My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : Malam Pertama


__ADS_3

Jantung nya berdegup kencang, sosok Revan jelas ia lihat tegap, tinggi dan tampan. Alisnya tebal teratur, matanya sangat mengintimidasi dengan bulu mata lentiknya. Ah, Aletta jadi merasa gagal jadi perempuan apalagi setelah wajah Revan yang tampan tanpa setitik noda hitam itu menghibur matanya.


'Aku jadi menyesal tidak ya? Suamiku ternyata sangat tampan.' batin Aletta bergejolak yang tadinya ia menyesal mendadak ingin bersyukur.


Stop! Ini waktunya untuk khawatir, bagaimana kalau....


Napasnya tercekat kala bunyi suara pintu terkunci terdengar jelas di telinganya.


Ia mendongak terkejut, "Revan." gumamnya pelan sekali.


Ia menelan ludah susah payah, ah punggung tegap dan bahu lebar itu terpampang jelas di depannya saat Revan masih dalam posisi membelakanginya, namun tak lama ia membuang muka saat tubuh itu berbalik lagi.


Jangan sampai ia ketahuan menikmati punggung Revan sambil membayangkan memeluk nya dari belakang.


'Kembalikan kewarasanmu Aletta!'


Kini ia tahu, Revan sedang berjalan semakin mendekat sembari melepas tuxedo nya sedangkan Aletta, ya mereka sama-sama masih mengenakan kostum untuk resepsi tadi.


Gaun warna soft pink dengan taburan mutiara dan gliter itu masih melekat di tubuh sintal Aletta. Gaun terakhir yang ia kenakan, setelah ia berganti pakaian dua kali. Pertama untuk akad, kedua untuk resepsi siang, dan ketiga untuk acara malam. Tidak mewah sekali seperti pernikahan seleb sih, tapi tamu undangan banyak, itu pasti!


Sama dengan Aletta, Revan yang sudah membentengi diri jadi gugup sendiri. Ini semua gara-gara teman-temannya yang konyol itu!


"Ciyee, bakalan ada yang unboxing nih!" sial ucapan Daven terngiang.


"Mantap-mantap!" kini suara Rafi yang membuatnya jadi tegang.


"Pasti seru tuh, secara Aletta kan lumayan!" Sialan! Gara-gara ucapan Dimas satu itu, Revan jadi penasaran. Bahkan tenggorokannya kini terasa kering saat melihat Aletta duduk di sisi tempat tidurnya dengan mermaid gown yang menunjukkan lekukan tubuh perempuan itu.

__ADS_1


Tubuh Aletta tidak kurus, tidak!


Aletta bisa di bilang sangat ideal dengan bagian tertentu yang terlihat berisi.


"Jangan di tahan Van, udah sah, halal!"


"Jangan sok-sokan tahan nafsu, kalau nggak bisa, langsung terkam aja!" Gara dan Jonathan emang sialan! Mengomporinya tadi sebelum masuk kamar, tapi efeknya ikut sampai ke kamar.


Revan semakin dekat dengan Aletta, tanpa memperhatikan wajah gugup perempuan itu ia menjatuhkan tubuhnya di samping Aletta.


Menatap lekat wajah manis itu, mengelus pipinya, "Kamu cantik banget." ungkapnya yang di puji hanya bisa menundukkan kepalanya entah bingung atau malu atau malah takut?


Revan semakin mendekat, bahkan kini ia mampu merasakan aroma tubuh perempuan itu, Revan mulai kehilangan kendali ia ingin sekali mendaratkan bibirnya pada bibir mungil namun seksi tersebut, menciumi aroma yang selama ini ia bayangkan, menjelajahi setiap jengkal kulit Aletta, istrinya. Ya, istri.


Ah ada rasa bangga dalam hatinya ia rasakan,saat ia ingat bahwa kini status nya adalah suami Aletta, gadis yang sangat ia inginkan,sangat ia cintai meski dalam diam.


Revan merunduk menatap Aletta lebih dalam dan...


Baru mau melangkah, tangan Aletta sudah di cekal oleh Revan yang setengah berbaring karena dorongan nya tadi.


"Mau kemana?"


"Mandi." jawabnya terburu-buru dengan gerakan-gerakan gelisah yang membuat hati Revan tertawa geli.


"Kamu tahu gak ini malam apa?" tanya Revan masih dengan memegangi pergelangan tangan Aletta yang nampak gusar tak mau melihatnya.


"Malam minggu!" lagi-lagi Aletta menjawab dengan buru-buru, ia ingin agar segera lepas dari cengkraman singa di dekatnya!

__ADS_1


"Salah! Kalau kamu jawab pertanyaan salah kamu nggak boleh mandi." ujar Revan otoriter.


"Sekarang hari sabtu, Revan. Besok hari minggu yang berarti sekarang malam minggu!"


"Ini hari apa?"


"Ya aku tadi kan udah bilang, sekarang hari sabtu!" sentak Aletta gelisah menggoyang tangannya yang di pegangin erat oleh Revan.


"Salah lagi, kamu benar benar-benar gak boleh mandi!" lantas menarik tangan Aletta hingga perempuan itu jatuh ke atasnya.


Aletta takut, sumpah Aletta takut!


Meski kini pikirannya mengajaknya berdamai dengan sugesti bahwa apapun yang terjadi itu hal wajar, justru akan sangat berdosa jika ia melarang suaminya menyentuhnya. Tapi tetap saja Aletta takut jika Revan melakukan itu.


"Sekarang hari pernikahan kita dan malam pertama kita, kamu ini bodoh sekali!" bisik Revan di telinga Aletta lalu menjentikkan jarinya di kening Aletta.


"Tapi aku suka, sangat suka!" lantas dengan kuatnya Revan mendorong tubuh Aletta dan membalikkan posisi mereka. Aletta ada dalam kungkungan nya.


"Shit! Aku tidak bisa menahannya Aletta, salahkan saja pakaian ini, Gara dan Jo!" tukasnya tegas, ia sungguh tidak tahan melihat lekuk tubuh Aletta, apalagi ia melihat sejak acara malam.


Ia menahan hasrat sekaligus menahan emosi, karena membiarkan Aletta memilih gaun seperti itu! Rasanya ia ingin segera menandai gadisnya agar tidak ada lagi lelaki yang berani menatap Aletta dengan tatapan lapar.


Aletta tidak tahu harus apa, ini pengalaman pertamanya, ia takut. Ia ingin melawan tapi...


"Dosa menolak suami, jadi jika nanti Revan menginginkan kamu, jangan menolak ya sayang, berdosa menolak melaksanakan kewajiban dan memberikan hak suami." nasihat Bunda Rena saat sebelum ia masuk kamar terbayang.


Aletta tidak berdaya, tubuhnya lemas saat bibir itu mulai menjelajahi lehernya.

__ADS_1


Lanjut enggak?


vote komen dan like dulu yaaa


__ADS_2