My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 79


__ADS_3

Setelah bersiap-siap tadi, kini Sandra tengah membantu Dafa merapikan tas sekolah nya, saat dia masuk ke dalam kamar ternyata anak itu telah bangun bahkan tengah memakai baju sekolah nya sendiri. Walaupun anak itu masih belum seceria biasa nya tapi Sandra memaklumi nya.


" Oke udah beres, sekarang ayo turun ke bawah kita sarapan "


Sandra pun menggandeng tangan Dafa keluar dari kamar di tangan kiri nya di memegang tas milik Dafa, saat sudah berada di luar kamar Sandra menoleh ke arah kanan tepat nya ke arah kamar Raka dia jadi teringat pesan nyonya Nathalie tadi. Sandra pun menoleh dan berjongkok ke arah Dafa yang menatapnya bingung hingga membuatnya tersenyum.


" Dafa sayang, Dafa mau nggak ikut mommy buat bangunin daddy? "


Dafa sejenak melirik ke arah pintu kamar sang daddy yang masih tertutup rapat lalu menoleh ke arah Sandra yang menunggu jawaban nya, namun bukan jawaban yang di berikan nya Dafa malah menundukkan kepala nya. Sandra yang melihat nya hanya tersenyum paham akan perasaan anak itu.


" Yah udah kalau emang Dafa nggak mau, Dafa turun duluan aja dulu biar mommy yang bangunin daddy oke? "


Dafa pun mendongak menatap Sandra dan kembali menunduk dan hanya kembali menggeleng membuat Sandra hanya bisa tersenyum maklum, dia tau Dafa sebenarnya ingin ikut terlihat dari mata nya tadi namun masih merasa takut pada sang daddy perihal kejadian semalam.


" Yah udah yuk kalau gitu kita bangunin daddy, kasian loh nanti daddy terlambat ke kantor nya "


Sandra pun bangkit dan menggandeng tangan Dafa mengajak nya menuju kamar sang daddy, ketika sampai di depan pintu Sandra segera mengetok pintu tersebut namun tak mendapat jawaban Sandra kembali mengetok pintu itu sebanyak 3x namun tetap sama tak ada jawaban.


Karena merasa bahwa sang pemilik kamar belum bangun Sandra kembali berniat untuk mengetok pintu tersebut namun ternyata pintu tersebut lebih dulu terbuka dari dalam, Dapat dilihat ternyata sang pemilik kamar - Raka - tengah bersiap-siap bukti nya dia telah siap dengan pakaian kantor nya namun belum rapi.


" Ada apa? "

__ADS_1


" Eh, aku kira kak Raka belum bangun tadi "


" Udah kok "


" Yah udah kalau gitu "


" Ehm, sebenarnya emang cuma gitu aja sih soalnya tadi mommy minta aku buat bangunin kakak sekalian "


Raka pun hanya mengangguk dan menoleh pada sang anak yang hanya menundukkan kepala nya. Raka pun menghembuskan nafas lelah lalu mensejajarkan badan nya dengan sang anak.


" Hey ada apa kok nggak di jawab "


" Hey lihat daddy "


Dafa pun mendongak melihat ke arah sang daddy namun masih tetap menggenggam erat tangan Sandra.


" Daddy nggak marah sama Dafa karena semalam, daddy cuma nggak suka sama sikap Dafa yang marah-marah di depan orang yang lebih dewasa apalagi itu tamu nya opa "


" .............. "


" Dafa boleh marah cuma semalam cara nya yang salah, harus nya Dafa tanya dulu sama daddy, mommy, oma atau opa "

__ADS_1


" Daddy nggak akan menikah sama tante itu kan? Dafa nggak akan punya mommy lain lagi kan selain mommy Melisa dan mommy Sandra? "


" Enggak boy, daddy kan udah janji sama kamu kalau daddy akan selalu sama-sama kamu dan enggak akan menikah lagi tanpa persetujuan dari anak kesayangan daddy ini "


" Daddy nggak bohong? "


" Emang daddy pernah bohong sama Dafa "


" Enggak "


" Yah udah kalau gitu sekarang Dafa sarapan gih ntar terlambat loh "


" Sama daddy "


" Yah udah kalau gitu tunggu bentar "


Raka pun bangkit dan berbalik masuk ke dalam kamar dan melanjutkan kegiatan nya yang tertunda untuk bersiap-siap, setelah beres Raka pun berjalan keluar kamar sambil menenteng tas kerja dan jas milik nya. Setelah menutup pintu kamar nya dia pun menggendong Dafa setelah memberikan tas dan jas nya pada Sandra lalu mereka pun berjalan menuruni anak tangga untuk sarapan bersama.


...○○○○○○○...


TBC.......

__ADS_1


__ADS_2