My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : Merajuk


__ADS_3

Revan menelepon Aletta dengan khawatir, Revan takut kalau-kalau istrinya itu benar jatuh di jalan. Kan bahaya!


"Lho?!" serunya bingung saat teleponnya di tolak, bahkan setelah ia mengulangi nomor istrinya itu malah tidak aktif.


"Biarin aja, aku ngambek pokoknya aku ngambek sama Revannnnn!" ucapnya geram di dalam mobil, yang mendapatkan lirikan aneh dari Pak Jono yang di tugaskan mengantar dirinya.


Sedangkan, Revan dengan perasaan berkecamuk ia kembali ke arah rumah orangtuanya, sambil matanya terus menyusuri jalan siapa tahu istrinya ketemu.


Hingga sampai di rumah orangtuanya lagi, Revan masih belum menemukan Aletta.


"Bun! Bunda!" teriaknya, suaranya bahkan menggelegar ke seluruh sudut rumah.


"Apa sih?" ucap Bunda berlari kecil menghampiri anaknya yang agak sengklek itu.


Rena sudah membatin pasti Revan menyadari ketiadaan istrinya.


"Aletta ilang!!" serunya khawatir dengan napas memburu.


Rena tertawa geli mengetahui reaksi putra satu-satunya itu.


"Kok ketawa sih, Bun?! Revan khawatir banget!" ujarnya kesal, tangannya bahkan sudah menjambak rambutnya sendiri.


"Revan dengerin bunda, tenang du___"


"Tenang gimana sih, Bunda ini?! Istri Revan, menantu kesayangan bunda, ilangggg!" ucapnya ngegas.


"Heh! Aletta gak ilang!" seru Bunda gak kalah ngegas, karena anaknya dari tadi nyolot melulu.


Revan melongo mendengar ucapan Bundanya itu, "Istri kamu tuh ketinggalan." lanjut Rena, sambil menahan tawanya.


"Ketinggalan?" cicitnya dengan wajah dongo.


"Jadi gini, tadi pas kamu teleponan sama Dio, Aletta ambil helm di dalam, tapi pas balik kamu udah gak ada!" jelas Rena, lalu tertawa sejadi-jadinya, kenapa anaknya bodoh?


"Terus sekarang, istri aku mana?"


"Pergi sendiri ke alun-alun." jawab Rena, mendengar itu tanpa buang waktu Revan langsung tancap gas ke alun-alun.


Sesampainya disana, ia mencari keberadaan sang istri, bahkan ia sudah menghampiri tukang es krim, tapi ternyata sudah tutup.


Dengan gusar, ia mencoba menelpon istrinya lagi, "Akhirnya, berdering!" serunya lega, karena tadi nomor Aletta sempat tidak aktif.


"Halo, sayang!" sambarnya tepat saat teleponnya di angkat.


"Apa?!" sahut Aletta judes dari sebrang sana.


"Kamu dimana, aku cari kamu di alun-alun, kamu di sebelah mana?" tanyanya bertubi-tubi.


"Dirumah." jawab Aletta cuek.


Mendengar jawaban sang istri, Revan lemas, melongo sebentar lalu mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Dirinya sudah bolak-balik dari tadi, tapi istrinya ternyata sudah di rumah???


Yang benar saja?


"Astaga, Aletta." gumamnya tak berdaya, kenapa hari ini begitu sial?!


Dengan lemas dan lesu, Revan kembali membawa motor Dio itu menuju rumahnya sendiri, tapi saat di tengah jalan ia merasakan hal aneh.


Ia berhenti sejenak dan benar saja, ban motor Dio kempes!


"Arghhhh!" teriaknya frustrasi, hari ini sangat menyebalkan!


🦋🦋🦋


Dengan penampilan yang acak-acakan dan kemeja yang sudah keluar dari celana, dasi yang entah kemana, rambut yang sudah acak-acakan, wajah kusam dan tidak bersemangat.


Revan memasuki rumah, dengan berjalan pelan-pelan ia masuk kamar dan menemukan istrinya dengan tanpa berdosanya bersantai sambil menonton film di laptop dengan posisi tengkurap di atas kasur mereka.


Dan satu lagi, tangannya memegang es krim warna hijau.


Aletta bahkan hanya melirik sekilas tanpa perduli dengannya!


"Ale!" panggilnya.


Tapi, Aletta cuma melirik sebentar lalu kembali fokus pada laptopnya.


Revan mendekati Aletta dan duduk di atas kasur.


"Sayang!" panggilnya lagi.


