
Revan menoleh dan menatap tajam pada Dio yang ada di sebelahnya.
"Kenapa ada dia, ini kan rapat pemegang saham?" tanya Revan berbisik ke Dio, sesekali matanya melirik malas ke arah Adrian yang ada di ruang yang sama dengannya.
"Anda lupa? Wiratmadja Group pemegang saham perusahaan terbanyak di bawah Tuan Anggara dan anda." jelas Dio juga berbisik.
Revan hanya pasrah, daripada kena damprat ayahnya yang sekarang sudah melihatnya dengan kewaspadaan.
🦋
🌼
🦋
🌼
Revan bergegas menjemput Aletta yang katanya minta di jemput dari rumah Bunda dan Ayahnya.
"Tuan, ban mobil kempes, bagaimana kalau pakai motor saya dulu?" tawar Dio sambil mengajukan kunci motor sportnya yang langsung di sambar oleh Revan.
Ini sudah satu jam dari waktu yang sudah ia janjikan karena setelah itu ia sudah berjanji akan mengajak Aletta jalan-jalan di alun-alun dimana sedang ada bazar.
Kalau lebih lama lagi, bisa bahaya!
Bagaimana jika istrinya ngamuk, nanti jatahnya jadi macet-macetan lagi dong seperti dulu.
Benar saja, baru saja ia masuk ke rumah Bundanya, ia sudah melihat wajah masam istrinya yang duduk di ruang tamu.
"Sayang, yuk!" ajaknya.
"Tck! Lama banget sih, kan aku bilang jam tiga!" sahut Aletta judes.
"Gimana kalau nanti kita kehabisan es krim alpukatnyaaaa!!!" rengek Aletta yang sudah ngidam es krim alpukat yang di hiasi lelehan coklat di atasnya juga taburan kacang mede.
Ia mengajak suaminya ke alun-alun karena melihat postingan di Instagram tentang es krim yang sedang viral itu.
Wajahnya sudah masam, bibirnya sudah maju menunjukan kekesalannya pada sang suami.
__ADS_1
"Rayna udah nungguin dari tadi tahu." tambah Bunda.
"Ya maap, Revan tadi ada rapat pemegang saham, tanya ayah noh!" jelas Revan.
"Kalau mau marah, marah sama ayah sana! Suruh siapa tadi gak cepet datang jadi kan rapat cepet selesai terus kita cepet pergi." seloroh Revan, Aletta hanya berdecak kesal.
"Yaudah sana berangkat kalian nanti kehabisan, cucu bunda ngiler lagi." canda Bunda, meskipun ya sebenarnya Aletta tidak hamil tapi siapa tahu jadi do'a.
"Cucu? Emang kamu hamil?" tanya Revan heran.
"Nggak!" jawab Aletta lebih heran, "Bunda ini aneh-aneh aja." sambung Revan kemudian ia menggandeng Aletta sampai ke depan motor Dio.
"Pakai motor?" tanya Aletta heran.
"Hmm, ban mobil tadi bocor, kenapa? Mau pakai mobil? Bun, Revan pinjem mobil___"
"Gak usah! Kita naik motor aja lebih asik kayanya." potong Aletta, sedangkan Rena hanya memperhatikan anak dan menantunya sambil senyum-senyum.
Revan memakai helmnya, lalu menaiki motor sport hasil meminjam Dio itu.
"Hati-hati, Raina." seru Bunda, sambil melambaikan tangan, pada menantunya yang sudah duduk di belakang Revan.
Baru mau tancap gas, ponselnya berbunyi, "Bentar sayang, Dio telepon."
Huh!
Revan bicara lama sekali dengan Dio, dalam kebosanannya Aletta sadar dirinya tidak mengenakan helm, karena malas membayangkan wajahnya kena terpaan debu ia memutuskan untuk turun dahulu siapa tahu Bunda punya helm yang bisa di pinjam.
"Re, bentar ya!" pamitnya.
🦋
🦋
Dijalan,
"Memang kaya apa sih, es krimnya? Laris banget emang sampai kamu takut kehabisan?" tanya Revan penasaran, namun hening.
__ADS_1
Aletta tidak menjawab, "Ale, aku nanya denger gak sih?!" ucapnya agak berteriak, mungkin saja istrinya tidak dengar karena menggunakan helm dan suaranya terbawa angin.
Sedangkan, pengendara di dekatnya menatapnya heran, melihat seorang pria berbicara sendiri di atas motornya.
Mereka mengira Revan orang stres, tapi orang stres kok bisa bawa motor sebagus ini.
Satu pengendara yang berjalan berdampingan dengan motornya menyalipnya, sambil menoleh ke arahnya, lalu tertawa geli.
Revan yang melihat itu aneh sendiri, "Tck! Orang ganteng mah selalu jadi pusat perhatian." ucapnya jumawa.
"Deketan sini biar denger aku ngomong." ujarnya berniat menarik tangan Aletta, agar memeluk perutnya.
Namun....
"Lho?!!" serunya kaget, ia menoleh ke arah belakang sekilas, ia tidak melihat ada istrinya.
Revan segera menghentikan kendaraannya di pinggir jalan.
Revan menoleh kembali untuk memastikan penglihatannya, "Lho? Aletta mana?Istriku jatuh? Tapi kok aku gak kerasa?" ucapnya kebingungan menatap jok motornya.
Di rumah,
"Ish! Revan nyebelin!" omel Aletta, yang sekarang masih di rumah bunda.
"Kok bisa ketinggalan sih istrinya, anak Bunda ini gimana toh." ucap Rena lucu.
"Bun, bisa minta Pak Jono apa Pak Sopo anterin Aletta gak?" tanya Aletta pada mertuanya.
"Bisa dong sayang."
Aletta memilih pergi sendiri, suaminya ini kenapa sih!
Kenapa bisa sekonyol ini?!!
"Awas aja ntar." ucapnya kesal.
Pendek dulu ah, mau tahu ada yang nungguin aku update apa nggak
__ADS_1
Spam kupu-kupu di kolom komentar terimakasih
Yang belum mampir ke Suami Kualitas Premium yukk mampir yukk