My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 58


__ADS_3

Tak terasa waktu berputar begitu cepat, saat ini Raka sudah berada di ruangan Sandra entah dari kapan sehingga kedatangan nya membuat Sandra merasa heran karena laki-laki itu terlalu cepat datang bahkan saat belum saat nya untuk istirahat. Namun Sandra hanya membiarkan nya dan meminta Raka untuk menunggu karena dia masih harus mengerjakan sesuatu.


Raka? Oh jangan di tanya laki-laki itu saat ini sedang berbaring di sofa yang berada di ruangan Sandra, dan jangan mengira jika dia sedang tidur karena yang di lakukan oleh si om duda itu adalah bermain game yang ada di ponselnya sembari menunggu sang pemilik ruangan selesai bekerja.


Sandra yang baru kembali ke ruangan nya pun hanya menggeleng-gelengkan kepala nya akan tingkah absurd si om duda yang mengomentari game yang di mainkan nya. Sandra pun berjalan menuju meja kerja nya dan menyimpan kertas-kertas yang di bawa nya sejak tadi. Sandra pun merapikan barang-barang nya nya dan mengambil ponsel lalu memasukkan nya ke dalam tas.


" Kak yuk "


Raka yang tadi nya asyik dengan dunia nya sendiri pun tersentak mendengar suara Sandra hingga membuat Sandra jadi bingung karena reaksi Raka yang berlebihan.


" Eh San, kamu udah selesai? "


" Udah, kok kayak kaget gitu sih? "


" Hah? oh enggak kok tadi aku kira kamu belum selesai dan nggak nyadar kalau kamu udah balik " ucap Raka sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


" Hadeh, maka nya kalau main game itu jangan serasa dunia milik sendiri kebiasaan deh "


" Hehehe sorry yah "


" Yah udah yuk udah jam makan siang juga "

__ADS_1


" Yok "


Mereka berdua pun berjalan meninggalkan ruangan menuju parkiran, sampai di parkiran mereka berdua pun masuk ke dalam mobil meninggalkan area butik dan ikut bergabung bersama kendaraan-kendaraan yang lain.


" Macet banget ternyata "


" Iyalah nama nya juga jam makan siang "


" Iya sih "


Setelah itu suasana dalam mobil kembali hening, Sandra jadi mengingat-ingat masa lalu nya bersama Raka sewaktu mereka masih SMA.


Flashback on


" Aduh ini kok lama banget sih macet nya mana panas lagi " keluh seorang gadis yang tak lain adalah Sandra.


" Yah sabar lah nama nya juga jam makan siang terus weekend pasti lah macet " ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Raka tentunya.


" Iya tau tapi ini tuh terlalu lama tau dari tadi cuma gerak pelan-pelan udah kayak keong aja. Ini yah kalau balapan sama keong pasti keong nya yang menang " cerocos Sandra


Yah ini lah salah satu sifat yang menyebalkan bagi Raka namun yang paling dia suka juga karena gadis yang sedang duduk anteng di belakangnya itu selalu blak-blakan kalau mau ngomong, cerewet namun baik hati dan suka menolong. Tapi tidak ketika di hadapan semua orang hanya pada orang tertentu saja yang dapat melihat sifat gadis itu.

__ADS_1


" Kenapa keong nya yang menang kan keong jalan nya lambat " bingung Raka akan pikiran sahabat nya itu.


" Yahiyalah keong nya yang menang, keong walaupun jalan nya lambat tapi dia gerak terus lah kita dari tadi kagak gerak-gerak sekali nya gerak pelan bangat " cerocos Sandra lagi mengeluarkan teori absurd nya itu.


" Hahaha iya aja deh yang waras mah ngalah " ucap Raka sambil mash tertawa mendengar jawaban sahabat nya itu.


Sandra yang mendengar itu pun langsung memukul bahu Raka cukup kencang lantaran secara tidak langsung mengatakan diri nya tidak waras.


" Aw kok di pukul sih sakit tau mana kenceng lagi " gerutu Raka lantaran bahu nya yang sakit bekas pukulan dari Sandra namun tidak terlalu sakit-sakit amat sih.


" Siapa suruh ngatain aku nggak waras " ketus Sandra


" Lah kapan aku bilang kan kamu yang bilang sendiri barusan " jawab Raka dengan polos nya


" KAAAKKK RAAAKKKAAA "


Flashback off


Bersambung....


Terimakasih atas perhatiannya 😊😊

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu memberikan like dan komen untuk chapter ini 😊🙏. Kritik dan saran dari kalian juga sangat di perlukan untuk cerita ini kedepannya.....sekali lagi terimakasih 😊🙏🙏😉💛bye-bye 💛💛


__ADS_2