
Keesokan harinya siang hari di butik, Sandra kini sedang mengerjakan sesuatu yang di kirim oleh asisten nya dari paris. Namun pembicaraan nya kemarin malam dengan Dafa membuat Sandra kurang fokus entah sudah berapa banyak kertas-kertas berhamburan di lantai karena selalu saja di gagal membuat desain untuk klien nya.
Merasa tak akan berhasil dan sia-sia, Sandra pun beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju sofa yang berada di sudut ruangan dekat jendela dan langsung membaringkan diri nya di sofa tersebut. Sesekali Sandra memijat - mijat kecil kepala nya yang tiba-tiba pening. Memikirkan kembali kejadian kemarin membuat Sandra tenggelam dengan lamunan nya.
FLASHBACK ON
Setelah selesai makan malam, Sandra menemani Dafa mengerjakan tugas sekolah nya dan bermain didalam kamar. Di dalam kamar itu hanya ada mereka berdua karena Raka sedang berada di ruang kerja nya dan tuan dan nyonya McKenzie berada di ruang keluarga sedang menonton film.
Sebenarnya sejak tadi Sandra sedang menahan diri untuk tak langsung bertanya kepada Dafa perihal keinginan nya itu, Sandra sedang menunggu momen dimana Dafa sendiri lah yang mengatakan itu pada nya sendiri. Tapi Sandra tak bisa menunggu lebih lama setelah melihat tak ada tanda-tanda Dafa akan mengatakan nya langsung.
Diam-diam Sandra menghembuskan nafas lelah memikirkan semua itu, jika ini tak menyangkut dirinya mungkin Sandra tak akan mendadak frustasi sendiri apalagi itu keinginan kecil dirinya........dulu.
" Mommy kenapa? "
" Hah? "
"Mommy kenapa, muka mommy kayak daddy yang lagi stress kayak daddy kalau mikirin pekerjaan "
" Hah? enggak kok mommy nggak papa "
" Mommy yakin? "
" Iya sayang, PR nya gimana udah selesai atau ada yang sulit? "
" Nggak kok mom, udah selesai juga "
Sandra pun melihat ke arah jam yang berada di meja belajar Dafa sudah menunjukkan jam tidur Dafa.
" Yah udah sekarang sikat gigi cuci tangan dan kaki terus bobo yah "
" Oke mom "
Dafa pun turun dari kursi nya dan berjalan ke arah kamar mandi nya, mandiri sekali anak itu batin nya. Sandra pun membereskan meja belajar Dafa dan memasukan buku-buku yang akan di bawa oleh Dafa besok sesuai jadwal nya. Dafa yang telah selesai dari kamar mandi pun segera naik ke atas tempat tidur mengambil posisi tidur yang nyaman dan menunggu sang mommy untuk membacakan nya dongeng.
__ADS_1
Sandra pun menghampiri Dafa yang sudah siap di posisi tidur nya sambil membawa buku dongeng pilihan Dafa sendiri untuk malam ini, mengambil posisi nya untuk nya duduk, Sandra pun mulai membuka buku dongeng itu. Namun sebelum mulai membaca nya Sandra menatap Dafa yang juga ikut menatap nya, seperti nya ini saat nya batin nya.
" Dafa "
" Iya mom "
" Mommy boleh tanya sesuatu nggak? "
Menyadari mommy akan bertanya sesuatu membuat Dafa berpikir sesuatu, apa daddy udah ngomong sama mommy yah? batinnya.
Dafa pun bangun dari tidur nya dan duduk menghadap Sandra jadi lah posisi mereka saling berhadapan.
" Mommy mau tanya tentang keinginan Dafa itu yah? "
Sandra pun mengangguk sebagai jawaban.
" Berarti daddy udah ngomong sama mommy yah "
" Kalau Dafa jawab iya, apa mommy marah? "
" Kenapa mommy harus marah? "
Dafa hanya menggeleng-gelengkan kepala saja tanda tak tahu membuat Sandra tersenyum dan mengelus lembut kepala Dafa dengan sayang, di raih nya tangan Dafa dan di genggam nya erat.
" Mommy tidak marah sama Dafa dan mommy tidak akan pernah marah sama anak kesayangan mommy ini, lagi pula permintaan Dafa itu tidak salah bahkan banyak anak-anak di luar sana yang sama seperti Dafa menginginkan seorang ibu agar selalu tetap berada di sisi nya setiap waktu dan setiap hari sampai dia bertumbuh dewasa begitupun sebaliknya "
" Mengajarkan nya hal-hal yang baik agar ke depan nya sang anak ketika tumbuh dewasa dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan dapat menentukan jalan hidup nya sendiri. Dafa tau? Orang tua adalah guru terbaik sepanjang masa bagi anak-anak nya dan setiap hal yang di ajarkan kepada anak-anaknya, setiap hal yang di lakukan orang tua maka akan di contoh oleh sang anak "
" Jadi apakah Dafa mau mommy setiap saat dan setiap waktu berada di sisi Dafa?, mengajarkan Dafa mana yang baik dan buruk serta membimbing Dafa sampai dewasa? "
Dafa mengangguk kan kepala nya, dia ingin melakukan semua yang di katakan oleh sang mommy dan tentu nya bersama mommy dan daddy nya. Melihat Dafa mengangguk membuat Sandra mengerti.
" Mommy boleh tau, alasan utama Dafa menginginkan mommy untuk melakukan itu semua bersama Dafa"
__ADS_1
" Dafa iri mom, teman-teman Dafa setiap hari selalu bareng-bareng sama mommy mereka, di antar sekolah, di masakan bekal terus bisa punya adek juga yang bisa di ajak main "
" Jadi karena Dafa iri sama teman-teman Dafa? "
" Iya mom "
" Dafa tau nggak kalau kita itu nggak boleh iri sama orang lain? "
" Jadi kita nggak boleh iri sama orang lain mom? "
" Iya sayang, kita nggak boleh iri sama orang lain karena kalau kita iri sama orang lain bisa juga kita jadi jahat sama orang lain nya nanti "
" Dafa nggak mau jadi orang jahat mommy "
" Iya Dafa bukan orang jahat, jadi kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini nggak boleh saling iri lagi oke****? "
" Iya mom, terus mom jadi Dafa nggak boleh berharap mommy jadi mommy nya Dafa menikah sama daddy dan tinggal bareng? "
" Sayang menikah itu untuk 2 orang dewasa begitu juga antara mommy dan daddy, dan menikah juga itu harus keinginan dari hati sendiri tidak bisa kalau cuma 1 orang aja "
" Jadi mommy nggak mau? "
" Untuk itu mommy tidak menjawabnya sekarang. Nanti mommy bicarakan dengan daddy dulu yah? nanti mommy kasih tau hasilnya oke? "
" Baik lah "
" Yah udah sekarang Dafa bobo aja biar nggak telat sekolah nya "
Dafa pun membaringkan tubuh nya dan memejamkan mata nya sambil tangan nya masih menggenggam tangan Sandra dengan erat dan tangan sebelah Sandra mengelus kepala Dafa dengan lembut.
FLASHBACK OF
TBC.........
__ADS_1