My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 11


__ADS_3

"Bos si sodari akan pergi besok." Ucap pengawal melapor pada bosnya.


"Bagus laksanakan tugas kalian besok kita akan membuat keluarga bahagia itu hancur." Bosnya itu lalu tertawa terbahak-bahak membayangkan bagaimana kesedihan menyelimuti keluarga bahagia itu.


"Baik bos." Pengawal itu berlalu pergi menigalkan bosnya itu.


Warna langit telah berganti pagi telah menyambut hari.


Nara bersiap pergi ke bandara mengantarkan kakaknya pergi berobat setelah itu dia akan pergi kuliah.


"Hari ini dadaku tidak terasa sesak mungkin hari ini hari yang baik." Nara melukiskan senyum bahagia di wajah cantiknya.


"Ara kamu udah siap?" Tanya afa yang di suruh panggil adiknya turun.


Di dalam rumah hanya ada 3 sodara dan sodari itu.mami Rina tentu sudah berangkat ke Jerman sedangkan papi Bima sudah 3 hari mengurus bisnis di Korea.


"Em udah kak." Jawab Nara dari balik pintu kamarnya.


"Kamu nati hati-hati di jalan jangan ngebut kakak akan ke kantor sekarang." Kak Afa berlalu dari depan pintu bukan pergi ke kantor tapi dia bersembunyi di ruangan sebelah kamar Ara adiknya."


5 menit setelah kak Afa pergi pintu itu terbuka nampak wanita sedang mengunci kamarnya lalu menaruh kunci kamarnya di bawah Guci hiasan di samping pintu.


"Ayo kak kita berangkat."


"Ayok"


Dua sodari itu pergi bersama meninggalkan lelaki yang dari tadi bersembunyi.setelah melihat dua adiknya pergi pria itu tentu saja ada keluar dari persembunyiannya menuju kamar Nara.


Setelah menempuh perjalanan selama 48 menit mereka sampai di bandara jarak bandara dan rumah mereka memang tidak membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai.


"Kak biar aku yang bawa itu pasti berat bayi kakak kelelahan." Nara menawari bantuan kepada kakaknya yang akan di rawat di rumah sakit luar negeri.


"Enggak usah gak berat kok." Amanda menarik senyum di semua sudut bibirnya.


"Ara kamu tunggu di sini ya kakak mau ke toilet." Amanda segera bergegas pergi ke toilet umum.

__ADS_1


"Loh itu kok_"


DUAK...


Nara yang melihat Ama di ikuti dua orang berpakaian hitam itu mencoba mengikuti tetapi langkahnya terhenti ketika merasa pusing setelah bagian belakang kepalanya di pukul.


🌼


🌼


🌼


Di kantor Senja Group CEO perusahaan itu tengah menjalani sesi meeting bersama rekan bisnis.


3 jam telah berlalu tatapi rapat itu tak kunjung berakhir.


Senja mengakhiri rapat setelah 5 jam sungguh melelahkan tetapi itu semua untuk proyek besar yang mampu membuat perusahaan Senja Group mencapai kesuksesan.


"Bos 2 hari lagi kita akan pergi ke luar kota untuk survey lokasi proyek." EL sang sekertaris memberi tau tuannya.


"Oh baik lah...EL tolong kamu urus proyek yang lain saat aku pergi." Senja menatap jendela kantornya menatap indahnya puncak gedung.


"Aku ke kota itu hanya memeriksa lokasi proyek bukan membahas proyek jadi kau lebih baik tetap di sini." Senja menatap sekilas EL lalu kembali menatap deretan gedung.


"Transportasi apa yang kamu gunakan bos?"


"Mobil."


"Apa kamu akan menyetir mobil sendiri, lebih baik minta arraz antar perjalanan cukup jauh kamu tidak terbiasa menyetir sejauh itu." EL menasehati senja takutnya kalo terjadi apa-apa dia yang kena amuk mama Inez.


"Tidak perlu belakangan ini arraz sibuk mengurus bisnisnya." Senja menggantung ucapannya.


"Apakah tidak ada cara lain aku membatalkan pertunangan?" Senja berbalik hendak menatap EL tetapi dia tidak menemukan EL di tempatnya tadi.


"EL kamu..." Senja mengeratkan rahangnya marah karena temannya malah hilang...

__ADS_1


"sial mantra apa yang mama gunakan sampai bisa membuat dua sahabatku berkhianat." senja memijat pelipisnya yang terasa cenat-cenut.


Di perusahaan lain...


"Lapor bos kami sudah menangkap si sodari." Sekertaris itu melapor sambil berjalan di lorong prusahaan.


"Baik kita mulai permainannya." Seringai licik terbit di bibir lelaki itu.


"Siapkan mobil dan beri tau tuan muda sajian telah siap dia bisa mulai mencicipi salah satu hidangan." Lelaki paruh baya itu masih berjalan menuju lift.


"Baik tuan." Sekertarisnya menghetikan langkahnya dia berlalu menelfon tuan mudanya.


📞: Oh aku akan segera datang mencicipi hidangan yang di siapkan ayah.


Suara dari telfon sekertaris itu menelfon tuan mudanya yang berumur cukup muda tentu dengan visual yang tampan tetapi sama liciknya dengan ayahnya.


"Maaf tuan mungkin ada hanya boleh memilih salah satu saja." Ucap sekertaris Jo kepada tuan mudanya.


📞: Hanya 1 apa si pak tua itu juga mau mencicipi hidangannya?


Tanya tuan muda di sebrang telfon.


"Saya tidak tau tuan mungkin tuan ingin menyiksa salah satunya." Sekertaris Jo mengigat ucapan tuanya menembak 1 mati 2.


📞: Baiklah menurutmu mana yang paling cantik dan enak dari dua hidangan?


"Maaf tuan muda saya tidak tau"


📞: Kau ini sekertaris jo,kau yang culik tapi kamu tidak tau!?


"Maaf tuan."


📞: Sudahlah kirimkan alamatnya aku akan langsung meluncur.


"Baik tuan muda."

__ADS_1


Tuan mudanya itu tentu memutuskan sambungan telfon lebih dulu.tetapi sekertaris Jo masih mengulik-ngulik ponselnya tentu untuk memberi informasi keberadaan hidangannya.


Tentu hidangan itu Nara dan Amanda.


__ADS_2