
Sejak kejadian 3 hari lalu, Raka dan Sandra kini tak pernah ketemu mereka bahkan kini sama-sama menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Sandra bahkan belum berbicara apapun kepada keluarganya yang terjadi saat dia datang ke rumah Raka.
Begitu pun dengan Raka, dia memilih diam dan menghindar dari pertanyaan yang membahas tentang Sandra bahkan Melisa yang bertanya kepada nya pun tidak dia jawab. Bukan nya tidak ingin hanya saja Raka merasa bahwa apa yang dia lakukan itu sudah benar walaupun dalam hati nya dia merasa bersalah tetapi segera dia tepis.
...ππππππππ...
Siang ini Sandra sedang dalam perjalanan menuju sebuah restaurant untuk makan siang bersama teman lamanya, rencana mereka ini sudah di rencanakan sejak jauh hari namun baru terealisasikan sekarang.
Sebenarnya Sandra sempat merasa ragu tadi nya, karena restaurant tempat mereka akan makan siang kali ini lokasi nya dekat dengan kantor Raka. Bukan tanpa alasan tempat itu menjadi pilihan, itu di karenakan teman Sandra bekerja di kantor Raka dan Sandra merasa kasian jika harus memilih tempat jauh hanya karena dia merasa belum siap bertemu dengan Raka walaupun kecil kemungkinan itu terjadi.
Dan kini Sandra telah sampai di tempat tujuan, tadi temannya mengabari kalau sudah menunggu di dalam restaurant dan tidak ingin membuat teman nya menunggu lama Sandra segera turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam restaurant.
Ketika sudah berada di dalam, Sandra mengedarkan pandangan nya dan mencari keberadaan teman nya itu tetapi tidak ada dan akhirnya Sandra menuju ke lantai 2 restaurant itu.
Sampai di lantai 2, Sandra kembali mengedarkan pandangan nya ke seluruh lantai 2 dan menemukan seorang wanita yang melambaikan tangan ke arah nya dari arah pojok ruangan. Sandra pun tersenyum dan berjalan menuju teman nya itu.
" Hai, sorry gue lama yah? "
" Hai, nggak kok gue juga baru sampai kok "
" Aduh syukur deh kirain gue lama soalnya tadi di jalan agak macet dikit "
__ADS_1
" Yah maklum lah inikanΒ jam - jam nya makan siang "
" Iya sih. Eh tadi gue pas nyampe langsung nyari loe tapi nggak ketemu loh eh loe nya di lantai 2 "
" Hahaha sorry gue lupa ngasih tau loe kalau kita pindah ke lantai 2, soalnya di bawah tuh agak ramai tadi makanya gue pilihannya di sini "
" Emang yah loe, tapi emang benar sih di bawah tuh agak ramai "
" Nah kan apa kata gue "
Dan setelah itu mengalir lah obrolan mereka sampai tanpa sadar makanan mereka pun telah habis dan jam istirahat teman Sandra itu pun juga sudah habis, sehingga membuat teman nya itu harus segera kembali ke kantor.
Begitu pun dengan Sandra dia memutuskan untuk langsung pulang saja, setelah membayar pesanan nya Sandra pun berjalan keluar dari restaurant menuju parkiran di mana mobil nya berada. Namun ketika berada di parkiran tanpa sengaja Sandra melihat Raka yang juga keluar dari sebuah restaurant bersebelahan dengan tempat Sandra dan teman nya makan siang bersama.
" Tante cantik "
Seruan Dafa membuat Melisa mengernyitkan kening tanda bingung, Sedangkan Raka tiba-tiba saja menjadi tegang mendengar teriakan sang anak dia hafal betul siapa yang di panggil " tante cantik " oleh anak nya itu.
Sontak saja Dafa melepaskan pegangan tangan nya kepada orang tuanya dan berlari ke arah Sandra membuat Melisa terkejut akan tindakan Dafa.
" Dafa, ya tuhan "
__ADS_1
Teriakkan Melisa membuyarkan Raka dari lamunan nya, dan sontak menoleh ke arah sang anak yang tengah berlari ke arah Sandra sedangkan sang anak tidak memperdulikan teriakkan orang tua nya yang di pikir kan adalah segera bertemu dengan " Tante cantik " nya.
Sandra yang hendak segera masuk ke dalam mobil tadi sontak menoleh ke belakang setelah mendengar teriakkan Melisa dan terkejut mendapati Dafa berlari ke arah nya, Sandra pun segera berlari menuju Dafa yang berada di tengah jalan dan segera memeluk nya dan membawa nya ke pinggir jalan.
" Yah tuhan Dafa, apa yang kamu lakukan sayang tadi itu berbahaya loh "
Dafa yang merasa sedang di marahi dan merasa bersalah karena membuat semua orang menjadi cemas karena diri nya pun menundukkan kepalanya mata nya pun sudah berkaca-kaca.
" Ma-af tante hiks "
Sandra yang tak tega pun segera memeluk Dafa kembali dan mengelus kepala nya lembut.
" Tante nggak marah sama kamu sayang, cuma itu tadi berbahaya loh "
" Maafin Dafa tante hiks, Dafa hiks cuma pengen ketemu tante hiks "
" Ketemu tante? "
" Iya tante hiks, dari kemarin Dafa hiks pengen ketemu tante hiks tapi papa bilang hiks tante sibuk nggak bisa ketemu tante "
Yah tuhan, apakah kesalahan ku sangat besar sampai-sampai kak Raka berbicara seperti itu agar Dafa tidak bertemu dengan ku?.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan gift nya yah. Terimakasih