My Lazy, Rich Man

My Lazy, Rich Man
MLRM : Lost


__ADS_3

Aletta menunduk menangis tanpa mau mendengar ocehan kedua kakaknya.


"Emang dari awal harusnya ayah tuh gak usah punya anak kamu, bikin sial!" bentak Bayu, yang diam-diam menambah air mata kian mengalir deras.


Ayahnya, meninggal setelah ia mendengar kabar perceraian Revan dan Aletta yang disebabkan perselingkuhannya dengan Adrian.


Aletta cuma diam, sejak saat ia datang ke rumahnya yang berduka hingga pemakaman selesai, ia tidak bersuara, ia cuma mendengar kakak-kakaknya yang mengutuk dirinya.


"Mereka benar, andai aja semua ini gak terjadi, Revan gak akan marah, minta cerai, sampai buat ayah serangan jantung." ucapnya dalam hati.


"Kamu pergi dari sini! Bisanya cuma nyusahin dan bawa sial!" usir Bayu, sedangkan kakak pertamanya sejak tadi cuma diam, sama sepertinya.


Tanpa banyak bicara, Aletta bergegas pergi di ikuti Rena yang masih ada di tempat untuk melayat.


"Bahkan kamu gak datang saat ayah meninggal, Re. Seenggak mau itukah kamu liat muka aku?" ucapnya miris, yang hanya bisa ia pendam di hatinya.


Sesungguhnya, ia butuh sandaran sekarang.


"Aku butuh kamu di saat ini, Revan." batinnya perih, karena kenyataannya, Revan saja tak sudi menemuinya lagi.


"Sekarang bagi kamu, aku cuma cewek murahan ya, Re?" batinnya lagi, sebab dalam hatinya ia sangat berharap kehadiran Revan untuk mengobati dukanya saat ini.


Sebenarnya, kalau ia mau tadi bisa saja melawan ucapan Bayu, tapi ia malas bicara banyak sudah terlalu banyak hal buruk yang menimpa hari-harinya.


"Aletta." panggil Rena saat mereka sudah sampai di mobil.


"Aletta? Bukan Rayna?" tanya Aletta dalam hati, bahkan ibu mertuanya sekarang juga sudah berubah, menjadikannya asing.


"Bunda sayang sama kamu, tapi bunda lebih sayang putra bunda, bunda gak pernah marah kan setiap bunda tau Revan murung karena kamu sakiti? Tapi yang ini? Ini perselingkuhan Aletta." ucap Rena tenang tapi tegas, dan itu sampai menghunus ke relung hatinya.


Aletta sadar, setelah ini ia kehilangan semuanya, suami, ayah, keluarga, ibu mertuanya, semuanya!


"Bunda gak benci sama kamu, tapi paling enggak, berbaik hatilah sama bunda dengan segera tanda tangan surat cerai kalian." pesan Rena sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan Aletta sendirian di pinggiran jalan depan rumahnya.


Tepat saat itu, seorang lelaki berkemeja hitam tak lupa dengan kaca mata hitamnya, buru-buru menghampiri dirinya.


"Tara!" panggilnya dengan nada khawatir, Aletta mendongak menatap sosok tampan yang pernah mengisi hatinya dulu.


"Aksa?" gumamnya lirih dengan tatapan nanar mengarah pada mata tajam Adrian yang merasakan getaran yang akrab tiap kali Tara-nya itu menyebutnya dengan Aksa.


Adrian mengerti, ia mengetahui apa yang terjadi barusan.

__ADS_1


Tiba-tiba, Aletta merasa bahwa cuma ada Adrian yang mau menemaninya.


Sebenci-bencinya, ia pada pria itu, tapi hanya Adrian yang bertahan bersamanya hingga akhir kisah pahitnya.


"Ada aku, Tara." katanya menenangkan sang pemilik hati, tanpa ragu Adrian memeluk Aletta yang nampak sudah tak berdaya.


"Keputusan Revan buat cerai sudah tepat rupanya." celetuk Bayu yang tanpa mereka tau memperhatikan interaksi mereka, kemudian meninggalkan mereka berdua dengan tatapan sinis.


Rasa sakit semakin menerjang relung hatinya, ia sudah tak tahan, Aletta berjongkok dan menangis sejadi-jadinya.


"Ssttt... ada aku Alettara."


"Aku mau Revan, Aksa!" rengeknya di susul tangis pilu, yang membuat Adrian ikut sedih.


Karena, bagi Adrian kebahagiaan Aletta itu penting dan kesedihan Aletta seperti cambuk yang akan menyakitinya.


