
"Baiklah sekarang persiapkan urusan terakhir anda dengan dia dan kita akan segera pergi." Senja memutuskan ambil suara agar segera angkat kaki dari tempat yang dia singgahi.
Kini Amanda menatap zero dia berfikir baru kemaren dia bertemu dengan pahlawan kecilnya dan sekarang harus berpisah lagi? Amanda yakin dia pasti akan bertemu dengannya dan membina rumah tangga sesuai janji di masa kecil dan di masa sekarang.
Zero adalah orang baik yang menyamar jadi orang jahat menurut Amanda. Dia terlihat kurang perhatian ya itu karena kehilangan ibu di usia yang di bilang masih kecil dan kurangnya kasih sayang ayahnya karena sibuk berkerja dan balas dendam tentunya.
Amanda sangat optimis bila zero bersamanya pasti kehidupannya yang kekurangan kasih sayang akan dipenuhi dengan kasih sayang yang Amanda berikan.
"Aku tidak apa-apa." Ucap zero seakan tau apa yang difikirkan wanita di depannya itu.
Zero membawa salah satu tangan Amanda ke pipinya menempelkan nya untuk beberapa menit kemudian mengecup singkat telapak tangan yang terasa lembut itu.
"Aku selalu mencintaimu Zeroshi Ambarawa" Amanda mengecup singkat bibir zero seakan tidak mau menyia-nyiakan zero membalas ******* bibir ranum itu.
Beberapa menit telah berlalu sejak saling cium itu zero melepas pungutan bibirnya. Amanda menarik nafas dalam-dalam ya dia kehabisan nafas karena ulah zero.
Tentu saja pemandangan tadi tidak lepas dari pandangan senja yang menatapnya dengan tatapan malas.
Bagaimana tidak malas? Dia saja kalo mau cium Nara hanya curi-curi Nara bukan Amanda yang gampang leleh dengan gombalan.
__ADS_1
Setelah melewati waktu-waktu perpisahan yang cukuplama akhirnya senja berhasil menyelesaikan misinya meski tidak sesuai rencananya dan sekarang mereka sedang mengendariai mobil menuju villa senja menemui Nara sebelum pulang ke kediamannya.
Flash back off...
"Hemmm...." Nara berdahem atas semua cerita senja dari sampai A kembali.
"Jadi bagaimana menurutmu apakah dia tetap jahat?" Senja sengaja bertanya mengetes mungkin saja Nara jatuh hati pada zero.
"Iya." Singkat Nara dia berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
Senja yang melihat kepergiannya pun mengekor di belakangnya. Sesampainya di kamar mata Nara terbelalak menatap senja yang kini berdiri di depan kamarnya.
"Tidur." Singkat senja jujur saja matanya telah lelah bahkan ini sudah hampir subuh untuk tidur.
"Tidurlah di kamarmu" Nara hendak menutup pintu tapi dengan sigap senja menahannya.
"Ini kamarku." Ucap senja membela diri sendiri. Nara yang sadar dengan hal itu kini menatap senja dengan kikuk
"Kan aku numpang di sini jadi jangan di sini." Lirih Nara sambil menunduk menahan malunya membuat senja menjadi gemas saja.
__ADS_1
"Kenapa numpang bukankah suatu saat villa ini akan menjadi milikmu?" Pertanyaan senja membuat Nara mendongak dengan kening yang mengerut.
"Bukankah kamu akan jadi istriku? Bahkan bukan hanya villa ini yang jadi milikmu bahkan jiwa dan raga ini ku serahkan untukmu." Bisik senja di telinga Nara membuat si pemilik kegelian.
"Jadi istriku...ah salah calon istri...mau tidur sekamar sebelum nikah atau malam pertama sekarang?" Senja tersenyum licik tentu saja dia enggan melakukannya sekarang tapi entah setelah-setelahnya.
"Dasar pria mesum!" Ucpat Nara sambil memijak kaki senja.
"Awww." Senja meringgis kesakitan dan memegangi jempolnya yang terinjak.
"Hahaha rasain." Nara tersenyum puas dan segera menutup pintu mumpung senja lengah.
Belum menutup sempurna pintu itu kembali terbuka tentu saja di buka senja Nara yang tidak seimbang karena tarikan pintu tiba-tiba membuatnya terhuyung akan jatuh tapi lengan besar senja telah menolongnya.
Nara bernafas lega hampir saja dia jatuh. Kan tidak lucu kalo dia harus masuk rumah sakit dua bulan 3 kali karena butuh jahitan di kepala.
Nara mendongak menatap mata senja yang seakan membuatnya merasa kesejukan begitupun dengan senja menatap dalam mata Nara milik gadis yang membuatnya bercita-cita untuk menikahinya.
Terlalu lama menatap membuat kedua manusia itu hanyut dalam fikiran masing-masing tentu masih di posisi tadi senja yang menangkap Nara yang hampir terjatuh dan Nara yang di topang lengan kuat milik pria di depan matanya.
__ADS_1
Cup...