"Maaf ya aku gak tahu kamu ketinggalan. Jangan marah gitu lah." bujuknya.


"Mandi sana, kamu bau." ucap Aletta sambil menutup hidungnya.


Revan mengendus badannya sendiri, "Nggak! Aku masih wangi." elaknya, meskipun tadi ada insiden di jalan tapi itu tidak membuatnya sampai bau keringat.


Ngomong-ngomong, tadi ia dijemput oleh Dio dan menukar kendaraan mereka lagi.


"Dah sana ah! Tadi aja di tinggal sekarang ngapain disini?!" usir Aletta kesal, pokoknya Aletta masih kesal karena di tinggal tadi.


"Sayang, sumpah aku gak tahu kalau kamu ketinggalan, aku gak ada niat tinggal kamu."


"Serah!" ucap Aletta cuek.


"Sayang...."


"Nggak denger aku nggak denger!" seru Aletta sambil menutup kedua telinganya.


Lalu, ia beranjak pergi dari kasur sambil membawa laptopnya.


"Yah ... tumpah!" seru Aletta panik, saat ia melihat es krim yang ia letakkan dengan hati-hati di atas kasur malah tumpah karena gerakannya barusan.

__ADS_1


"Besok aku beliin lagi." ucap Revan perhatian.


"Males! Ntar di tinggal lagi, mending beli sendiri." ketus Aletta, lalu duduk di meja kerja Revan yang ada di sudut ruangan.


"Ale! Masa gitu aja marah sih?" ujar Revan yang mulai jengah, ia menghampiri sang istri lalu memeluk Aletta dari belakang.


"Lepas ah!" tolak Aletta, ia menyingkirkan tangan kekar Revan dari lehernya.


"Masa cuma gitu doang kamu marah sih, sampe segininya!" ucap Revan kesal.


"Gitu doang????" ujar Aletta shock.


"Salah kamu sendiri ambil helm gak bilang-bilang." ucap Revan yang kini menyalahkan istrinya.


Tak terima, Aletta berdiri mendekati Revan dan mencengkram kemeja suaminya, "Susah ya punya suami budek!" ucapnya kesal, lalu dengan gesit ia melepas sprei yang kotor tadi dan menggantinya dengan yang baru, sangat cepat karena ada tenaga dadakan yang keluar akibat emosi dengan Revan.


Revan masih kebingungan, "Kok malah tambah marah sih, Ale?!"


Dengan tenaga penuh, Aletta berbalik menghadap Revan yang sejak tadi mengekorinya dari sejak melepas sprei, mengambil sprei baru di lemari sampai memasangkannya.


"Denger ya, Tuan Muda Bagaskara, saya tadi sudah pamit!" tegas Aletta.


"Tapi kenapa malah di tinggal, untung ada Pak Jono, terus tahu gak sampai sana pas banget es krimnya tinggal satu untung aku masih kebagian kalau enggak aku bakal marah sama kamu setahun!" tegas Aletta lagi.


Revan melongo mendengar penuturan istrinya, benarkah ?


Jadi dirinya yang budek?


"Susah ya punya suami rada budek, besok aku ganti suami aja." ucap Aletta sembarangan.


"Bilang apa kamu?!"


"Apa? Ganti suami?"


"Berani kamu deket-deket cowok lain, awas aja." ancam Revan yang kini malah jadi ikutan emosi, ia takkan rela istrinya di rebut cowok lain apalagi Adrian kampret itu.


"Hahah, posesif amat bang." canda Aletta, ia merasa lucu mendengar ucapan suaminya yang nampak amat posesif padanya.


"Iya-iya, gak ganti suami aku, gak akan." ujarnya lagi menenangkan sang suami, Aletta memeluk Revan yang langsung di balas dengan erat oleh lelaki itu.


Dengan ide jahilnya, Aletta memainkan jemarinya, membentuk pola abstrak di dada bidang Revan yang terbuka karena dua kancing kemeja yang sudah tidak saling mengait, lalu secara tiba-tiba menggigit dada Revan yang membuat sang pemilik terpekik kaget, "Ale!!" geramnya, ia merasakan nyeri sekaligus sesuatu yang berdesir aneh dalam dirinya.


"Menantangku, huh?" katanya, sambil menarik tangan Aletta yang sudah akan kabur dari kungkungannya.


Sepertinya, kejahilannya membangunkan macan tidur.


Hadehhh hadehhh


Gimana inii??


gimana part iniiii

__ADS_1


ayo komen yooo


biar aku semangat uppp


__ADS_2