
Perjalanan menuju sekolah Dafa saat ini di rasa sangat lama oleh Sandra. Yaps.....saat ini Raka dan Sandra sedang berada di dalam mobil untuk menjemput Dafa sesuai dengan rencana mereka tadi.
Setelah kejadian beberapa waktu tadi, keadaan di dalam mobil itu menjadi sangat hening hingga membuat Sandra merasa canggung terlebih lagi sikap Raka yang terlihat biasa-biasa saja seolah-olah kejadian tadi tidak lah terjadi. Namun lain hal nya dengan Raka, dia tau kalau perempuan di samping nya itu merasa canggung berada di dekat nya.
Sejujurnya Raka tadi hanya ingin mengerjai kedua orang itu agar tidak bersikap semau nya seperti tadi, tapi dia tidak menyangka tindakan nya itu membuat Sandra merasa canggung kepada nya.
" Ekhm "
" Kenapa kak "
" Tak apa "
" Hm, seperti nya kita akan terlambat sedikit kak kalau macet seperti ini "
" Ah iya benar, semoga Dafa tak marah karena kita terlambat menjemput nya "
" Semoga "
Perjalanan mereka menuju sekolah Dafa harus sedikit terhambat dikarenakan jalanan yang sedang macet yah maklum saja ini jam makan siang tentu banyak orang-orang yang ingin menikmati makan siang mereka di luar.
Hampir sejam terjebak dengan kemacetan akhir nya mereka sampai juga di sekolah Dafa, ketika mereka berdua turun dari mobil terlihat sekitaran sekolah yang nampak sepi mungkin hanya ada para guru-guru dan beberapa murid lainnya yang menunggu jemputan.
Sandra dan Raka pun berjalan masuk ke dalam area sekolah untuk mencari Dafa, dari jauh sudah terlihat sosok Dafa yang sedang duduk di sebuah bangku taman di temani oleh seorang guru mungkin itu wali kelas nya. Melihat itu Sandra segera berjalan tergesa-gesa menuju ke arah Dafa mendahului Raka.
" Dafa "
Mendengar suara yang cukup familiar di telinganya, Dafa pun mendongak melihat ke arah depan dan mendapati Sandra yang berjalan cepat ke arah nya di ikuti sang daddy di belakang nya. Dafa pun bangkit berdiri dari duduk nya dan berlari ke arah Sandra.
" Mommy "
" Anak mommy, maaf yah sayang mommy sama daddy telat jemput nya "
" Hehehe, nggak papa kok mom kan ada bu guru "
__ADS_1
Sandra pun menoleh ke arah belakang Dafa dan mendapati guru anak itu tersebut masih ada di sana, Sandra pun berdiri dari posisi jongkok nya bersamaan dengan guru itu menghampiri mereka.
" Selamat siang ibu "
" Siang bu, maaf kami telat soal nya tadi kami terjebak macet "
" Tidak masalah bu, saya mengerti apalagi ini jam makan siang "
" Ah iya "
" Yah sudah Dafa karena orang tua kamu sudah datang ibu permisi yah "
" Iya bu guru makasih yah udah nemenin Dafa "
" Iya sayang sama-sama "
" Saya permisi ibu bapak "
" Iya sama-sama, permisi "
" Iya "
Guru tersebut pun beranjak pergi meninggalkan mereka, setelah itu Raka, Sandra dan Dafa pun berbalik berjalan menuju mobil. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Raka pun menjalankan mobil nya meninggalkan area sekolah menuju restaurant pilihan Dafa untuk makan siang.
Setelah sampai di sebuah restaurant, mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam bersama-sama. Dafa yang sudah merasa lapar pun segera menarik tangan Sandra untuk segera masuk, saat sudah berada di dalam mereka pun di arahkan oleh pelayan ke arah meja mereka.
Untuk saja sebelum berangkat tadi Raka telah melakukan reservasi terlebih dahulu agar mereka tak perlu menunggu mengingat ini jam makan siang. Setelah sampai di meja mereka, pelayan pun memberikan mereka buku menu.
" Mom Dafa mau makan ayam bakar boleh? "
" Boleh sayang "
" Yeyyyy "
__ADS_1
Sandra pun mulai menyebutkan pesanan mereka dan yang tentu nya menu mereka itu tak jauh-jauh dari yang nama nya sayuran terlebih lagi makanan Dafa tak ada sayuran nya. Sambil menunggu pesanan mereka Dafa sesekali melihat-lihat sekitar dan mata nya nampak berbinar melihat area bermain di restaurant itu.
" Mom "
" Iya sayang "
" Dafa boleh main di sana? "
" Di mana? "
" Di sana mom "
Sandra pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Dafa dan benar saja di sana terdapat area bermain yang di sediakan oleh pihak restaurant agar anak-anak yang ikut dengan orang tua nya tidak rewel dan para orang tua pun dapat menikmati makan mereka sambil sesekali mengawasi anak-anak mereka.
" Iya boleh "
" Yeayy, thank you mom "
" Eits, tapi harus makan siang dulu sama makan sayur juga "
" Ok mom "
Dafa pun menjadi tak sabar ingin segera mencoba beberapa permainan di sana, Raka yang melihat interaksi antara Sandra dan Dafa pun tersenyum bahagia. Sejak bertemu dengan Sandra anak nya itu jadi lebih menurut dan tak pilih-pilih lagi dalam hal makanan, contoh nya saja sayuran padahal anak nya itu tak suka yang namanya sayuran sama seperti diri nya.
Tapi berkat Sandra anak nya menjadi suka dengan sayuran tanpa harus di paksa atau di iming-iming dengan mainan. Sandra yang melihat Raka sedang menatapnya sambil tersenyum mendadak bingung sekaligus gugup di tatap sedalam itu.
" Ada apa? "
" Nggak papa, tuh makanan nya udah datang "
Dan benar saja pelayan pun datang mengantar makanan mereka, setelah semua pesanan mereka tersaji di atas meja mereka pun mulai menyantap makanan masing-masing.
TBC.......
__ADS_1