
"Oh ya ampun!" Ziyu kaget bukan kepalang saat melihat ke belakang dia kaget karena gerak geriknya ketahuan dan lebih kagetnya rupa asisten zero.
Bermuka putih tapi ukuran putih tidak wajar untuk seorang manusia dan lebih terlihat manusia yang tidak memiliki darah bahkan wajahnya sangat datar.
"Zi apakah zero memelihara vampir" ucap senja yang tetap pada posisinya yaitu berjongkok sambil menatap asisten zero.
"Mungkin di dalam villa itu tidak hanya ada vampir tuan mungkin ada dragula." Ziyu berbisik sambil jongkok dengan senja.
"Drakula zi bukan dragula!" Senja menatap sinis Ziyu yang malah bercanda di situasi seperti ini.
"Tapi tuan bukankah vampir dan drakula sama? Jadi mungkin di dalam jenisnya berbeda yang didalam menghisap gula mungkin jadi dragula." Ucap Ziyu yang sekedar bercanda pada tuannya mencairkan suasana pikirnya.
"Ck." Senja hanya memutar malas bola matanya memang tidak nyambung kolo bercanda dengan Ziyu.
"Kalian akan terus berbisik atau masuk?!" Ucap asisten itu yang kini mukanya berubah agak merah menahan marah.
"Sekarang dia jadi bunglon?" Senja masih setia berjongkok dan berbisik.
"Ya dia merubah jadi merah..." Bisikan balasan dari Ziyu.
__ADS_1
"Semoga dia tidak berubah jadi warna kuning" senja berdiri dari duduk berjongkok nya di susul Ziyu berdiri.
"Apa mau tuan mu?" Tanya senja memasang wajah seriusnya.
"Tuan zero ingin menemui anda tuan senja dia menunggu anda di ruang tamu." Ucap deroz asisten Zero.
Senja sangat curiga Hinga deroz angkat bicara bila senja tidak yakin dia bisa mengajak semua anak buahnya masuk dan pada akhirnya senja masuk bersama Ziyu sedangkan anak buahnya menunggu di depan pintu utama.
"Senang bisa bertemu kembali dengan anda tuan senja." Ucap zero acuh sambil menyesap kopi yang baru saja di buat oleh pelayannya.
"Ya langsung pada intinya saja!" Senja pun tak kalah acuh.
"Harusnya anda memberi tau orang tuanya! Mereka sangat lah kawatir."
"Lalu apa bedanya anda dan saya?" Zero menaruh cangkir kopinya tersenyum mengejek pada senja.
"Ak...aku..hemm...anu...alah! Intinya kamu tidak perlu tau!" Senja nampak bingung karena kehilangan kata-katanya.
"Ck. Menyindir orang tapi tidak berkaca! Padahal dua-duanya sama brengsek nya." Umpat Ziyu lirih namun masih dapat di dengar.
__ADS_1
"Ya...ya...ka... kalian sama saja!" Ucap Ziyu yang mendapat lirikan tajam dari senja dan zero.
"Sebaiknya kamu tidak perlu berkomentar!" Sinis senja pada asistennya.
"Anda kesini untuk menjemput Amanda? Apa hubungannya anda dengan amanda ku!" Ucap zero lantang.
"Cih. Ananda nya dia kata!? Kalo gitu nikahi dia jangan di sembunyikan! Benar kata Ziyu dia orang brengsek!"Umpat senja dalam hati masih tetap tidak berkaca atas perbuatannya.
"Dia kakak dari gadisku!" Ucap senja tidak kalah lantang.
" ada apa dengan mereka enaknya apa sih membohongi diri sendiri mengaku seseorang milik mereka tetapi nyatanya apa? Mending aku aku memiliki Selena Gomez meski jalur halu!" batin Ziyu melihat kelakuan bosnya dan musuhnya.
Ya mereka tidak terlalu waspada karena di villa zero pengawasan sangat lah minim sedangkan pasukan senja berserakan di depan pintu dan persembunyiannya tadi.
"Baiklah! Jaga Amanda ku dengan baik! Sampai dia lecet sedikitpun aku akan bunuh asisten mu!" Ancam zero pada senja dan asistennya.
dia memang ingin melepaskan Amanda bukan karna bosan atau sudah tidak cinta melainkan dia takut kalo Amanda terus di sisinya ayahnya akan mengincar nyawa amanda.
meski zero telah memalsukan mayat yang tak jauh dari gudang itu mayat yang mukanya dan badannya tercakar hewan buas sehingga ayahnya mengira Amanda mencoba kabur dan termakan hewan buas.
__ADS_1
Tapi ayahnya tidak bodoh dia akan segera menyadari bahwa Amanda selama ini bersama dengan putranya bahkan mungkin rasa cinta telah tumbuh dari keduanya.