My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : She's Mine


__ADS_3

Aletta benci takdirnya!


Kenapa harus begini ?


Kenapa harus segininya takdir mempermainkan dirinya?!


Disaat dia membuka hati untuk Adrian Aksa Wiratmadja, tapi cintanya yang hilang datang lagi.


Revan Agra Bagaskara.


Lelaki itu berdiri dengan gagahnya di hadapannya, tatapan pria itu sulit di artikan.


Namun, selanjutnya terjelaskan oleh dekapan hangat yang ia rindukan berbulan-bulan lamanya.


"Re..." lirihnya tak percaya, bahkan air matanya sudah menggenang di kelopak mata, ada rasa rindu yang menggebu, juga ada rasa bingung yang mendominasi, bagaimana ia harus bicara pada Aksa.


Kesempatan itu tidak mungkin ia tarik, tidak mungkin ia beralasan salah bicara.


Karena kenyataannya, perlindungan yang diberikan Aksa, mendorongnya untuk memberi kesempatan kedua untuk Aksa.


"Ale, I miss you!" bisik Revan, ia senang bertemu dengan Aletta lagi, ia rindu mendekap wanita itu meski sekarang dekapannya terhalang oleh sesuatu.


"Siapa, Ra?" tanya Adrian menginterupsi kegiatan mengharukan itu.


Pria itu terdiam melihat wanita yang baru memberikannya kesempatan sehari yang lalu sekarang ada dalam dekapan pria lain.


Aletta mematung, ia masih ada dalam dekapan Revan yang menatap nyalang pada Adrian, perlahan pria itu melepaskan pelukannya.


"Bangsat lo!" teriak Revan emosi, ia emosi setiap melihat pria yang membuatnya meninggalkan Aletta.


Aletta seketika panik melihat situasi yang mulai tidak kondusif.


"Kalian mau apa? Please, jangan berantem..." pinta Aletta yang bersiap menengahi keduanya yang saling beradu tatapan tajam.


"Oke, gue gak akan pukulin cowok sialan ini, tapi kita pulang!"

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Revan menarik tangan Aletta menuju pintu dimana tadi mereka bersitatap dan melepas rindu.


Aletta tersentak saat tangan satunya di cekal oleh Adrian, "Nggak bisa!" ucap Adrian dingin.


"Punya hak apa lo larang gue bawa istri gue, hah?!" hardik Revan kasar.


"Istri? Kalian udah cerai kalau lo lupa, Van!" balas Adrian tak mau kalah kencang suaranya dari hardikan Revan.


"Siapa bilang? Surat perceraian belum gue bawa ke pengadilan, jadi Aletta masih milik gue !"


Aletta menatap bingung ke arah Revan yang sibuk adu argumen dengan Adrian.


' Tapi, Jonathan bilang, Dio juga bilang, semuanya sudah selesai.' batin Aletta heran, jujur saja Aletta tidak paham bagaimana perceraian di urus, maklum kalau ia bisa di bodohi oleh Revan seperti ini.


"Lebih baik lo!" Revan berkata penuh penekanan sambil menunjuk pada Adrian, "Tau diri untuk enggak ngejar-ngejar istri orang!" kata Revan pelan namun penuh penekanan yang benar-benar menghancurkan harga diri Adrian, tangan pria itu mengepal kuat, ia tidak terima di katai begitu oleh saingannya. Tidak !


"Sialan lo! Lo mikir woi, mikir! Sebesar apa cinta lo buat Tara? Hah? Gue yakin cinta gue buat dia lebih besar daripada punya lo! Dengan mudahnya lo pergi tanpa denger penjelasan dia!"


Aletta menatap keduanya bingung ia bingung sekarang harus bagaimana.


Revan menoleh Aletta yang menunduk di belakangnya, ia melihat pipi tembam itu basah oleh air mata.


Rasanya masih sama, sakit saat melihat Aletta menangis, tapi beraninya ia yang malah membuat Aletta menangis!


"Ayo, Tara!"


Melihat Revan lengah, Adrian mengambil alih Aletta dari genggaman tangan Revan.


"Nggak bisa! Lo jangan lupa, penyebab semuanya itu lo, Adrian!" balas Revan tak mau kalah.


"Tapi gue tanggungjawab sama Aletta dan anak kami!"


Dan kalimat terakhir yang terlontar dari mulut Adrian benar-benar membuat Revan membatu.


'Anak kami? Maksudnya apa, anak Aletta dan Adrian gitu? Nggak, nggak mungkin!' tolak Revan dalam hatinya.

__ADS_1


"Takdir memang lucu, Van. Jodoh ternyata tetap bertemu, walaupun dulu gue ninggalin dia, akhirnya dia kembali di tangan gue, Van. Makasih, udah jagain dia buat gue." kata Adrian licik, Aletta yang dari tadi seperti orang bodoh, menatap Adrian protes.


"Aksa!" tegur Adrian.


"Why? Kamu janji untuk kesempatan kedua, demi anak kita kan?"


"Tapi, Aksa, anak yang aku kandung ini, buk___"


"Iya, aku yang bakal jelasin ke mantan suami kamu, anak yang kamu kandung itu anak aku, bukan anak dia!" ucap Adrian penuh penekanan, ia menatap remeh pada Revan yang sekarang tak berkutik.


'Kenapa kamu lakuin ini, Aksa?' batin Aletta jadi serba salah. Mau menyalahkan Adrian, salahnya juga terlalu buru-buru memberikan kesempatan kedua.


Bugh!


"Aksa!" pekik Aletta, saat Adrian tersungkur akibat pukulan dari Revan yang mendarat di hidung mancung pria itu.


"Hahah!" Adrian cuma tertawa meledek ke arah Revan yang terbakar emosi.


"She is mine, Van!"


"Stop!" teriak Aletta, saat Revan yang tersulut emosi itu hampir memukul Adrian kembali.


*Boleh komen untuk episode yang mungkin bakalan terakhir update sebelum author benar-benar Hiatus sejenak?


*Pasti bosan ya? Maaf ya, karena alurnya gak sesuai yang kalian angankan, karena dari awal alurnya begini yang author rencanakan bahkan saya saja bingung akhirnya Aletta harus sama siapa


*Tapi yang sudah tahu Be Yours udah bisa nebak sih ya?


Makasih selama ini yang sudah mau mampir dan like setiap episodenya karya saya ini


Maaf kalau belum memenuhi ekspektasi pembaca dan maaf kalau tidak menghibur kalian 🙏


Once again...


Thankyou!

__ADS_1


__ADS_2