
"Re, kamu ada masalah?" tanya Aletta saat Revan berbaring dengan mata terpejam, namun gadis itu yakin suaminya belum tidur.
Tidak menjawab, Aletta menghela napas pasrah, ia semakin merasa durhaka pada suaminya, sudah belum melakukan kewajibannya pada suaminya, suka berkata yang menyakiti Revan, dan sekarang?
Aletta di kenal sebagai gadis yang sangat baik oleh sahabatnya, sangat pengertian dan sangat di percaya sebagai tempat sahabat-sahabatnya bercerita, tapi untuk memahami dan menjadi tempat pulang saat suaminya lelah lalu menjadi tempat berkeluh-kesah suaminya saja...ia malah tak bisa!
Revan sudah melakukan banyak hal untuknya, untuk keluarganya tapi apa yang telah ia lakukan untuk suaminya ?
Rasa bersalah yang hinggap lebih besar dari yang kemarin-kemarin, apalagi Revan sekarang cuma diam.
"Revan, maaf aku gak berguna jadi istri, padahal kamu baik sama aku." gumamnya, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Revan, jika sebelumnya ia selalu memberi jarak antara dirinya dan Revan sekarang ia berbaring sangat dekat dengan suaminya.
Wajah suaminya itu sangat tampan, raut wajahnya sangat tenang saat tertidur.
Aletta memberanikan diri untuk menyentuh rahang tegas pria yang sepertinya telah tertidur itu.
"Aku, aku cinta kamu. Maaf ..." ungkapnya berbisik dengan tatapan sendu pada suaminya yang terpejam tenang, entah ada dorongan apa ia mengakui perasaannya yang selama ini selalu ia abaikan dalam hatinya.
Karena Aletta, merasa tak pantas...
Aku juga mencintaimu lebih dari yang kamu ketahui, sayang...
Sayangnya, dalam situasi ini Revan hanya bisa mengatakan itu dalam hatinya.
Sungguh, sejujurnya saat ini juga ia ingin memeluk erat istrinya, menggendongnya berputar-putar, hatinya gembira sangat gembira.
Aletta-nya...
Akhirnya, istrinya itu juga memiliki perasaan yang sama padanya.
...****************...
Aletta memasuki kamarnya setelah selesai masak sarapan, ia melihat sang suami masih betah di tempat tidurnya.
Ia sengaja tidak membangunkan Revan karena ini hari libur, pasti suaminya butuh istirahat.
Ia memperhatikan wajah tampan itu, sesekali keningnya berkerut halus dan matanya berkedut karena kesilauan.
Aletta berjalan ke arah cahaya yang menerobos mengganggu tidur suaminya.
Ia berdiri disana dan menghalangi cahaya itu menusuk wajah tampan suaminya yang terlelap dan lihat!
__ADS_1
Wajah tampan itu kembali tertidur dengan tenang, Aletta tersenyum puas, tapi kemudian setelah beberapa lama ia menyingkir.
"Pagi, suamiku.. " sapa Aletta, sambil membuka tirai jendela kamar mereka, Revan memegangi keningnya yang berkerut karena silaunya sinar matahari.
"This weekend, baby. Biarkan aku tidur sebentar lagi." lenguh Revan sambil memeluk gulingnya.
"Iya benar, tapi asal kamu tahu ini sudah jam delapan!"
"Jam sembilan aku bangun." ujar Revan dengan suara seraknya yang seksi namun matanya masih terpejam dan di sembunyikan ke dalam bantal.
'Dasar pemalas !' Aletta mendumel dalam hati saja, karena mulai sekarang, dirinya ingin menjaga perasaan suaminya.
Aletta ikut naik ke ranjang merebut bantal guling yang menutupi wajah tampan suaminya, "Bangun dong, aku masak enak lho!" ucapnya dengan nada manja.
"Nanti, masih ngantuk, Ale!"
"Kok, Ale sih, emang aku ale-ale apa!" dumelnya sambil terus mengganggu tidur Revan.
