My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 32


__ADS_3

"Kalo kakak nggak ikhlas bantu mending cepet batu aku temui orang tua aku dan nanti aku kasih uang kakak." Nara langsung masuk ke dalam selimut enggan menatap senja yang membuat dia marah.


"Aku bukan nggak ikhlas nar_" senja menarik nafas dan mengucapkan beberapa kalimat namun sebelum menyelesaikan omongannya kata-katanya di potong begitu saja oleh Nara.


"Keluar!" Nara berteriak di dalam selimut.


"Tapi nar.." Senja merasa was-was dengan keadaannya dia takut malah membuat Nara marah rencana PDKTnya harus gagal.


"Aku mau istirahat." Nara memejamkan matanya di dalam selimut.


Senja yang mendengar ucapan Nara memutuskan keluar kamar memang seharusnya Nara beristirahat di waktu ini menurut senja.


"ish.. inikan rumahmu kenapa juga mau-maunya kalo aku suruh pergi." batin Nara saat mendengar suara pintu tertutup.


Setelah senja meninggalkan kamar Nara dia memutuskan pergi ke ruang kerjanya. Sidikt meluangkan waktunya untuk memeriksa keadaan kantor dan sekertarisnya.


Saat senja ingin menelfon EL dia mengigat mungkin arraz bisa membantu urusan di kantornya karena restorannya sedang tutup untuk memberi cuti bagi karyawannya yang sudah berkerja keras.


📞: Halo ada apa sen?


📞: Lo bisa bantu EL di kantor?


📞: Emmm kayaknya bisa

__ADS_1


📞: Kalo gitu kamu bantu EL di perusahaanku sebelum dia stres.


📞: Oke gue otw ke sana sekarang tapi Lo niat balik kapan?


📞: Setelah dia benar-benar pulih dan gue sudah nyelesaikan misi gue buat bikin dia naksir gue.


📞: Terus gimana perkembangannya sekarang?


📞: Dia marah sama gue Ar.


📞: Puffft baru niat aja udah bikin marah apa lagi kalo beraksi di jamin dia bakal kabur dari villa Lo.


📞: Enak aja! Kalo dia udah masuk maka nggak akan bisa keluar lagi.


📞: Terserah lu aja deh sen gue jadi penonton aja gue tutup telfonnya gue mau bantu si EL mantan saingan cinta gue.


Akhirnya percakapan telepon itu berakhir setelah senja mematikan pangilan telepon dan beralih menatap komputer yang berisi file-file kantornya.


Pikiranya masih tertuju pada sosok yang berada di kamarnya karena tidak fokus senja memutuskan menyudahi pekerjaannya dia berfikir bagaimana caranya melakukan PDKT pada Nara.


"Apa aku harus bilang ke orang tua Nara kalo aku sama dia?" Gumam senja di dalam ruang kerjanya.


"Eh tapi entar Nara di bawa pulang.." senja kembali gundah untuk mengambil keputusan.

__ADS_1


"Tapi kasihan juga orang tuanya bingung cariin dia.." senjja memijat keningnya yang terasa berdenyut.


"Kalo begitu aku bertanya saja pada dia kalo dia mau pulang aku bakal mengantar dia pulang kalo dia masih mau di sini maka aku akan antar dia pulang setelah dia sembuh." Senja beranjak dari duduknya dia berjalan ke kamar Nara meski dia tau jawaban dari Nara.


Senja membuka pintu kamar Nara tampak gadis itu sedang tertidur ada rasa tak tega untuk membangunkan dan pada akhirnya senja memutuskan menunggunya bangun saja.


Dia berjalan menuju sofa di kamar itu dia terduduk dan menatap Nara yang tertidur dengan pulasnya. Seulas senyum menghiasi bibir senja dia membayangkan bila suatu saat dia akan selalu menatap Nara yang tertidur kalo dia menikah dengannya alangkah indahnya pagi dan malamnya.


"Dia sangat cantik dia tertidur pun terlihat cantik apa lagi membuka matanya." Gumam senja yang terdengar jelas itu.


"Ya aku cantik kenapa kamu suka?" Ucap Nara yang masih menutup matanya.


"Ya aku suka." Jawaban senja hanya seperti suara yang datar.


"Jangan sukai aku! Aku udah punya orang yang aku sayangi! Entar nagis pas liat aku sama dia." Nara membalik badanya membalikkan badanya membelakangi senja.


"Kamu hanya sayang belum cinta...lagian yang kamu maksud dia itu hanya sekedar pacar bukan suami." Senja bangkit dari duduknya berjalan ke kasur Nara.


"Tapi itu sama saja sayang dan cinta itu sama! Dua pacarku dan akan jadi suamiku!" Nara merasa kasurnya bergoyang dia berbalik dan alangkah terkejutnya dia mendapati senja yang telah tertidur menghadapnya.


"Kamu!.." Nara hampir terjatuh karena terus mundur beruntung senja segera menangkap tangannya.


"Untung saja! Kalo jatuh nanti otakmu ikut di jahit!" Ucap senja sambil menarik Nara agar lebih dekat padanya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan hai!" Nara meronta tapi dengan kuat senja menarik Nara dalam pelukannya.


"Aku mencintaimu dengan sangat tulus." Ucap senja yang semakin mengeratkan pelukannya.


__ADS_2