My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 47


__ADS_3

Paris, Perancis


Pagi hari, Sandra sudah berada di butik nya dia sedang mengerjakan baju pernikahan milik Melisa. Hari ini memang Sandra sengaja datang agak pagi agar dia tidak terlambat karena nanti jam 9 dia harus ketemu dengan Melisa di lokasi pemotretan pre-wedding.


Gaun pernikahan milik Melisa sebenarnya sudah sekitar 80% karena gaun pernikahan sudah di kerjakan sebelumnya, maka dari itu Sandra datang ke paris untuk memantau secara langsung. Kini Sandra di bantu dengan sang asisten memperbaiki atau menambahkan apa saja yang salah ataupun kurang.


" Maaf miss "


" Ada apa? "


" Sir Simon datang ingin menemui anda "


" Simon? "


" Iya miss "


" Yah sudah, oh iya ini jam berapa? "


" Sekarang sudah pukul 8 lewat 20 miss "


" Yah sudah, aku akan kembali ke ruangan ku dulu kamu persiapkan hal-hal yang harus di siapkan "


" Baik miss "


Sandra pun berjalan ke arah ruangan nya, ketika membuka pintu dilihat nya Simon sudah berada di dalam ruangannya.


" Hay "


" Oh hay "


" Maaf yah aku sibuk banget nggak tau kamu datang "


" Iya nggak papa kok "

__ADS_1


" Oh iya ada apa, bukannya kamu masih di jakarta yah? "


" Iya, kemarin sore aku ke butik kamu kata pegawai kamu kamu udah pulang dan pas malamnya kata satpam kamu, kamu ke bandara balik ke sini "


" Iya, soalnya baju pesanan klien aku ada di sini makanya aku balik kesini "


" Oh gitu, kamu lama disini kan? "


" Nggak, aku cuma sekitar 3 hari kalau nggak ada halangan sih kalau ada yah nambah sehari deh "


" Jadi kamu mau balik ke sana lagi? "


" Iya "


" Kenapa? Kan pekerjaan kamu di sini rumah kamu disini juga "


" Kenapa? kan kamu tau sendiri keluarga aku ada di Indonesia dan kalau soal pekerjaan selama aku di Indonesia masih fine-fine aja kok masih aku pantau juga "


" Emang kenapa kamu harus balik lagi? "


" Tapi kan kamu berhak buat nentuin hidup kamu sendiri bukan orang lain "


Sandra yang hendak mengambil tas nya pun langsung menoleh setelah mendengar perkataan Simon.


" Orang lain? Maksud kamu apa? Kamu nyebut keluarga aku itu orang lain di hidup aku? Iya? "


" Bukan itu maksud aku, tap- "


" Udah deh, aku tuh sebenernya nggak ngerti sama kamu terutama sama sikap kamu di depan keluarga aku waktu itu. Entah mengapa ku ngerasa kalau kamu selalu ingin aku buat jauh dari keluarga aku sendiri "


" Kok kamu ngomong gitu? "


" Emang iya kan? Kamu selalu merasa keberatan kalau aku pulang ke Indonesia, kenapa? Simon please aku nggak mau berantem sama kamu karena hal sepele seperti ini dan aku nggak mau kalau persahabatan kita kedepannya akan renggang kalau kamu seperti ini terus "

__ADS_1


" Persahabatan? "


" Iya emang apa lagi? Aku tau kamu cinta sama aku tapi kamu juga tau gimana perasaan aku sama kamu kan "


" Kenapa? Apa karena cinta masa lalu kamu itu? Iya? San please itu udah masa lalu "


" Mau itu masa lalu atau bukan itu bukan hak kamu Simon "


" Bukan hak aku? Oke aku tau itu bukan hak aku tapi mau sampai kapan hah?. Oh aku tau apa karena laki-laki bernama Raka? "


" Ngapain kamu bawa-bawa nama kak Raka? Ini nggak ada hubungannya dengan dia yah "


" Nggak ada hubungannya? Kamu pikir aku nggak tau kalau kamu sering ketemu sama dia bahkan kamu sering antar jemput anak nya juga layaknya seorang ibu dan anak dan aku juga tau kalau yang mengantarkan kamu ke bandara selain keluarga kamu, dia juga ikut dengan anak nya kan? "


" Kamu tau darimana? "


" Aku tau semuanya Sandra, kamu enggak tau karena kamu lebih asik sama laki-laki itu bahkan ketika aku datang mau jemput kamu ternyata kamu lebih dulu di antar jemput sama dia "


" Kalau iya kenapa? Kamu bukan pacar atau suami aku yang harus selalu aku kasih tau kamu aku ketemu siapa atau jalan sama siapa. Udah deh kamu mending pulang aku juga mau keluar banyak pekerjaan "


" San kita belum selesai bicara "


Sandra tetap terus berjalan keluar dari ruangannya tanpa menghiraukan Simon, dia merasa muak akan sikap Simon. Laki-laki itu selalu bertingkah seolah-olah dia adalah pacar atau suaminya, dan dia pun selalu diam ketika selalu ada saja berita tentang dirinya dengan Simon yang katanya punya hubungan padahal kenyataannya tidak. Ketika membuka pintu ternyata sang asisten telah berdiri tidak jauh dari ruangan nya menunggu dirinya.


" Ayo "


" Iya miss "


Sandra dan asisten nya pun berjalan keluar dari butik, sejak tadi Sandra tak memperdulikan Simon yang terus berteriak memanggil nya atau mengejarnya dia lebih peduli dengan pekerjaan nya. Mobil Sandra pun melaju meninggalkan parkiran butik meninggalkan Simon yang masih berdiri melihat mobil itu menjauh.


Bersambung......


Terimakasih atas perhatiannya pada cerita ini 🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu like dan komentar serta vote nya yah 😊😊.


Kritik dan saran dari kalian sangat membantu dalam kelanjutan cerita ini dan kualitas nya kedepan. Sekali lagi terimakasih 😊🙏😉😉😉


__ADS_2