My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : BellAdrian


__ADS_3

"Aksa, kamu mau ya di jodohkan sama Adinda?" bujuk Indira, sedangkan Adrian, sang putra berusaha keras pura-pura tidur.


"Mama tahu kamu gak tidur." ucap Indira, sambil menarik selimut yang di kenakan putranya, yang membuat Adrian bangkit sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Maa, gak bisa! Aksa gak mau!" sahutnya tegas.


"Tapi ini kemauan kakek kamu lho." tambah Indira yang masih setia duduk di ujung kasur sang putra.


"Ya terus??? Aksa cinta sama Aletta terus Aksa juga punya Bella!" tutur pria itu dengan percaya dirinya.


Indira menganga mendengar penuturan anaknya, bisa-bisanya putranya memiliki banyak wanita.


"Sa! Aletta udah nikah, sadar!"


Indira mengguncangkan bahu tegap putranya, sedangkan Adrian hanya menunduk dengan pandangan kosong, mata Indira tak berhenti menatap prihatin pada Adrian.


Di tinggal nikah kekasihnya dan malah berpacaran dengan Bella.


Sebenarnya, Indira suka dengan Bella, gadis itu sangat baik dan tidak sombong meski seorang aktris ternama.


Tapi, apa dayanya?


Mertuanya, alias kakek Adrian mendesaknya untuk membujuk sang putra agar mau di jodohkan dengan anak dari sahabat mertuanya.


"Sa, ketemu dulu sama anaknya, liat dulu kalau kamu gak suka, nanti mama bantu ngomong sama kakek kamu." tawar Indira halus, agar anaknya tidak terus memberontak.


Adrian mendongak tegas, "Mama, Aksa udah tahu, kalau yang di jodohkan sama Aksa itu bocah SMA! Aksa gak mau!" tolaknya mentah-mentah, jelas ia menolak ia adalah pria matang dengan usia memasuki usia ideal untuk menikah sedangkan yang di jodohkan dengannya adalah bocah kelas sebelas SMA!


"Usianya aja masih enam belas tahun kan?!" cecarnya lagi, " Emang tuh bocah gak mau sekolah dulu apa?!"


"Kata kakek, nungguin dia lulus dan___"


"Keburu Aksa tua, Ma." sahutnya kesal, "Dah lah, Aksa mau tidur, pokoknya Aksa gak mau di suruh nikah sama bocah tengik gak jelas." katanya lagi, lalu menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.


Indira hanya mendesah pasrah, ya bagaimana lagi? Anaknya tidak mau di jodohkan, mertuanya memaksa agar dirinya bisa membujuk sang putra.


Huh! Posisinya jadi serba salah!


🦋


Revan mengusap wajahnya dengan kegusaran, di rapat umum pemegang saham kemarin, ia baru sadar bahwa Wiratmadja Group pemegang saham yang besar di perusahaan miliknya dan ia juga baru sadar bahwa CEO nya sekarang adalah Adrian.

__ADS_1


"Pokoknya, ayah gak mau tahu kamu harus profesional, dapat suara Adrian itu untuk sekarang sangat penting untuk kamu maju menggantikan posisi ayah." ujar Anggara dengan serius.


"Bersikap baiklah sama Adrian." pesan Anggara.


"Ayah, masa ayah dukung Adrian penggoda istri orang itu sih." ujarnya kesal.


"Heh! Ayah gak dukung cuma untuk kali ini aja, kamu harus bersikap profesional, ngerti?!" sangkalnya, sambil menunjukan jarinya pada sang anak yang masih memasang wajah kusut di kursi wakil presiden direktur itu.


"Itu juga untuk keuntungan kamu sendiri !" tegas Anggara, kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan sang anak sendiri.


"Tck! Memang ayah udah sesepuh itu apa sampai ngotot kasih kekuasaannya ke aku?" gumamnya sendiri.


🦋


"Bell, please!" erang Adrian saat pacarnya itu tak menyerah dengan terus menggodanya dengan sentuhan-sentuhan di setiap jengkal kulitnya bahkan kini Bella dengan percaya dirinya duduk di pangkuannya yang masih berada di kursi CEO.


Ya, mereka ada di ruang kerja, Adrian!


Adrian mati-matian menahan hasratnya, biar bagaimanapun dia lelaki normal dan Bella adalah kekasihnya !


Jemari nakal Bella melepas kancing kemeja hitam Adrian satu persatu setelah ia berhasil meloloskan jas mahal yang melekat di tubuh atletis kekasihnya.


