My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 22


__ADS_3

Sore Hari.....


Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore dan saatnya Sandra berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk Dafa bahkan mungkin sebentar lagi Simon akan sampai dan mereka akan pergi bersama-sama.


" Oke udah beres waktunya ke rumah sakit "


Sandra pun berjalan keluar dari ruangan nya. Di luar juga sudah tidak ada sekretaris nya lagi karena memang tadi Sita pamit pulang cepat karena ada urusan keluarga, Sandra pun turun ke lantai bawah dan masih ada beberapa karyawan yang masih bekerja.


" Sore mbak "


" Sore, oh iya kalian langsung pulang aja yah nanti kalau udah beres "


" Baik mbak, ini udah tinggal sedikit kok "


" Yah udah kalau gitu "


Drtt.....drtt


Simon is calling


" Hallo "


" Hey, aku udah di depan nih "


" Oh yah udah aku keluar sekarang "


" Okey "


Sandra pun berpamitan kepada para karyawan nya dan berjalan keluar karena Simon sudah menunggu nya. Begitu di luar Sandra sudah dapat melihat mobil milik Simon karena memang hanya mobil milik Simon yang ada di parkiran butik nya.


" Hey, sorry yah lama "


" Bukan masalah, aku baru sampai juga kok "


" Ok, yuk langsung berangkat "


" Yuk "


Mobil Simon pun mulai berjalan meninggalkan parkiran menuju rumah sakit. Jarak antara butik Sandra ke rumah sakit memakan waktu sekitar 20 menit dan sekarang adalah jam pulang kerja sehingga jalan raya terlihat sedikit padat dan akhirnya setelah sekitar 30 menit mereka tiba di rumah sakit.


Mereka pun langsung berjalan menuju ke arah lift, mereka tak perlu bertanya dimana ruangan Dafa karena mereka sudah tau. Keluar dari lift mereka berjalan menuju ruangan Dafa, dalam hati Sandra berdoa semoga Raka belum datang atau tidak ada bodyguard yang menjaga di depan pintu sehingga dia bisa masuk menjenguk Dafa.


Begitu sampai di depan pintu ruangan Dafa tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Sandra langsung membuka pintu nya dan terkejut ketika orang yang berada di ruangan itu bukanlah Dafa.


Sedangkan pasien yang berada di ruangan itu menatap bingung ke arah mereka berdua.


" Eh, maaf kami salah ruangan "


Simon langsung menutup pintu nya dan menarik Sandra agak menjauh dari ruangan tadi.

__ADS_1


" Dafa dimana? Kok orang lain? "


" Aku juga nggak tau, seharusnya di dalam ruangan itu ada dafa "


Mereka sangat bingung kemana pergi nya Dafa, apa Dafa sudah sehat? Atau di pindahkan keruangan lain?.


" San, mending kita tanya ke resepsionis aja "


" Okey "


Sandra dan Simon pun berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawa kembali. Sejak tadi Sandra hanya dia saja dia sangat bingung ke mana Dafa sebenar, apakah Raka memindahkan Dafa ke ruangan lain atau ke rumah sakit lain?.


" Simon, Apa Raka memindahkan Dafa ke rumah sakit lain? "


" Rumah sakit lain?, Masa sih ? "


" Iya, Kamu kan tau Raka masih marah sama aku dan nggak mengizinkan aku menjenguk Dafa "


" Ehm, bisa jadi sih tapi kita tanya aja dulu kebagian resepsionis kali aja Dafa di pindahkan ke ruangan lain kan "


" Iya, semoga aja "


Sandra dan Simon pun berjalan kembali menuju lift dan beruntungnya lift dalam keadaan terbuka jadi mereka tak perlu menunggu lama. Tak menunggu lama mereka sampai di lantai dasar, Sandra buru-buru menghampiri meja resepsionis meninggalkan Simon di belakangnya.


" ini ngomongnya dalam bahasa inggris Yah tapi aku translate ke Indonesia "


" Iya, ada yang bisa kami bantu nyonya? "


" Ehm, Gini sus saya mau nanya pasien atas nama Dafa di pindahkan ke kamar mana yah? Soal nya saya ke kamar yang sebelumnya udah enggak ada? "


" Baik nyonya, saya periksa dulu yah? Atas nama Dafa yah? "


" Iya, Dafa Alexander Mckenzie sus "


" Baik, mohon tunggu sebentar yah nyonya "


" Iya sus "


Sandra dan Simon menunggu dengan sabar suster tadi mencari nama Dafa, semoga sandra bisa bertemu Dafa setelah ini sandra sangat yakin dafa di pindahkan ke kamar lain agar tidak bertemu dengan dirinya dan pasti itu perintah Raka. Sepertinya Sandra harus berbicara berdua dengan Raka dan menjelaskan nya dia tak ingin hubungannya dengan Raka semakin memburuk.


" Mohon maaf tuan dan nyonya "


Sandra dan Simon sontak menoleh kearah resepsionis tadi.


