My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : Kencan!


__ADS_3

"Pengen kemana?" tanyanya pada Aletta yang duduk di sebelahnya, sedangkan ia fokus menyetir mobilnya.


"Nggak tahu." gumam gadis itu sambil memperhatikan jalanan yang mereka lewati.


"Kok nggak tahu sih!" tukas Revan, ia sebal soalnya dari tadi di tanya jawabannya gak tahu terus padahal kan Aletta yang ajak kencan !


"Yang penting jalan-jalan sama kamu , kemana aja yang penting sama kamu." ungkap Aletta berusaha menekan emosinya, agar tak tersulut, ia tak mau membuat Revan kecewa, sungguh!


Akhirnya, Revan membelokan mobilnya ke suatu arah jalan yang sepi, bahkan jalannya masih bebatuan.


"Re, ini dimana?" tanya Aletta bingung sekaligus takjub dengan hamparan rumput yang hijau di depannya ada danau yang jernih dan ada sampan juga bunga teratai yang mekar.


"Indah banget!" ungkapnya takjub, "Aku gak nyangka kamu tahu tempat beginian!"


"Ini dekat tempat tinggal aku dulu sebelum pindah ke rumah yang sekarang, dulu aku sering kesini sama ayah sama bunda terus piknik bareng." cerita Revan yang tentu ia dengarkan dengan seksama.


"Sebentar!" pesan Revan lalu pergi menjauh dari Aletta, Aletta mengamatinya dari kejauhan entah apa yang di lakukan suaminya di dekat semak-semak.


Tak lama, Revan kembali membawa mahkota bunga yang ia buat sendiri, "Cantik." pujinya saat selesai memakaikan itu di atas kepala sang istri.


"Hebat banget, kamu bisa buat mahkota dari bunga?"


Revan mengangguk senang, senang karena istrinya suka dengan apa yang ia buat.


"Mau naik sampan gak, Al?" tanya Revan antusias.


"Nggak ah, takut nanti jatuh ke air aku gak bisa berenang tahu!" tolaknya, sambil menggenggam erat ujung dress selutut berwarna krem yang ia kenakan sekarang.


"Kan ada aku." bujuk Revan, akhirnya meski ragu Aletta setuju, untuk menyusuri danau yang sebenarnya tidak begitu besar.


"Wih, jadi berasa lagi di film My Heart, ya gak sih, Re?"


Aletta tertawa riang sambil mengamati sekitaran danau, ia menceburkan tangannya lalu mencoba mengambil bunga teratai yang mekar dengan indah.


"Bagus kan? Ini tempat rahasia, jarang ada yang tau, kalau aku sedih dan banyak pikiran aku suka kesini." ujar Revan bercerita.

__ADS_1


"Oh ya? Kamu bisa sedih kah?" tanya Aletta serius, karena ia tak yakin wajah tampan itu bisa merasa sedih dengan keluarga yang begitu harmonis.


"Bisa lah, Al. Aku kan cuma manusia biasa!"


"Iya-iya maaf, kamu sedih kenapa coba emang? Hidup kamu sempurna banget udahan." kata Aletta, ia serius penasaran.


Kalau marah, Aletta sudah tau pria itu bisa marah kalau sedih? apalagi sampai frustasi?


"Aku kesini pas kamu gak mau nikah sama aku dan ketika kamu menolak aku di malam pertama kita." ungkap Revan secara tidak langsung pria itu mengungkapkan bahwa sumber kesedihan dirinya adalah Aletta.


Aletta menunduk sedih, "Maaf, kamu baik sama aku tapi aku cuma jadi sumber masalah dan kesedihan buat kamu, aku memang gak pantas untuk jadi pendamping kamu, Re.."


Mendengar itu, Revan langsung berhenti mendayung, ia menangkup wajah sang istri, tau begitu ia tidak perlu bicara aneh-aneh seperti tadi.


"Sstt... kamu pilihan aku Al." bisik Revan.


"Pilihan yang salah, Re." sela Aletta masih dengan menunduk tak berani melihat wajah suaminya.


"Nggak, aku yakin aku gak salah pilih, kamu sumber kebahagiaan...


"Nggak, sayang jangan ngomong gitu..


"Emang benar, itu kenyataannya! Aku gak bisa kasih kebahagiaan buat kamu meski kamu udah berusaha buat aku, aku gak tau diri, Revan, aku...


Ocehan, Aletta terhenti tepat saat bibir Revan mendarat lembut di bibirnya, "Revan..." lirih Aletta saat pria itu melepaskan bibirnya.


"Bisa diam nggak, dari tadi motong ucapan aku terus, terpaksa deh aku bungkam." ucap Revan sambil terkekeh pelan.


Aletta terdiam menatap wajah tampan itu, yang kini kembali menangkup wajahnya, "Aku sayang kamu, Aletta sejak dulu, saat ini dan selamanya akan selalu begitu." ungkap Revan yang membuat hatinya tersentuh, tanpa ia sadari air matanya jatuh mengalir.


"Hey, kok nangis." Revan langsung mengusap air mata itu dengan ibu jarinya.


"Kamu kenapa baik sama aku sih, padahal aku selalu bersikap buruk sama kamu, suka gak menghargai kamu, maafin aku, Re!" ungkapnya lantang menahan isak tangis, namun selesai bicara tangisnya tetap pecah.


Revan memeluk Aletta-nya yang sedang menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.

__ADS_1


"a-aku buruk, aku istri yang buruk dan gak tau cara terimakasih ke kamu , suami yang udah baik banget sama aku, sama keluarga aku." lanjut Aletta meski dengan napas yang tersengal-sengal.


"Udah gakpapa, jangan nangis lagi sayang..." Revan mengusap punggung istrinya berharap itu akan membuatnya tenang.


Aletta menjauh dari dekapan Revan, ia mematung menatap pria di hadapannya, jantungnya berdebar karena ada satu hal yang ingin ia sampaikan namun ragu.


"Kenapa? Aku salah ngomong? Buat kamu kesel ya? Aku minta maaf, Ya Tuhan aku membuat istriku tersinggung." kata Revan dengan tatapan penuh sesal.


Tapi, tiba-tiba Aletta menghamburkan diri ke pelukan suaminya.


"I love you, Re. I love you my husband and sorry for all."


Sekarang, gantian Aletta yang membuatnya membeku, ia tak menyangka ia akan segera mendengar itu langsung dari bibir istrinya.


"Ale, barusan kamu bilang apa?"


"Masa kamu gak denger? Ah, tau ah!"


Sudah susah payah ia mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan cinta, eh Revan malah tidak mendengarkan dirinya.


Aletta merajuk, ia kesal, ia marah dengan wajah yang cemberut total.


Revan kembali memeluk istrinya,


"Iya-iya, maaf aku juga mencintaimu istriku. Boleh kamu ulang sekali lagi?" pinta Revan.


"Maluu!" rengeknya dalam pelukan sang suami, membuat Revan tertawa karenanya.


"Diem, jangan ketawa!"


"Abisnya kamu lucu, gemesin apalagi kalau lagi marah." goda Revan yang langsung mendapat pukulan kecil di dadanya dari sang istri.


Mereka so sweet gak sihh


Meltingg , Revan sweet bangettt

__ADS_1


__ADS_2