"Bell, aku gak mau ngrusak kamu!" tegasnya dengan suara yang tertahan gairah, bagian bawahnya sudah menegang karena ulah Bella yang sengaja duduk di pangkuannya.


"Bell, jangan merendahkan diri kamu sendiri!" tegas Adrian memotong ucapan Bella.


"Kenapa, Drian?! Kenapa sama Aletta kamu mau sama aku nggak?!" sentak Bella dengan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk mata.


Adrian terbelalak, "Kamu tahu dari mana?"


"Nggak penting aku tahu darimana! Sekarang jawab aku! Kenapa kamu bisa lakukan itu sama Aletta tapi sama aku ka___"


"Aku menghormati kamu sebagai perempuan, Bella, tolong mengertilah!" ujarnya geram, pacarnya satu ini cukup keras kepala.


Dan entah darimana Bella mendapatkan rahasianya?!


"Kamu tau darimana?" ulang Adrian sambil menyingkirkan Bella dari pangkuannya.


Bella hanya diam sambil menjauh perlahan, "Kamu menghormati aku sebagai perempuan ya? Aku kira sebagai seseorang yang kamu cinta dan kamu hargai." ucapnya disusul tawa sumbang.


"Bella..."

__ADS_1


"Sayang." ralat Bella, ia tak senang dengan panggilan pacarnya barusan.


"Kenapa kamu jarang sekali manggil aku sayang, jarang banget memuji aku cantik, aku tahu sekarang jawabannya kenapa di pesta Kak Gara, kamu puji Aletta cantik , ternyata karena dia mantan kamu yah?" tuturnya panjang lebar, punggung tangan mengusap kasar setitik air mata yang tak bisa ia bendung.


"Oh! Bukan! Lebih tepatnya cewek yang kamu cinta mati-matian sih, udah mantan juga masih kamu kejar kan?" Bella membuang wajah kesamping, ia dengan susah payah menahan agar tidak menumpahkan air matanya di hadapan Adrian.


"Bella ak__"


"Bella lagi, Bella lagi, panggil aku sayang susah ya?"


"Sakit, Adrian! Selama ini aku seperti orang bodoh yang menganggap bahwa kalau kamu jarang bersikap manis itu karena sikap kamu yang memang kaku, aku dengan bodohnya selalu memakluminya tanpa tahu bahwa kamu gak pernah cinta sama aku."


"Aku cuma pelampiasan kamu kan?" tanya Bella, Adrian tidak bisa berkata-kata lagi karena kebenarannya Bella cuma pelampiasan.


Adrian cuma bisa diam, membisu melihat kekasihnya yang berdiri dengan air mata gadis itu yang mulai tak berhenti mengalir.


"Maaf."


dan akhirnya hanya satu kata maaf yang keluar dari mulut seorang Adrian, tanpa berani menatap gadis yang ia jadikan pelampiasannya itu.


"Maaf?" Bella tersenyum kecut, punggung tangannya kembali mengusap kasar air matanya.


Adrian yang sedari tadi menunduk mengangkat pandangannya.


"Aku pikir kamu bakal bilang, Bella kamu salah paham sayang, aku cinta sama kamu, aku gak pernah jadikan kamu pelampiasan." ucap gadis itu sambil menirukan gaya bicara Adrian.


"Tapi dengan satu kata maaf itu saja, kamu membuktikan bahwa tuduhan aku barusan benar ya, Adrian?" Bella kembali tertawa sumbang, ia sudah merasa sangat sesak di dadanya, ia takkan mampu melanjutkan kegiatan menyakitkan ini.


Awalnya, Bella tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Flora.


Namun, sekarang ia membuktikannya!


Sakit!


Apa salahnya sampai di jadikan pelampiasan.


"Aku tulus, Adrian! Tapi kamu?"


Sudahlah, Bella tak bisa berkata-kata lagi, ia meninggalkan ruangan itu dengan perasaan hancur.


"Bell!" cegah Adrian, baru satu langkah ia niatkan untuk menyusul kekasihnya, tapi ia ragu, mungkin ia hanya akan memberikan harapan palsu jika dirinya mengejar Bella.

__ADS_1


Yang sabar ya Bell!


Author aja sabar dan tetap up walaupun yang baca sedikit, semua demi Ayang Adrian Bell, sesungguhnya Adrian mencintai author Bell, maaf yaaa


__ADS_2