My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : Play


__ADS_3

"Lho? Mama gak papa?" tanya Adrian langsung saat ia sampai di rumah sakit.


"Mama sehat kok cuma___"


"Lah, terus ngapain tadi papa suruh aku ke rumah sakit? Sama mama katanya."


"Lha emang sama mama!" saut Indira.


"Terus papa?"


"Di dalam nemuin Om Rian. Yang sakit Om Rian." jelas Indira sambil terkikik pelan, pasti ini gara-gara anaknya panikan jadi tidak mendengarkan papanya.


"Siapa?"


tanya Adrian, ia tidak kenal dengan Om Rian, terus kenapa harus memanggilnya ke sini.


"Bukannya, papa udah kasih tahu kamu ya? Itu papanya Adinda. Buruan masuk temuin!" suruh Indira sambil menggandeng sang putra dan menyeretnya masuk ke dalam kamar pasien.


Meski merasa aneh, Adrian tetap menurut.


🦋


"Re, kata bunda kita bakal ikut ke__"


"Tck! Nggak usah, Al!" sambar Revan, ia malas sekali, tadi Anggara mengabarinya bahwa mereka sekeluarga di undang untuk datang ke pesta ulang tahun Wiratmadja Grup yang ke lima puluh tahun.


Aletta mengulum bibirnya, ia tak bisa menyangkal atau membantah kata suaminya.


Kenyataannya juga, ia takut bertemu dengan Adrian.


"Oya, hasil rapat gimana?" tanya Aletta sambil memperhatikan gerak-gerik suaminya yang sedang mengeringkan rambutnya , Revan termenung sebentar, tumben istrinya mau tahu soal kerjaannya.


Biasanya juga, paling cuma nanya-nanya memastikan kalau suaminya masuk kantor.


"Bakal ada pemilihan." jawab Revan singkat, meski perusahaan selalu membuatnya jengah dengan tingkah orang di dalamnya, tetapi ia tak suka di remehkan apalagi dengan Adrian.


Merasa aneh, Aletta beranjak dari bantal yang ia tiduri sejak tadi, "Hah? Tapi kan__"

__ADS_1


"Itu gara-gara Adrian sialan,kutu kupret, ulet bulu, ngeselin emang!" umpat Revan, lalu menjatuhkan tubuhnya ke kasur bergabung dengan istrinya.


"Emang dia ngapain?" tanya Aletta.


"Ciee, penasaran sama mantan." sindir Revan meledek sang istri, Aletta mencebik tak suka, "Aku tuh serius ya, Re! Nggak usah ngeledek." ketus Aletta, kemudian dengan kesal mencubit perut Revan.


"Akhhh! Sakit, Ale!" pekik Revan.


"Suruh siapa resek!" lalu Aletta melengos dan menutupi dirinya dengan selimut tebalnya.


"Al, kok tidur sih, ini baru jam delapan." celetuk Revan yang tidak di pedulikan oleh Aletta sama sekali.


"Ale!" panggilnya lagi namun Aletta tidak menjawab.


"Sayang... jangan tidur dulu lah!" pinta Revan dengan nada manja, lalu menduselkan wajahnya di ceruk leher Aletta yang tertutup selimut, sembari pula tangan nakalnya menarik paksa selimut yang menutupi wajah cantik istrinya.


"Ish! Diem gak?!" ketus Aletta dengan nada ancaman, "Aku marah ya sama kamu!" ucapnya lagi.


"Yaelah, cuma kaya gitu marah sih." remeh Revan sambil memeluk Aletta dari belakang.


"Cuma kaya gitu kamu bilang? Kamu nih ya___" Aletta mengehentikan ucapannya karena ia takut salah bicara dan berkahir jadi istri durhaka lagi dan lagi, apalagi sebab perdebatan mereka adalah Adrian.


"Nggak jadi!" sahut Aletta tegas.


"Al, masih jam delapan lho." ucap Revan yang menurut Aletta tidak jelas apa maksudnya, di tambah tangan pria itu yang sekarang mulai menggerayangi ujung tangannya sampai ke leher.


Tck!


Sepertinya sekarang ia paham maksud suaminya.


"Terus kenapa?" tanya Aletta pura-pura tidak mengerti.


"Ya jangan tidur dulu." jawab Revan sambil menenggelamkan dirinya dalam ceruk leher Aletta dan menghirup aroma bunga yang menguar dari bahu terbuka Aletta yang hanya di halangi sebuah tali kecil.


Aletta menahan agar tidak bereaksi atas kelakuan Revan, sesekali kepalanya merapat pada bahunya yang di huni oleh kepala Revan karena rasa geli.


"Mau ngapain gak tidur? Ngantuk tahu." balas Aletta sebiasa mungkin.

__ADS_1


"Ya main dulu sebentar." bisik Revan penuh arti, tapi Aletta tak habis akal untuk menyusahkan suaminya, "Emm, main kemana? Nggak deh, udah malem tauk!" dalam hatinya, Aletta terkikik geli, apalagi setelah mendengar Revan sudah mendesah kasar.


"Dah lah, aku main sendiri tempat Rafi, punya istri gak peka!" Revan lantas beranjak dari tempat tidur, "Lho? Kok ngambek sih?" tanya Aletta sambil senyum-senyum sendiri melihat kelakuan suaminya.


Aletta duduk di pinggiran ranjang, merentangkan kedua tangannya ke arah Revan yang sudah melepas kaos putihnya dan akan berganti pakaian.


"Sini!" titah Aletta, meski malas Revan berjalan mendekati istrinya dan membatalkan niatnya yang mau mengganti baju.


"Jadi mainnya gak?" tanya Aletta dengan nada sensual dan kedipan matanya yang menggoda.


"Jadilah, ini mau ganti baju!" jawab Revan,yang membuat nyali Aletta runtuh seketika.


Revan mau balas dendam apa bagaimana ?


Tapi jawaban lelaki itu tidak salah sih.


"Reee..." rengeknya.


"Apa? Mau ikut? Gak usah, di rumah aja! Nanti kamu cewek sendiri." ujar Revan serius.


"Sayanggg...." lanjut Aletta merengek, kali ini menunjukkan ekspresi jeleknya yang bagi Revan menggemaskan.


Malu, itu yang Aletta rasakan tadi ia sudah mengajak dengan nada sensual, masa suaminya tidak mengerti apa maksudnya?


Ah, nyebelin!


Revan terkekeh dalam hati, memang cuma Aletta yang bisa mempermainkan dirinya dengan pura-pura polos dan tak tahu apa-apa ?


Ada yang nungguin ?


Tinggalkan jejak oke?


Btw, kalian bosen gak sih kalau aku buat adegan romantis dewasa antara Revan dan Aletta ???


Plis komen ya, biar aku tau:(


🦋

__ADS_1



Aku gak sabar mau lanjutin ke Adrian gayss


__ADS_2