" Iya gimana sus "


" Mohon maaf nyonya, pasien atas nama Dafa Alexander Mckenzie telah di pindahkan kerumah sakit lain hari ini "


" APA!! kok bisa "

__ADS_1


" San, tenang ini rumah sakit "


" Iya tap- "


" Udah biar aku yang bicara "


" Maaf sus kalau boleh tau di pindahkan ke rumah sakit mana yah?  "


" Maaf tuan, pasien di pindahkan ke rumah sakit di Indonesia atas permintaan dari keluarga pasien sendiri "


" Indonesia? " beo sandra dia kaget mendengar bahwa Raka memindahkan Dafa ke rumah sakit di Indonesia.


" Kalau boleh tau pasien kapan di pindahkan yah sus? " tanya simon, dia juga agak kaget mendengar bahwa Dafa di pindahkan ke Indonesia oleh keluarganya agar sandra tidak bertemu dengan Dafa.


" Pasien di pindahkan siang tadi tuan "


" Siang tadi? " Sandra semakin lemas mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa Raka akan melakukan ini padanya. Tidak, sandra harus segera berangkat pulang ke Indonesia. Sandra pun berlari meninggalkan simon yang kaget melihat sandra berlari.


" Sandraaaa " panggilan simon pun tak dihiraukan oleh sandra, dia terus berlari keluar dari rumah sakit mencari taksi. Tak menemukan taksi di sekitar rumah sakit sandra berlari ke arah pinggir jalan raya berharap segera mendapat taksi.


Namun baru beberapa langkah berlari, seseorang sudah menarik tangan nya dan membuat nya berhenti mendadak dan menoleh ke belakang.


" Kamu mau kemana? " Simon. Ternyata simon yang telah menarik tangan sandra.


" Lepas, aku harus segera pulang aku harus segera pulang ke Indonesia bertemu dafa " ucap Sandra, dia harus bertemu dafa dan berbicara dengan raka.


" Yah udah aku antar kamu sekarang " ucap simon, dia tak akan membiarkan sandra berlari lagi mencari taksi dan membiarkannya pergi sendiri apalagi ke Indonesia.


" Nggak usah aku bisa naik taksi " tolak sandra dia tidak bisa membiarkan simon membantunya lagi kali ini dia tidak ingin merepotkan simon lagi.


" tidak san, aku akan mengantarkan mu ayo " simon menarik tangan sandra ke arah parkiran di mana mobil nya berada, sandra pun tampak pasrah menerima nya.


Mobil simon pun berjalan meninggalkan rumah sakit dan berjalan menuju ke apartemen sandra yang tak jauh dari rumah sakit tadi. Dan tak perlu menunggu lama hanya sekitar 10 menit mereka berdua sampai di parkiran, sandra bergegas turun dari mobil di ikuti simon dari belakang menyusul sandra masuk ke dalam lift.


Dan tak lama mereka sampai di lantai apartemen sandra, sandra segera berlari menuju pintu apartemen nya dan membuka pintu nya agak terburu-buru. Setelah pintu terbuka sandra langsung berlari ke arah kamarnya dan langsung mengeluarkan koper milik nya dan memasukkan sebagian baju nya serta barang-barang yang dia perlukan selama di Indonesia. Setelah siap sandra juga berganti baju agar dia merasa nyaman selama di pesawat nanti setelah.


Setelah siap sandra segera keluar dari kamar nya sambil menarik koper yang langsung di ambil alih oleh simon. Simon dan sandra pun segera bergegas menuju lantai bawah untuk berangkat ke bandara, sebenarnya simon tadi juga mengatakan bahwa dia akan ikut dengan sandra untuk menemani wanita itu namun sandra melarangnya karena pekerjaan simon yang banyak dan tidak ingin merepotkan lagi.


Dalam perjalanan menuju apartemen tadi sandra juga sudah memesan tiket pesawat menuju Indonesia hari ini dan dia bersyukur ada untuk hari ini dan pesawatnya akan berangkat sekitar 2 jam lagi tapi tak apa sandra masih bisa mengisi perut sebentar walaupun nanti di pesawat akan dapat jatah makan juga.


Aéroport Paris-Charles-de-Gaulle Roissy Airport


Simon dan sandra akhirnya tiba di bandara, simon pun membantu menurunkan koper milik sandra dan mereka pun berjalan masuk. Setelah melakukan semua prosedur sandra pun berjalan menuju ke arah simon.


" Makasih yah udah mau bantuin dan nganterin sampai kesini " ucap sandra dia sangat berterima kasih kepada simon karena laki-laki itu mau membantu nya apalagi mengantarkan nya ke bandara padahal dia tau laki-laki itu juga sedang sibuk.


" tak masalah, itu sudah kewajibanku bukan mengantarmu kemana pun " ucap simon, sebenarnya simon berat melepaskan sandra pergi sendiri karena dia merasa ada yang aneh antara sandra dan ayah dari dafa itu.


" Yah udah aku masuk dulu " sandra pun berpamitan pada simon dan menuju pintu masuk keberangkatan. Sandra pun menoleh ke belakang dan masih terlihat simon yang masih berdiri menunggu dirinya, sandra pun melambaikan tangan sebelum benar-benar masuk dan simon tak terlihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2