
Tanpa di duga ternyata bunda dan ayah pulang mendadak. Saat itu bunda yang akan menemui Revan dan Aletta yang di infokan oleh pelayan rumah bahwa keduanya sedang makan siang, malah mendapatkan pemandangan mengejutkan.
Bunda merusak momen pasangan pengantin baru!
Aletta tidak puas-puasnya menyiksa Revan karena hal itu. Mencubit,menimpuk dengan bantal, menjerit kesal di depan Revan pun ia lakukan. Ia sangat malu, bunda melihat mereka dalam posisi yang sangat intim.
"Aduh, udahan dong Al, ngamuknya!" keluh Revan, "Wajar, kita udah nikah, kenapa reaksi kamu kaya anak SMA ketahuan mesum sih." dan kalimat ini sukses membuat Aletta semakin melotot tajam ke arah suaminya.
"Revan!" pekiknya kesal.
"Duh! Diam bentar ada telepon ini." lagian siapa sih yang telepon malam-malam begini.
Tanpa ia sadari Aletta melirik melihat siapa yang menelepon suaminya itu, matanya memicing tak suka saat membaca bahwa Tasya lah yang menghubungi suaminya.
"Bentar, ya sayang aku terima telepon dulu." pamitnya pada Aletta lalu menjauh.
Dalam hatinya, Aletta tidak henti-hentinya menyumpahi si ulat bulu alias Tasya. Sudah tahu Revan suami orang masih saja kegatelan.
Eh tunggu, apa barusan Aletta cemburu?
Aletta menggelengkan kepalanya keras, bukan karena ia menolak bahwa ia cemburu.
Tapi ia tidak mau kalah dengan Tasya, enak saja!
...
Sore ini Revan di kejutkan dengan penampilan Aletta perempuan itu hanya menggunakan hotpants dan kaus ketat sebatas pinggang yang mencetak seluruh bagian tubuhnya.
Apa Aletta sedang menggodanya?
Tapi dugaannya salah, perempuan itu keluar dari kamar dan, "Ganti bajumu dulu!" tegas Revan dengan wajah yang seolah tak suka.
Aletta yang hampir menyentuh gagang pintu berbalik dengan wajah heran.
"Mau kemana dengan baju seperti itu?"
__ADS_1
"Yaa.. cuma di rumah aku mau minum ke dapur." jawabnya santai.
"Ganti, Aletta atau aku yang akan menelanjangi mu secara paksa!" jujur Revan tidak suka apabila istrinya berkeliaran mempertontonkan bentuk tubuhnya yang hanya dia lah yang berhak melihatnya.
"Nggak mau, udaranya gerah banget, Re."
"Kamu bisa atur pendingin ruangan supaya lebih sejuk."
"Re! Ngapa sih, cuma di rumah, Re." remgek Aletta kesal.
"Cuma di rumah? Di rumah ini ada banyak pelayan, penjaga, juga ada ayah! Aku gak suka, lepas!" geram Revan.
"Atau aku akan menelanjangi kamu sekarang juga?!" ancam Revan.
"Kamu gak adil ya, Re. Pas Tasya seksi kamu suka, giliran aku, kamu gak suka dan marahin aku!"
"Aku marah karena aku sayang dan perhatian sama kamu, aku gak mau tubuh istriku jadi konsumsi orang banyak!" elak Revan kesal mengusap rambutnya kesal ke belakang. Bisa-bisanya, istrinya berkata begitu.
Aletta terdiam cukup lama setelah mendengar penuturan Revan.
"Ish! Iya-iya!" Aletta menghentakkan kakinya kesal ke lantai sedangkan Revan hanya bisa membuang kasar napasnya. Aletta sulit sekali di atur, suka semaunya sendiri, apa itu akibat karena Aletta menikah bukan karena maunya sendiri?
Jadi ia memberontak dengan cara seperti itu?
Aletta mengganti bajunya dengan daster berbahan tipis namun adem dan tidak menerawang jika di kenakan. Di rumahnya ia biasa seperti itu tapi sekarang, tidak. Aletta lupa kalau yang ada di rumah ini bukan hanya suaminya, tapi ada lainnya juga yang bukan keluarganya.
Revan datang dan bernapas lega saat melihat pakaian Aletta yang sudah lebih baik. Ia meletakkan air minum di nakas.
"Ini aku ambilkan air, kamu gak perlu keluar dari kamar."
"Kok gak dingin, Re. Gak mau!" tolaknya seperti anak kecil. Aletta terbiasa minum air dingin.
Ia duduk di atas ranjang dengan wajah cemberut, Revan mau marah akan sifat kekanak-kanakan Aletta, tapi ia gemas saat melihat betapa lucunya Aletta saat marah.
"Oke, aku akan minta Sri ambilkan untukmu." Sri adalah pembantu baru yang salah saat masak telur untuk Aletta. Ia kira saat itu pelayan senior memintanya menggoreng telur untuk nya bukan untuk sang istri dari Tuannya. Karena ia kesal di suruh oleh sesama pelayan jadi ia berniat mengerjai. Duh, pelayan baru sudah buat ulah saja, untung tidak di pecat!
__ADS_1
Aletta sibuk memainkan ponselnya, Revan sesekali melirik dengan posisi berdiri ia bisa melihat apa yang di lakukan Aletta dengan ponselnya.
"Ngapain sih ikutan giveaway kaya gitu, dapet juga enggak." remeh Revan.
"Siapa bilang, aku pernah dapat!"
"Lebih baik beli saja dari pada ikut belum tentu dapat."
"Nggak ah, ntar uang aku cepat habis, aku harus hemat sekarang aku udah gak kerja." jawab Aletta dengan polosnya.
"Aku kan bisa kasih kamu uang, Al."
"Mana? Kamu gak kasih aku tuh dari kemarin."
"Kamu gak minta!" elak Revan, Aletta mendecih sebal.
"Aku juga gak mau, Re. Pakai uang orang tua kamu, padahal kamu kan suami aku yang harusnya kasih nafkah." lagi-lagi istrinya tidak percaya bahwa uangnya yang uangnya, ia sekalipun tak pernah minta dengan ayah ataupun bunda.
"Terserah!"
Revan mulai jengah sendiri, berapa kali ia harus mengatakan pada istrinya bahwa ia bukan anak peminta, sejak sekolah menengah atas, ia sudah mampu menghasilkan uangnya sendiri.
Disaat anak-anak main game, kartu, dan sebagainya di basecamp. Ia malah terfokus pada laptopnya untuk mengerjakan beberapa urusan perusahaan.
"Reee.. " rengek Aletta memanggil suaminya yang hampir saja meninggalkan dirinya sendiri karena kesal.
"Apa lagi?!" sentak Revan tanpa menoleh, Aletta yang nyalinya langsung ciut saat di hadapkan dengan emosi Revan langsung diam.
"Nggak apa-apa." gumamnya lirih.
Apa Aletta akan selalu begini? Merendahkan dirinya lalu menyesal kemudian?
Hayooo biasanya yang cewek yang selalu tersakiti, sekarang berbalik yaa
Ayo komen, like dan vote jika kalian suka episode ini terimakasih...
__ADS_1
salam manis dari candy yang manis.