Aletta tak memberontak, saat Adrian membawanya masuk ke dalam mobilnya dan membawanya ke dalam apartemennya, kesedihan membuat Aletta lupa bahwa ia punya rumah.


Tapi ia merasa, Adrian adalah rumah singgahnya saat ini.


Adrian bergegas mengambil air minum untuk Aletta.


"Minum dulu." pintanya lembut, Aletta meminumnya perlahan dengan tatapan kosong.


"Ada aku, Ra. Kamu gak sendiri." ujar pria itu tulus, tapi sekarang Aletta mau Revan, bukan Adrian.


Aletta mendongak menatap Adrian yang duduk di sebelahnya.


"Revan ninggalin aku, ayah juga, kakak bilang aku anak sial, terus Bunda Rena__" tak dapat melanjutkan ucapannya, Aletta menangis sesenggukan.


Adrian yang prihatin, hanya bisa membawa Aletta dalam pelukannya, ia tidak tahu kecerobohannya membuat kekacauan sebesar ini.


"Maaf, Alettara. Tapi aku mencintaimu." ucap pria itu penuh sesal, tentu itu ia katakan hanya dalam hati saja.


"Aku mau Revan, Sa!" keluhnya dalam pelukan Adrian.


...****************...


Aletta mencoba menyesuaikan matanya yang mulai terbuka, ia tertidur setelah menangis matanya agak sulit terbuka karena sembab.


Ia memegangi kepalanya yang terasa agak pusing.

__ADS_1


"Sudah pagi? Aku dimana?" batinnya melihat sekelilingnya, ia mencoba mengingat-ingat kejadian kemarin, hatinya mencelos, sakit kembali di rasakan saat ingat ia kehilangan semuanya.


"Mau pulang hari ini?" tanya Adrian yang tiba-tiba masuk dengan nampan kayu yang terdapat susu di atasnya juga sandwich.


Aletta nampak berpikir, "Pulang?" gumamnya di susul tawa kecut.


"Apa aku pantas pulang ke rumah itu, setelah aku menyakiti Revan yang adalah pemberi rumah itu? Aku akan seperti tidak tahu diri kan, Sa?"


"Tapi, kamu mau kemana? Mau tinggal sama kakakmu?" tanya Adrian sambil mendudukkan dirinya di bibir ranjang yang di tempati Aletta.


Entah kenapa, mungkin karena Adrian yang cuma ia punya di sisinya sekarang ini, Aletta sama sekali tak kesal pada pria ini seperti sebelumnya.


"Nggak mungkin, aku udah di usir." jawabnya dengan senyum pahit.


"Kalau gitu kamu disini aja sama aku." sahut Adrian asal.


"Aksa!" ketus Aletta tak setuju, tapi kemudian, "Aku gak mau ngerepotin kamu." sambungnya dengan nada lemah.


"Nggak ngerepotin, jugaan kan___


"Kalau Bella tahu, nanti gimana? Pasti jadi masalah,_ eh? Iya! Bella gimana? Tau soal kita kemarin?" cecar perempuan itu saat menyadari bahwa Adrian juga punya Bella.


Adrian mengembuskan napas kasar, "Aku sama Bella, udah selesai sebelum hari itu." jawab Adrian, yang membuat Aletta jadi terkejut.


"Udah kamu gak usah pikiran dia, makanlah dulu!" titah Adrian saat matanya membaca raut wajah dan gerak bibir Aletta yang sudah akan bertanya lagi.


Disisi lain, Revan hanya bisa meremas ponselnya yang menunjukkan sesuatu yang membuatnya makin malas bertemu dengan Aletta.


"Sepertinya keputusanku benar untuk membiarkan kamu bebas dari cengkramanku." ujarnya sedih, ia sedih matanya berkaca-kaca, sekuat apapun ia memaksa, hati Aletta tak pernah bisa menjadi miliknya.


"Argghh! Aletta!" teriaknya frustrasi, lantas melemparkan benda yang menjadi penyulut amarahnya hingga hancur.


"Apa salahku? Hah?! Apa mencintaimu itu salah?!"


Revan meraih dompetnya, menyaut foto berukuran kecil yang adalah foto mereka saat di danau.


Ia mencari-cari sesuatu di laci meja kerjanya.


"Semoga kamu bahagia tanpa aku, Ale." ucapnya dengan air mata yang jatuh, bersamaan dengan foto yang telah ia bakar, belum padam api itu, Revan menggunakan tangannya untuk meremas benda yang tengah terbakar api itu.


Masih adakah yang menunggu akyuu update?

__ADS_1


Tolong bantu follow Ig ku yaaw @dindazuu.laima dan @akirashafeena.nt


__ADS_2