
Aletta menatap cocktail dress kiriman Rena, perempuan tua itu berharap sekali jika dirinya ikut ke acara Wiratmadja Grup dan mengenalkan menantunya pada seluruh teman-temannya yang sudah pasti akan ada di pesta itu.
"Nanti, kamu jangan jauh-jauh dari aku!" ujar Revan tegas, wajahnya sejak tadi tidak menunjukkan kesenangan sama sekali, demi bundanya yang ia sayangi ia rela mengumbar istrinya di mata Adrian yang ia benci.
Aletta mengulum bibirnya dan sedikit menggigitnya, "Semoga aja gak ketemu deh." ujar Aletta, Revan jelas merasa aneh dengan jawaban istrinya.
"Aneh!" tukasnya, lalu menyentil pelan kening istrinya, "Aku kan cuma berdoa gak ada yang aneh." bela Aletta, sambil mulai mengenakan bajunya.
"Itu acara Wiratmadja Grup, sudah pasti sebagai CEO, Adrian pasti akan ada untuk mengisi acara." jelas Revan, sambil mengancingkan kemeja navy miliknya.
"Maaf ya, sebenarnya aku gak mau tapi___"
"Bukan salah kamu, aku percaya kamu bisa jaga diri dengan gak berkomunikasi sama dia lagi." sela Revan yang sekarang membantu Aletta menaikan resleting gaunnya.
Revan memegang kedua bahu Aletta dari belakang, mata elangnya menatap pantulan istrinya di cermin, "Tck! Kamu terlalu cantik, jangan berias terlalu cantik!" oceh Revan, Aletta hanya memutar bola matanya malas.
Suaminya aneh, masa istrinya cantik malah gak suka.
🦋
🦋
Dalam gandengan ibu mertuanya, Aletta dapat melihat betapa pentingnya semua orang yang hadir disini, semuanya bercengkrama soal bisnis begitu juga dengan ibu mertuanya yang sedang merintis usaha perhiasan miliknya.
"Kita jadi suka deh langganan sama Rena, desain perhiasannya bagus-bagus, sederhana tapi elegan." puji seorang wanita yang Aletta yakini seumuran dengan mertuanya itu.
"Hmm bener, ini sih bakalan sukses besar usahanya!" timpal perempuan lainnya.
Revan sesekali mencuri pandang pada istrinya yang dibawa kabur Bundanya, niatnya dia akan terus di samping istrinya, eh malah di bawa bundanya kabur.
"Hai, Aletta!" sayup-sayup telinga pria itu mendengar sapaan seseorang pada istrinya, ia menengok dan terkejut mendapati istrinya di sapa oleh Celine.
"Heh! Fokus! Nggak usah lebay, Aletta sama bunda itu bukan sama orang asing!" bisik Anggara, sambil menyenggol tipis lengan sang anak, soalnya Revan itu sedang di ajak bicara dengan kakek Wiratmadja, setidaknya keputusan Adrian bisa di pengaruhi oleh pria tua ini.
Revan hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, semoga saja rekan bisnis ayahnya tidak mendengar bisikan kasar Anggara tadi, memalukan, ketahuan kalau dia bucin.
🦋
__ADS_1
Aletta di posisi sulit, ia tidak kenal dengan Celine, saat bicara dengan perempuan itu juga ia sedang bersama suaminya.
Tapi ini?
Bundanya malah percaya saja kalau Celine mau mengajaknya bicara santai karena mereka berteman.
"Aletta, kenalin ini Megan!" ucap Celine merujuk pada gadis dewasa yang modis, yang sedang berbincang juga dengan para wanita yang ia tebak adalah pebisnis.
Tentu, pesta ini pasti di penuhi oleh rekan bisnis Wiratmadja Grup.
Tatapan mata wanita bernama Megan itu, seolah mengisyaratkan pada Celine, siapa Aletta.
"Kenalin, ini Aletta, istrinya wakil direktur Gala Nusa Corp." ucap Celine, yang membuatnya mau tak mau mengulurkan tangan pada Megan dan dua wanita lainnya.
"Aletta, dia Megan pemegang perusahaan fashion ayahnya di Prancis, itu Alexa desainer sama seperti aku, lalu itu Leana, dia model dan bahkan pemenang kontes kecantikan tahun ini, ayahnya salah satu pemegang saham Wiratmadja Grup." jelas Celine, Aletta semakin berdebar, ia berada di antara wanita independen,mandiri dan berkarir bagus.
