My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 25


__ADS_3

Kini Sandra dan Raka sedang berada di berada rumah Raka, sejak kemunculan Sandra yang tiba-tiba di depan kamar anaknya dia pun membawa Sandra pergi dari situ setelah memastikan sang anak tertidur dan menutup pintu.


Bahkan sejak tadi mereka hanya berdiam diri saja, Raka yang berdiri membelakangi Sandra dan Sandra yang duduk sambil menundukkan kepalanya layak nya seorang tersangka yang menunggu untuk di jatuhi hukuman berat.


" Ada apa? "


Suara bernada tegas dan dingin itu membuat Sandra tersentak kaget, dia mengangkat kepalanya melihat ke arah Raka yang masih membelakangi dirinya.


" Ak- aku mau min-minta maaf "


Lirihan Sandra di akhir kalimat membuktikan dirinya memang takut dan mengakui kesalahannya, dia tau kak Raka tidak akan memaafkan dirinya dengan semuda itu mungkin jika dia meminta maaf kepada Dafa maka dia akan di maafkan tapi lain cerita jika itu daddy nya.


Sedangkan Raka yang mendengar permintaan maaf dari Sandra mendesis sinis lalu berbalik ke arah Sandra yang masih menundukkan kepalanya.


" Maaf? Segampang itu? Setelah apa yang terjadi pada putra saya anda segampang itu meminta maaf? "


Bahkan kini Raka berbicara formal kepada Sandra yang menandakan bahwa pria itu marah besar kepada nya.


" Ak-aku tau aku salah, aku nggak bermaksud seperti itu Ak-aku cu- "


" Cuma apa? Cuma keasyikan ngobrol dengan kekasih anda itu sampai tidak memperhatikan apa yang dimakan oleh putra saya iya "


Kekasih? Siapa yang dimak-, oh yah tuhan apa kak Raka berpikir kalau Simon adalah pacarku?


" Kekasih? Apakah yang kamu maksud itu Simon, yah tuhan Simon bukan pacarku kak dia hanya teman ku dan kakak dari asistenku "


Entah mengapa mendengar bahwa tidak ada hubungan spesial antara Sandra dan laki-laki asing itu membuat perasaan Raka sedikit merasa lega, tapi dia segera menggelengkan kepalanya mengusir pikiran aneh tadi. Untuk apa juga aku peduli batin Raka merasa kesal mendadak.

__ADS_1


" Anda pikir saya bodoh untuk anda tipu dan satu lagi saya tidak peduli tentang apakah anda memiliki hubungan spesial antara laki-laki itu atau tidak, intinya saya tidak ingin melihat anda muncul di hadapan saya atau putra saya lagi "


" Tapi kak, ak- "


" Raka "


Panggilan dari seseorang membuat mereka berdua menoleh dan memotong perkataan Sandra.


" Kak Melisa "


Batin Sandra yang melihat Melisa berdiri tidak jauh dari mereka, sedangkan Melisa yang tidak jauh dari mereka pun merasa kikuk dia tidak tau kalau Raka tidaklah sendiri dan baru menyadari jika ada Sandra di situ.


Melisa berjalan maju menghampiri mereka berdua, dia tidak tau jika dua orang di hadapannya ini menampilkan ekspresi yang berbeda-beda.


" Sandra kamu kapan datang? "


" Oh gitu, oh iya kamu udah ketemu Dafa belum? "


Sandra hanya menggeleng sebagai jawaban, karena memang dia belum bertemu Dafa sama sekali sejak tadi bahkan kue yang dia bawa tadi Raka mengambilnya dan memberikan kepada bibi.


" Yah udah yuk, kita ke kam- "


" Dia udah mau pulang "


Melisa menoleh ke arah Raka yang memotong perkataan nya, dia merasa bahwa mood Raka sedang tidak bagus maka dari itu tersirat amarah dalam perkataan nya. Sedangkan Sandra menunduk sedih mendengar perkataan Raka.


" Pulang? Kok cepat banget sih kan kamu baru sebentar disini "

__ADS_1


Sandra hanya terdiam tidak tau harus menjawab apa, memangnya dia mau jawab apa jika Raka sudah mengusir dirinya secara halus tadi.


" Kamu jangan pulang dulu yah, kita tunggu mama Nathalie dulu pulang baru kita makan siang bareng nanti oke? "


" Ak- "


" Biarkan dia pulang, dia ingin bertemu dengan kekasihnya sekarang "


Lagi-lagi Raka memotong perkataannya, dan apa tadi? Kekasih? bahkan kak Raka masih menganggap Simon adalah pacarnya dan lagi dia di usir secara halus.


" Loh? Tap- "


" Udah mending kamu masuk aja, tadi Dafa nyariin kamu "


Melisa hanya diam dan melihat ke arah mereka berdua lalu mengangguk sebelum berjalan meninggalkan mereka berdua.


" Sekarang anda silahkan pergi, keadaan anak saya sudah jauh lebih membaik karena ada mommy nya yang merawatnya jadi anda tidak perlu khawatir "


" Tap-tapi kak aku "


" Anda dengarkan tadi, sebaiknya anda pergi saya sudah memaafkan anda jadi anda tidak perlu datang lagi "


Sandra hanya bisa menatap nanar Raka, dia tidak menyangka kalau Raka akan bersikap seperti ini bahkan ketika laki-laki itu tau dirinya pergi tanpa kabar dulu Raka tidak semarah ini. Tetapi justru sekarang laki-laki itu membencinya.


" Apalagi yang anda tunggu, sebaiknya anda pergi anda tau kan pintu keluar nya? "


Usir Raka lagi, dan dengan pasrah Sandra pergi dari situ dan meninggalkan Raka yang masih menatapnya tajam. Bahkan Sandra tidak memperdulikan panggilan Melisa yang berada di tangga, dia hanya terus berjalan dengan air mata yang telah jatuh di pipi nya.

__ADS_1


Begitu sampai di luar, Sandra langsung berlari ke arah di mana mobil nya terparkir dan masih tidak memperdulikan panggilan Melisa yang mengejarnya sampai ke pintu, sandra lebih memilih masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan rumah Raka masih dengan tangisan nya


__ADS_2