My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 65


__ADS_3

" Hiks.....hiks mommy...hiks "


" Hiks.....mommy hiks...where are you hiks mommy "


Entah sejak kapan suara tangisan yang terdengar familiar itu berlangsung hingga sampai di telinga Raka, yang pasti kini pria itu pun tersentak bangun dari tidur nya dan menoleh ke arah sumber suara tangisan tersebut.


Dilihatnya sang anak kini sudah terduduk sambil menangis di atas kasur milik Sandra. Tapi tunggu kemana pergi nya perempuan itu? Mengabaikan kebingungan nya, Raka pun menghampiri sang anak.


" Boy hey kok nangis? kenapa hm? "


" Mommy hiks "


" Mommy? mommy kenapa kok Dafa nangis? "


" Hiks mommy nggak ada dad hiks "


" Nggak ada? nggak ada gimana? "


" Ta-tadi hiks Dafa ba-bangun hiks mommy hiks nggak a-ada hiks hiks "


Raka masih merasa bingung dengan jawaban sang anak, Raka pun memeluk sang anak untuk menenangkan nya.


" Ssstt udah dafa di sini dulu ok, daddy cari mommy dulu Dafa jangan nangis yah "


Dafa pun menganggukkan kepalanya sambil menghapus air matanya namun tetap saja air matanya tetap lah turun mengaliri di pipi montok nya. Raka pun turun dari kasur dan mulai mencari Sandra, Raka mulai mencari di kamar mandi dan terlihat pintu tersebut terbuka sedikit Raka pun membuka pintu kamar mandi itu dan tak mendapati orang yang di carinya. Berjalan ke arah pintu samping dan melihat ke sekitar kolam renang namun tidak ada.


Raka pun berjalan masuk namun perhatian nya terahlikan di depan sebuah lemari terdapat dua koper yang masih terbuka namun terlihat rapi, Raka pun berjalan menuju dua koper itu dan merasa bingung lantaran hanya ada dua koper milik nya dan milik Dafa seharusnya ada 3 koper dan 1 nya itu adalah milik Sandra. Yang jadi pertanyaan kemana koper perempuan itu termaksud sang pemilik.

__ADS_1


Raka pun berjalan ke arah nakas samping tempat tidur nya dan mengambil ponsel milik nya lalu segera menghubungi Sandra. Namun berkali-kali mencoba hanya operator yang menjawab nya. Raka pun semakin di landa kebingungan.


" Daddy look "


Raka pun menoleh ke arah sang anak dan melihat sang anak sedang memegang sebuah kertas, Raka pun menghampiri sang anak dan mengambil kertas itu.


" Dafa dapat dari mana kertas ini? "


" Di situ dad, dad apakah itu dari mommy? "


" Daddy liat dulu yah "


" Iya daddy "


Raka pun membuka kertas itu dan mulai membaca tulisan singkat yang sangat rapi itu.


Hai kak, maaf yah kalau aku pergi diam-diam aku cuma nggak mau ganggu kakak aja, mungkin saat kakak menemukan surat ini aku udah balik ke jakarta. Maaf kalau aku nggak menempati janji aku sama kakak dan Dafa, sejak malam itu aku sadar posisi aku kini dan janji aku sebelumnya ke kakak. Tapi kakak nggak perlu marah dan nyalain orang lain atau tante nya kak Melisa karena itu juga benar kak. Hehehe sekali lagi aku minta maaf.


^^^Love ❤^^^


^^^Sandra^^^


Setelah membaca surat itu yang ternyata dari Sandra, Raka semakin kesal pada tante dari mantan istrinya itu dan pada dirinya sendiri. Jika seandainya dia lebih berusaha meyakinkan Sandra semalam semua tidak akan seperti ini mungkin kini mereka bisa menikmati liburan mereka dan hanya dalam 1 malam semua nya hancur.


Raka pun melirik ke arah sang anak yang kini juga menatap dirinya, menghembuskan nafas lelah Raka kini berlutut di hadapan sang anak.


" Boy kita pulang ke jakarta sekarang yah? "

__ADS_1


" Pulang? tapi kita kan mau liburan dad "


" Iya daddy tau, tapi kita pulang yah sekarang? "


" Mommy? "


" Mommy, mommy udah pulang duluan ke jakarta "


" Kok pulang duluan sih dad kan mommy udah janji sama Dafa mau liburan bareng "


" Sayang, mommy ada pekerjaan mendadak jadi harus pulang duluan dan nggak pamit sama Dafa karena terburu-buru jadi katanya mommy minta maaf sama Dafa "


" Gitu yah dad, jadi kita pulang? "


" Iya Dafa mau kan? "


Sang anak pun hanya mengangguk kan kepalanya dengan lesu, Raka tau kalau sang anak tengah bersedih namun Raka tak punya pilihan lain selain pulang ke jakarta. Raka pun meminta sang anak untuk mandi yang langsung di turuti oleh sang anak sementara Raka mulai merapikan barang-barang mereka.


Setelah sang anak siap dengan pakaian santai nya kini giliran Raka yang bersiap-siap, sebelum mandi tadi Raka sudah menelepon asisten nya untuk menjemput dirinya agar lebih mudah sehingga sang anak tetap merasa nyaman. Setelah selesai bersiap-siap, Raka mulai merapikan koper mereka dan membawa nya ke luar. Beruntung ada petugas hotel yang membantu nya, setelah itu baru lah dirinya dan sang anak meninggalkan kamar hotel yang di sewa nya menuju lobi di mana mobil yang menjemput nya telah menunggu.


Sampai di lobi, petugas hotel pun mulai memasukan koper-koper nya ke dalam mobil dan baru lah setelah itu dirinya dan Dafa masuk ke dalam mobil meninggalkan lobi hotel. Dan kini mereka menuju bandara di mana pesawat pribadi nya menunggu.


To be continued.......


Terimakasih atas perhatiannya 🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk selalu memberikan like dan komen nya juga 🙏☺

__ADS_1


Kritik dan saran dari kalian akan selalu di terima......sekali lagi terimakasih 🙏🙏🙏😘😘😘😊😊😊


__ADS_2