My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 38


__ADS_3

"Nona tidak perlu malu kita ini sama-sama perempuan." Ucap salah satu pelayan itu.


"Kalo nona merasa risih nona bisa mengenakan handuk saat berendam." Maradona menimpali.


"Baiklah tapi kalian jangan pegang-pegang Sembarangan ya?!" Ucap Nara penuh penekanan.


Sontak pelayan itu terkekeh ringan dan mengangguk pantas saja tuan mereka menyukai wanita itu karena Nara sangat lah lucu dan imut mana mungkin Meraka melecehkan bos mereka sendiri bisa-bisa habis mereka di tangan senja.


Nara bergegas melepas bajunya di dalam ruang khusus yang tertutup tirai dia membalut tubuhnya dengan handuk putih menutupi bagian tubuh sensitifnya.


Nara merasa sangat nyaman saat memasuki bak air hangat itu baknya di isi tidak terlalu banyak agar luka operasi Nara tidak terendam air.


"Nona kami akan membantu anda menggosok dan memijat tangan dan punggung atas anda." Ucap pelayan itu di sambut anggukan dari Nara.


Setelah ritual mandi ala sepa Nara mengganti bajunya dengan baju yang telah di siapkan Maradona tak lupa menata rambut dan makeup tipis. Dia menatap kaca terdapat gadis imut berdiri di dalam cermin Nara tidak perna menyangka dia bisa seimut itu.


Biasanya dia akan mengenakan celana panjang rok pendek serta baju lengan panjang atau baju kurang bahan tapi kali ini dia mengenakan gaun berwarna pink muda dengan panjang lebih dari selutut. bagian atasnya hanya sebatas atas dada alhasil mengekspose pundak putih Nara.

__ADS_1


Sebagian rambutnya dikuncir dua di sebelah kanan dan kiri Maradona menambahkan ikat rambut berhiaskan bunga dari kain berwarna senada dengan bajunya.


"Maradona ini imut tapi kenapa dikuncir dua seberti ini aku terlihat seperti anak kecil" Nara jarang sekali berpenampilan seperti itu membuatnya merasa aneh sendiri.


"Nona terlihat sangat cantik dan lebih muda." Ucap Maradona sambil menyisir sebagian rambut Nara yang tidak di ikat.


"Maksud mu aku terlihat tua?" Nara mendengus kesal tapi terlihat imut bagi Maradona.


Maradona merasa sangat lah beruntung tuanya bila bisa menikahi Nara yang mengemaskan ini dan juga memiliki sikap yang baik meskin dari tadi terus berbicara tidak mau dan berkomentar tapi Nara mau menurut dengan permintaan Maradona.


"Nona sangat muda tapi kalo berdandan seperti ini nona terlihat sangat sangat muda coba nona liat cermin wanita seusia nona mana yang semanis nonanya tuan." Nara yang di bilang nonanya tuan langsung merona dia merasa aneh tapi di dalam lubuk hatinya paling dalam dia merasa bahagia.


"Saya tidak sabar melihat nona dan tuan menikah dan memiliki anak pasti anak nona kualitasnya super."


Maradona terkekeh tuannya yang dulu melihat perempuan seperti kucing akan dimandikan yang suka meronta saat di masukkan ke air dan tak segan-segan menyakar tapi dengan Nara seperti kucing mau di beri makan nempel terus pada Nara.


Dan apa jadinya bila di silangkan dengan Nara yang sepertinya tidak peka dengan hatinya sendiri. Mungkin anak mereka nanti seperti seekor kucing yang tidak peka atas hadirnya ekornya sendiri?

__ADS_1


Ketukan pintu mencuri perhatian dua manusia di ruangan itu. Maradona bergegas membuka pintu. Nara hanya diam menatap langkah Maradona yang makin menjauh.


"Ada apa?" Tanya Maradona pada pelayan itu.


"Tuan telah pulang, tuan ingin melihat nona nara tuan bilang ada hadiah istimewa untuk nona." Pelayan itu melapor pada Maradona.


Jarak antara pintu dan Nara cukup jauh sehingga dia hanya mendengar sebagaian kalimat yang di ucapkan pelayan itu.


Sedangkan Maradona kini kembali menutup pintu kamar itu bergegas menghampiri Nara.


"Ada apa?" Tanya Nara dengan mimik muka bingung.


"Tuan telah pulang nona ia menyuruh Anda menemuinya ada hadiah istimewa yang telah di sediakan tuan." Ucap Maradona sambil menampilkan senyum profesionalnya.


"Hadiah istimewa? Apakah tuanmu tidak bisa bilang intinya saja tidak usah bertele-tele?"


"Mungkin tuan ingin memberi kejutan untuk nona mungkin nona akan di lamar?"

__ADS_1


Nara merasa wajahnya panas detak jantungnya tidak seperti biasanya ada perasaan bahagia pada renung hatinya paling dalam tetapi dia negatif thinking kalo mungkin senja hanya menghiburnya karena ingkar janji.


__ADS_2