
Setelah selesai makan siang bersama, Kini Sandra sedang menemani Dafa bermain dalam kamar ah tidak hanya Dafa lah yang bermain Sandra hanya berdiam diri sambil sesekali ikut bermain. Sandra merasa senang karena hadiah oleh-oleh dari nya sangat di sukai oleh Dafa, terbukti ketika Sandra memberikan hadiah tersebut anak itu langsung berteriak girang karena mendapat hadiah bahkan langsung menarik tangan Sandra berlari menuju kamar nya untuk bermain.
Setelah merasa bosan dengan mainan nya, Dafa berjalan ke arah Sandra dan langsung duduk dalam pangkuan Sandra lalu menyadarkan kepalanya di dada Sandra.
" Kenapa hm, udah ngantuk? "
Dafa hanya mengangguk kan kepalanya tanpa menjawab.
" Yaudah Dafa cuci kaki sama tangan dulu yuk "
Sandra pun berdiri dari duduk nya sambil tetap menggendong Dafa menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi Sandra menurunkan Dafa dari gendongan nya dan membantu nya berdiri di tangga kecil yang sudah di siapkan untuk Dafa, lalu setelah itu Sandra membantu Dafa cuci tangan dan kaki lalu membasuh nya dengan handuk.
Setelah selesai dari kamar mandi, Sandra berjalan menuju tempat tidur lalu membaringkan Dafa dan dia pun ikut berbaring di sebelah Dafa. Namun sebelum itu Sandra terlebih dahulu menyalakan AC agar Dafa merasa nyaman. Dan setelah itu baru lah Sandra berbaring dan memeluk Dafa sambil mengusap-usap kepala Dafa.
Tak membutuhkan waktu lama Dafa sudah tertidur dengan nyenyak, Sandra pun membenarkan posisi Dafa tidur dan pelan-pelan bangun dari posisi nya dan turun dari tempat tidur. Setelah memastikan Dafa tidur dengan nyenyak Sandra pun berjalan keluar dari kamar Dafa secara perlahan.
Ketika membuka pintu Sandra melihat Raka yang berjalan menuju ke arah nya, Sandra pun menutup pintu kamar Dafa dan menghampiri Raka.
" Dafa udah tidur? "
" Iya udah "
" Tolong buatin kopi boleh? "
" Boleh kok, mau minum di mana? "
" Ruang kerja aku aja sekalian temenin aku kerja "
" Yaudah "
Mereka pun sama-sama turun ke lantai bawa sampai di lantai bawa mereka berpisah arah, Sandra ke arah dapur dan Raka ke arah ruang kerja nya. Di dapur Sandra melihat asisten rumah Raka sedang membersihkan dapur yang berantakan.
" Eh non Sandra "
__ADS_1
" Bi "
" Non ada apa ke sini, non Sandra butuh sesuatu? "
" Enggak kok bi, aku cuma mau buat kopi sama minuman buat aku sama kak Raka aja "
" Oalah yaudah non biar bibi aja yang buatin kalau begitu "
" Nggak papa kok bi, aku bisa sendiri kok bibi lanjutin kerjaan bibi aja "
" Non yakin "
" Yakin bi "
" Yaudah, silakan non "
" Makasih bi "
Setelah semua siap, Sandra pun menaruh nya di nampan dan membawa nya ke ruang kerja Raka.
" Bi Saya duluan yah "
" Iya non "
Sandra pun berjalan menuju ruang kerja Raka, begitu sampai di depan ruang kerja Raka Sandra justru kebingungan bagaimana cara nya dia mengetok pintu tersebut. Namun sebelum menemukan cara, pintu tersebut sudah terbuka terlebih dahulu dari dalam dan menampakkan sosok Raka.
" Kenapa nggak langsung masuk aja "
Mendengar itu Sandra justru menjadi kesal gara-gara pertanyaan konyol tersebut.
" Kakak nggak liat aku bawa apa "
Sontak Raka menurunkan pandangan nya ke arah yang di bawa oleh perempuan di hadapan nya itu.
__ADS_1
" Sorry, sini aku yang bawa "
" Dari tadi kek "
Raka hanya tersenyum mendengar nada ketus dari perempuan yang mengikuti nya dari belakang. Sebenarnya Raka tau kalau Sandra kesulitan untuk membuka atau sekedar mengetok pintu karena bawaannya dan tadi pun dia hanya sekedar usil pada perempuan itu.
Raka pun menaruh nampan yang di bawa nya ke atas meja yang tidak jauh dari meja kerjanya, lalu berbalik dan menemukan kalau perempuan yang dia kerjain tadi nampak nya masih kesal.
" Kenapa hm "
Sandra tidak menjawab, hanya memalingkan wajahnya ke arah lain asal tidak melihat ke arah Raka.
" Yaudah aku minta maaf yah "
" Iya "
" Kok nggak ikhlas maafin nya "
" Ikhlas kok "
Raka pun hanya tersenyum mendengar nada ketus yang masih kentara itu, Raka pun maju dan menarik Sandra masuk ke dalam pelukkan nya sehingga membuat Sandra terkejut.
" Maafin yah "
Ucapan lembut yang berasal dari Raka itu ternyata masih mampu meluluhkan hati Sandra dan kekesalan Sandra sama seperti dulu sehingga mampu membuat Sandra mengangguk kan kepala nya semudah itu dan satu hal yang Sandra pahami kalau efek Raka terhadap diri nya msih lah sangat besar.
Bersambung.........
Terimakasih atas perhatiannya 😊😊
Jangan lupa untuk selalu like, komen dan vote agar kedepan semakin semangat dalam berkarya 😊😊💛💛.
Kritik dan saran dari kalian sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas cerita ini.......makasih 😊😊💛💛
__ADS_1