Sepanjang perjalanan menuju rumah Raka tidak ada satu pun dari mereka yang membuka percakapan baik itu sandra maupun Raka. Sandra sendiri pun lebih memilih untuk memainkan ponsel nya dan Raka pun sama lebih memilih fokus untuk menyetir, tidak ada satupun yang tau apa yang mereka pikirkan hanya mereka yang tau.


30 MENIT KEMUDIAN ........


Mereka pun sampai di rumah Raka, setelah mobil berhenti mereka pun keluar dan Raka pun berjalan masuk di ikuti oleh Sandra dari belakang. Mereka pun sampai di ruang tamu di sana terlihat seorang anak kecil yang sedang bermain di temani oleh suster nya, siapa lagi anak kecil di rumah itu kalau bukan dafa anak Raka dan Melisa.


" Dafa "


Dafa pun menoleh dan tersenyum gembira ketika melihat sang ayah dan berlari kecil menghampiri sang ayah meninggalkan mainan nya.


" Daddy "


Raka pun tersenyum melihat tingkah sang anak yang terlihat gembira ketika melihatnya berada di rumah ketika siang hari, maklum saja karena biasanya Raka selalu pulang dari kantor tepat tengah malam dan dafa pun telah tidur sejak jam 9 malam jadi wajar saja kalau dafa terlihat senang ketika melihat sang ayah pulang cepat.


" jangan lari-lari sayang "


" Heh he he, daddy udah pulang cepat yah sekarang "


" Nggak kok, Daddy cuma pulang makan siang aja "


" Oh "


" Oh iya, oma mana? "

__ADS_1


" Oma di dapur lagi masak, katanya untuk tamu spesial "


Mata dafa pun tak sengaja melihat kebelakang sang ayah dan menemukan seorang perempuan cantik yang di temuinya di taman waktu itu, seketika senyum dafa pun mengembang ketika melihat sandra.


" Tante cantik "


" Hay sayang "


Dafa pun segera meminta turun dari gendongan Raka dan berlari memeluk Sandra, semetara yang di peluk pun tersenyum dan menunduk untuk ikut memeluk Dafa kembali.


" Tante cantik dafa kangen "


" Iya tante juga, kangen banget sama dafa "


" Tante ke sini sana Daddy yah? "


" Iya, Tante ada janji sama oma dafa "


" Yuk "


" OOOMMMAAAAA "


Dafa pun segera menarik sandra menuju ke dapur di mana sang oma berada meninggalkan Raka yang sejak tadi terdiam sewaktu sang anak meminta turun dari gendongan nya dan beralih memeluk Sandra dengan gembiranya. Sungguh Raka sebenarnya cukup terkejut akan hal itu, bahkan ketika melisa - ibu kandungnya datang pun Dafa tidak seantusias dan segembira itu justru akan terlihat lebih tidak peduli dan lebih memilih untuk bermain bersama susternya.


Dafa bahkan tidak pernah mengungkapkan perasaan rindunya ketika sang ibu datang untuk berkunjung, tetapi dengan Sandra Dafa begitu terlihat gembira dan bahagia ketika Sandra datang bahkan anak kecil itu mengatakan rindu kepada seorang wanita yang bukan ibu kandungnya. Dalam hati nya, Raka bahagia melihat sang anak dekat dengan Sandra tetapi dia segera sadar karena yang ada di pikirannya itu hanya hal kecil dan menganggap bahwa itu wajar saja terjadi terlebih Sandra sangat suka anak kecil.


Raka pun segera berjalan menyusul Dafa dan Sandra, terlihat Sandra yang membantu sang mama untuk meletakkan masakan yang telah jadi ke atas meja dan Dafa sang anak pun juga sudah duduk di kursi yang biasa dia duduki dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibir kecilnya itu sambil memegang sendok miliknya.


Raka pun segera berjalan menuju kursinya yang berada di ujung meja di mana tempat sang kepala rumah tangga duduk, Raka pun hanya tersenyum melihat tingkah sang anak yang terlihat tidak sabar untuk segera menikmati makan siangnya. Sandra dan sang mama pun juga sudah duduk di kursi masing-masing, sandra duduk di sebelah Dafa dan di depan Dafa ada sang oma dan di antara Sandra dan sang oma ada Raka.


" Tante aku mau ayam "


" Oke, mana piring nya? "

__ADS_1


" Ini "


" Dafa mau nggak pake sayur?


" Nggak mau, nggak enak "


" Loh kata siapa nggak enak, enak kok "


" Kata daddy, katanya sayur itu nggak enak pahit "


Merasa dirinya di tatap oleh seseorang, Raka pun menoleh dan mendapati sang mama beserta Sandra yang telah menatapnya tajam, Raka memang sangat tidak menyukai yang namanya sayuran dan selalu mengatakan bahwa sayur itu tidak enak dan pahit. Karena tidak ingin di salahkan Raka pun berpura-pura sibuk dengan makanannya sendiri.


" Sayang jangan dengerin Daddy kamu yah, sayur itu enak kok dan sehat "


" Enak yah tante? "


" Iya, kalau Dafa mau makan sayur nanti Dafa akan jadi anak yang kuat dan sehat, jadi mau yah "


" Hhmm iya, tapi dikit aja tapi "


" Iya cuma dikit kok, yang penting Dafa mau cobain dulu "


Sandra pun mengambilkan Dafa sayur capcay walaupun sedikit yang terpenting anak kecil itu mau beda sama bapaknya sampai tahun depan pun tidak akan mau untuk makan sayur walau hanya sedikit.


" Wah ternyata enak tante "


" Iya dong "


" Tante aku mau di suap sama tante cantik boleh "


" Boleh dong, sini tante suap "


Sandra pun mulai menyuapi Dafa makanan nya dan semua itu terlihat oleh Raka dan sang mama, mereka merasa senang melihat kedekatan Dafa dan Sandra apalagi Dafa yang terlihat manja kepada Sandra padahal sebelumnya tidak pernah apalagi untuk di suapi saat akan makan, karena Dafa lebih memilih makan sendiri ketimbang di suap oleh orang lain.

__ADS_1


__ADS_2