"Cantik, aku kira Revan masih muda tapi___"
"Kau tidak mendengar tentang pernikahannya?" timpal gadis yang lain, Leana, paras wanita ini setidaknya lebih kalem dari Celine dan Megan.
"Apa? Tidak!" seru Megan dan Alexa bersamaan, Alexa adalah satu wanita lainnya yang tak kalah berkelas dari mereka.
"Baiklah, jadi kau masih belasan tahun atau bagaimana? Aku tidak menyangka, Revan? Dia bahkan seusia adiknya Celine." cerocos Alexa, gadis cantik itu menyingkirkan surai coklatnya yang mengganggu ke belakang telinganya, kemudian menyesap jus jambunya.
Aletta menggeleng sambil tersenyum, "Oh ayolah girls, Revan tidak semuda itu usia dua puluh empat itu pas untuk menikah." Celine menengahi.
"Dan, Nona Muda Bagaskara ini cuma setahun dibawah suaminya, benar kan?"ucap Celine dengan senyum licik yang hampir tak terlihat.
Celine benar-benar ingin membeberkan semua tentangnya, ia sudah berusaha pura-pura fokus pada Adrian di depan sana yang memberikan kata-kata sambutan atau apalah itu agar Celine tidak terus bicara tentangnya, tapi nihil ia tetap jadi sorotan.
"Tidak masalah, jika itu membuat mereka bahagia, tapi untuk wanita seperti kami, lebih pilih untuk berkarir, karena cinta tak selamanya indah bukan?" canda Leana, yang membuat Aletta, setidaknya lebih tenang dan tidak terlalu tegang berada di antara wanita hebat seperti mereka.
"Bagaimana denganmu? Istri orang jenius pasti sama luar biasanya." tebak Megan, yang mana Aletta sadar, kemana maksud dari ucapan Megan.
"Aku___
"Aletta masih berkuliah." potong Celine.
__ADS_1
"Apa? Aku kira dia sama seperti kita, maksudku kau membawanya berkumpul bersama kita jadi aku kira mungkin dia desainer atau__"
"Semester akhir?" tanya Alexa, memotong ucapan Megan.
"Baru mau memasuki semester lima." jawab Aletta pelan, ia merasa akan di rendahkan oleh Celine.
Ternyata, dalam tindak elegannya, Celine tidak bisa menyembunyikan obsesinya pada Revan dari Aletta.
"Apa kau merasa kesulitan? Suamimu jenius, tapi kau, ups maksudku___"
"Tidak, aku memang terlambat kuliah karena tidak ada biaya saat itu." Aletta memotong dengan tegas ucapan Megan.
"Minum, Aletta?" tawar Leana menyodorkan segelas jus jeruk, setidaknya Leana bersikap lebih baik.
Namun, entah sengaja atau tanpa sengaja Celine menyenggol tangan Leana dan membuat jus itu tumpah ke arah Aletta, membasahi bagian dadanya yang hanya tertutup kain tipis.
Aletta memejamkan matanya, kesal ia ingin memaki ia sadar ini bukan tempat seharusnya ia berada, ia bukan siapa-siapa jika di bandingkan mereka.
Apa, Celine berusaha menyingkirkan dirinya secara halus? Dengan membuatnya sadar dimana posisinya dalam sebuah strata sosial.
Menikahi Revan tidak membuat stratanya sama di mata Celine.
"Astaga, aku minta maaf! Aletta, aku tidak sengaja." ucap Leana tidak enak, tangannya bergerak menyaut tisu di meja dan menggelapkannya pada Aletta.
"Tidak apa-apa, sungguh!" tolak Aletta, ia buru-buru berbalik ingin membersihkan kekacauan ini dan rasanya ia ingin kembali pada suaminya.
Tapi, kakinya tersandung sesuatu dan membuatnya terjungkal ke depan.
Aletta tahu itu kaki Celine, wanita itu sengaja!
Tapi ia tidak tahu tangan siapa yang menangkap tubuhnya, ia ingin segera mendongak, berharap dalam hatinya jika ini adalah Revan.
Namun, sepatu mengkilap yang ia lihat oleh pandangannya yang menuju bawah itu bukan sepatu milik suaminya.
"Apa kau baik-baik saja, Nona?"
Hufttttt
__ADS_1
Jangan lupa kembang kopinya yaaa
Aku update nihh ❤️🦋