My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 24


__ADS_3

Pagi hari di kediaman keluarga Wijaya......


Sandra saat ini sedang sarapan bersama keluarganya, rencananya hari ini dia akan datang berkunjung ke rumah Raka dia sangat ingin melihat kondisi dafa saat ini dan maka dari itu Sandra nekat datang menemui dafa walaupun nanti Raka pasti akan mengusirnya lagi.


Dan untuk itu Sandra sudah menyiapkan mentalnya nanti menghadapi sikap Raka, karena dia tau betul sikap Raka yang sebenarnya. Setelah selesai sarapan, Sandra kembali ke kamar nya dan bersiap-siap untuk pergi. Saat keluar dari rumah sandra melihat mama nya sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya, Sandra pun berjalan menghampiri sang mama.


" Ma " panggil sandra


Sang mama yang mendengar suaranya pun menoleh kebelakang.


" Ada apa sayang? " tanya sang mama


" Aku mau pamit keluar dulu " ujar Sandra


" Loh memangnya kamu mau kemana? Udah rapi aja " tanya sang mama


" Aku mau ke rumahnya Raka ma " jawab Sandra


" Ke rumah Raka? Ngapain ke sana? " tanya sang mama


Sandra kebingungan mau menjawab apa, tidak mungkin bukan dia menjawab untuk meminta maaf yang ada mama nya ini akan semakin bertanya tanya, tapi apa? Batin Sandra.


" Lah kok diam?, mama tanya loh san " ujar sang mama


" Ehm Sandra...... Sandra hanya ingin berkunjung kok ma, lagian Sandra juga udah kangen sama dafa "


" Yakin? Kok tumben sih " tanya sang mama

__ADS_1


" Yah nggak papa, cuma kan dulu sebelum balik ke paris aku sempat janji juga buat datang berkunjung kalau ke jakarta lagi " jawab Sandra yakin


" Oh gitu, yah udah gih. Sampaikan salam mama sama tante Nathalie kalau mama belum sempat datang " ujar sang mama


" Iya ma, yah udah aku jalan dulu yah takut macet di jalan entar " jawab sandra


" Ok, hati-hati yah " ujar sang mama


" Ok ma " balas sandra


Setelah itu sandra berjalan ke arah mobil nya yang telah siap dan jalan meninggalkan halaman rumahnya. Seperti dugaan nya jalanan hari ini cukup macet.


Saat di perjalanan tak sengaja sandra melihat toko kue, dan memutuskan untuk singgah membeli kue untuk dafa. Setelah memarkirkan mobilnya, sandra pun keluar dari mobil dan berjalan menuju toko kue tersebut dan seingat nya di toko ini ada yang jual kue pai apel karena itu adalah kesukaan dafa.


Ketika melihat kue yang dia cari, sandra pun segera meminta pelayan toko kue tersebut untuk membungkus kue tersebut. Setelah selesai sandra pun berjalan keluar dari toko itu menuju mobilnya.


Setelah memastikan kue tersebut aman di kursi belakang, sandra mulai menjalankan mobil dan bergabung kembali bersama mobil - mobil yang lain namun tetap saja sandra terjebak macet.


Sandra akhirnya tiba di kediaman Raka, setelah memarkirkan mobilnya Sandra pun turun dari mobil sambil membawa kue kesukaan Dafa dan berjalan menuju pintu yang kebetulan terbuka.


Tiba di depan pintu Sandra melihat bibi yang sedang mengepel lantai dengan posisi membelakangi pintu.


" Permisi "


Bibi yang sesang fokus mengerjakan tugasnya itu pun menoleh kebelakang dan menemukan Sandra yang berdiri di depan pintu dan segera menghampirinya.


" Eh non Sandra, maaf non bibi nggak liat kalau ada non "

__ADS_1


" Hehe nggak papa kok bi "


" Non kesini mau ketemu nyonya atau tuan Raka sama den Dafa "


" Ehm, kak Raka sama Dafa bi ada kan? "


" Ada kok non, Tuan Raka ada di kamarnya den Dafa "


" Aku boleh ketemu nggak bi? "


" Boleh atuh non masa nggak boleh. Ayo non silahkan, non naik aja ke atas belok kiri nah pintunya ada tulisan nama den Dafa kok non "


" Oh gitu yah bi, yah udah aku ke atas dulu yah bi "


" Iya non "


Sandra pun berjalan menuju tangga yang akan membawanya ke kamar Dafa, begitu sampai di atas Sandra melihat ada 4 pintu menengok ke arah kiri Sandra menemukan pintu yang di maksud sama bibi tadi.


Sandra pun berjalan ke arah pintu itu dengan pelan, entah kenapa dia jadi deg-degan apakah karena dia akan bertemu dengan Raka atau dia takut Raka malah tidak mengizinkan nya bertemu dengan Dafa atau justru malah sebaliknya.


Begitu sampai di depan pintu, Sandra merasa ragu-ragu untuk mengetuk pintu itu. Apa dia pulang saja dan menitipkan kue kesukaan Dafa pada bibi saja, tapi tidak mungkin bukan? Dengan memberanikan diri akhirnya Sandra pun mengetuk pintu itu.


Tok tok tok.......


" Sebentar "


Jawaban dari dalam membuat Sandra semakin gelisah dan jantung nya pun semakin berdebar kencang bahkan tangan nya pun tiba-tiba terasa dingin.

__ADS_1


Clek......


Pintu pun terbuka dan menampakkan Raka yang berdiri terkejut melihat Sandra ada di hadapannya, kenapa dia bisa ada di sini bukan kah dia masih ada di paris saat itu? Batin Raka.


__ADS_2