"Re, ayo bangun siap-siap aku pengen jalan-jalan sama kamu." rengeknya, ia bahkan sudah menubruk tubuh suaminya itu.
'Bener-bener ye punya suami susah amat suruh bangun.'
Lagi-lagi, Aletta hanya mengucapkan itu dalam hati, tahan Aletta tahan...
Aletta mengerucutkan bibirnya sebal, lalu sebuah ide muncul di otaknya.
Cup.
Aletta mengecup kening, hidung,lalu bibir suaminya, reflek Revan langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Ale!"
"Apa sih, heboh! Kaya anak gadis lagi di lecehin aja!" ujarnya memasang wajah tak terima dengan reaksi suaminya.
"Ya abisnya kamu, cium aku Al! Aku kaget!"
"Ya terus? Nggak boleh? Kan kamu suami aku, ish!" rajuknya,masih di atas tubuh suaminya tapi ia tak berani melihat mata sang suami karena sesungguhnya ia juga malu!
Revan tersenyum cerah mendengar penuturan istrinya, apa istrinya ini sudah menerima dirinya sepenuhnya?
"Kamu risih ya?!" tebak Aletta, yang langsung mendapat gelengan kepala dari suaminya.
__ADS_1
"Nggak, Al..." sahutnya lembut, ia menyingkirkan rambut nakal Aletta ke belakang telinga perempuan itu agar tidak mengganggu dirinya untuk memandang wajah cantik istrinya.
Tanpa aba-aba, Revan merengkuh tubuh Aletta yang memang sudah berada di atas tubuhnya.
"Re, jangan kenceng-kenceng aku gak bisa napas!"
"Hehe, maaf." ujar Revan sambil menatap wajah cantik yang berada dalam tangkupan kedua tangannya, mengelus wajah cantik itu dengan ibu jarinya.
Senyumnya tak berhenti terpatri, karena kejadian pagi ini di tambah ia ingat ungkapan cinta dari istrinya semalam.
Meskipun, ia cuma curi dengar tapi dirinya senang ternyata Aletta-nya juga mencintainya!
Revan menarik leher belakang Aletta, menyatukan bibir mereka dengan lembut, bibir tebalnya bergerak lembut di atas bibir tipis istrinya.
Aletta, membiarkan Revan melakukannya, apalagi ia merasakan sebuah ketulusan melalui ciuman Revan kali ini, tak merasakan adanya nafsu sedikitpun seperti saat-saat biasa Revan meminta haknya.
Puas, Revan melepas tautan bibir mereka secara perlahan, mengusap bibir basah Aletta dengan ibu jarinya sembari menatapnya penuh cinta.
"I love you, my wife."
Aletta terdiam mendengar itu, bolehkan ia membalas ungkapan Revan?
Tapi dirinya masih malu.
Revan harap cemas, apakah Aletta akan mengungkapkan padanya?
"Re, aku laper ayo bangun terus makan terus jalan-jalan, ini kan weekend, Re!" rengek Aletta sambil turun dari tubuh suaminya, ia duduk di pinggir ranjang dengan tangan terlipat di bawah dadanya.
"Iya sayang iya." jawabnya dengan senang hati, pertama kalinya Aletta mengajaknya berkencan dan dirinya sangat amat bahagia dengan perubahan yang ia rasakan dari istri manisnya ini.
Demi, Revan.
Aletta harus mengenyampingkan perasaan takutnya.
Ia harus bisa, segera ia harus jadi istri yang sempurna, ia harus berusaha seperti Revan telah berusaha untuknya!
Ia berjanji pada dirinya,mulai hari ini takkan ada keterpaksaan lagi dalam hatinya untuk menyenangkan suaminya.
Mau lanjut lagi gak?
Komen donggg jangan lupa like nya dan vote yaahh
__ADS_1
makasih yang masih setia nunggu author update....❤️❤️❤️❤️