My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 23


__ADS_3

"entahlah bagaimana keadaan keluargaku saat ini dan apakah dia sudah menemukan kak Ama?" Nara melihat atap-atap ruangan inapnya. Ia melamun menatap atap tetapi pikirannya telah pergi kesana-kemari memikirkan nasibnya.


"Kau sudah bangun?apa ada yang sakit?kau haus?" Senja bertanya degan suara khas orang Bagun tidur.


Ya senja tidur cukup lama baginya tidak butuh 1 jam untuk puas tidur. karena memang dia sudah terbiasa memiliki durasi tidur singkat dan hanya bisa tidur saat waktu luang saja. Itulah salah satu pola hidup yang buruk untuk para penggila kerja seperti senja.


"Ya aku sudah bangun tidak ada yang sakit dan aku sedikit haus bolehkah aku memintamu mengabulkan minum?" Setelah mendengar ucapan Nara senja bergegas mengambil minum dan membatu Nara minum.


"Apa kamu kurang tidur? Tidurlah kembali tidak usah memperdulikan aku perdulikan dirimu saja berkaca lah kamu pasti akan terkejut saat melihat dirimu seperti panda." Senja melihat cermin yang tergantung di ruangan VIP itu dia mengusap mukanya lalu kembali menatap Nara.


"Kamu sangat perhatian kepadaku." Ucap senja sambil tersenyum manis.dia mengambil kursi dan mendudukinya.


"Jangan gr aku cuman gak mau liat polusi pemandangan. Liatlah ruangan ini semuanya putih banyak benda-benda aneh dan apakah aku harus melihat siluman panda juga." Nara menatap sinis senja yang dari tadi memandanginya sambil senyum-senyum.


"Apa sih senyum-senyum emang ada yang lucu?" Nara menatap lain arah enggan menatap senja yang terlihat aneh dan bodoh baginya.


"Ya ada yang lucu kamu yang lucu imut dan cantik." Senja menjulurkan tangannya untuk mengusap rambut halus Nara yang menempel di pipinya namun niatnya terurung karena Nara menepis tangannya.

__ADS_1


"Jaga tangan kamu ya!" Ucap Nara masih setia menatap lain arah.


"Oh maaf" Senja menarik kembali tangannya.


"Apakah kamu memiliki keluarga?bukankah kau harus menghubungi mereka?" Tanya senja masih setia menatap muka gadis cantik di depannya. Mungkin memandangi Nara akan menjadi hobi barunya.


"Hemm... Aku punya keluarga tapi aku tidak ingat nomor telepon mereka... Bolehkah aku bertanya?" Nara menatap manik mata senja menampakkan wajahnya yang tampak sendu.


"Tentu saja boleh...asalkan jangan bertanya apakah aku siap menikahi mu karena kamu lagi sakit tunggu kamu sembuh dulu kita buat pesta yang megah kita undang master Limbad buat nge-MC." Senja dan Nara tertawa dengan ide aneh senja.


"Master Limbad mungkin akan memotong lidahmu kalo kamu menyuruhnya menjadi MC" Nara tertawa sudah 3 hari sejah penculikan itu Nara merasa sulit untuk tertawa.


"Jadi aku ingin bertanya apakah kamu telah menemukan kakakku?" Nara mepertemukan kembali manik matanya dan manik mata senja.


"Para bawahan ku sudah menemukan lokasi kakakmu tetapi lokasinya di jaga ketat bawahan ku sedang menata rencana misi menculik sandra penculik." Ucapan senja langsung menimbulkan tanya bagi Nara.


"Misi menculik sandra penculik? Namanya aneh itu terkesan seperti bawahan mu tidak ada bedanya dengan penculik kakakku. Dan berhenti menatapku." Nara kembali membuang muka.

__ADS_1


"Hei apa kita sudah berkenalan?" Nara menatap senja dia ingat mereka belum berkenalan.


"Ku rasa belum. Siapa namamu?"


"Namaku Ravindra Senjaya Wiranjaya CEO perusahaan RASEN grup."


"Perkenalkan aku Zannara Kirania Putri Mahadiratu anak ke tiga dari Bima Putra Saraswati pemimpin Saraswati grup." Nara menjulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan senja. Seja pun tidak tinggal diam dia pun meraih tangan lembut Nara lalu berjabat tangan.


"Sebentar... Kamu tari anak siapa?" Tanya senja yang lupa dengan ayah Nara.


"Ayahku Bima Putra Saraswati." Nara menarik tangannya dari genggaman tangan senja. Seja yang dari tadi melamun.


"Bima Putra Saraswati... Saraswati grup...Zannara Kirania Putri Mahadiratu...Mahadiratu... Anak ke tiga... Oh astaga! Apakah?!" batin senja yang mengingat-ingat keluarga Nara itu yang sangat terkenal di dunia bisnis karena ayah dan ibu Nara pebisnis sukses.


"Apakah ibumu Karina Putri Mahadiratu? Pemimpin PutriRatu grup"


senja hampir tidak percaya pasalnya mamanya mengirim pesan bahwa dia akan di jodohkan dengan anak teman ibunya namun ibunya tidak menyebut siapa tapi dia menyebutkan anak pemimpin PutriRatu grup.

__ADS_1


Senja pun mengingat kalo dia pernah bertemu Nara saat bertemu tuan Bima suami Nyonya Rina.


__ADS_2