My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 34


__ADS_3

"Cepatlah makan besok pagi kita ke rumahmu!" Senja memberitahu Nara.


"Apa!..uhuk..uhuk.." Nara tersedak saking kagetnya dia menatap pria yang terlihat panik dan menyodorkan minum padanya.


"Minum lah..." Senja menyodorkan air putih.


"Apa kamu bilang tadi?" Ucap Nara setelah meneguk air putih.


"Aku akan antar kamu pulang dan mencari keberadaan kakakmu." Senja mengambil piring untuk wadahnya makan.


"Bener nih?" Tanya Nara memastikan.


"Iyaaa.." senja tersenyum menatap Nara yang terlihat bahagia.


Nara sedikit tidak percaya lelaki yang beberapa hari ini selalu bilang setelah sembuh baru mengantarnya pulang mendadak mau mengantarkan dia pulang besok pagi sekaligus mau menepati janjinya menemukan kakaknya.


"Kalo gitu kakak makan yang banyak biar kuat nyetir mobilnya." Nara mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk senja.


"Kalo ada maunya ya langsung baik gini ya?" Ejek senja yang di sambut cengiran dari nara.


Nara dan senja makan malam bersama di selingi dengan canda tawa dari keduanya para pelayan pun hanya mengintip dari dapur kemesraan tuan dan nyonya nya yang terkadang tanpa sadar saling suap-suapan.


Kalo orang yang tidak tau pasti mengira mereka adalah sepasang suami istri romantis yang baru menikah dan sedang menunaikan dinner romantis.


"Kak?" Nara memangil senja.

__ADS_1


"Apa kok nggak panggil aku kamu aja kan biasanya gitu... mentang-mentang seneng langsung panggil kakak?..." Ejek senja.


"Terus aku harus panggil apa?" Tanya Nara yang bingung harus panggil apa kalo panggil kakak pasti di kira kalo ada maunya doang dan kalo panggil kamu nanti senja ngambek dan nggak jadi pulangkan Nara.


"Panggil sayang boleh apa lagi panggil calon suami.." senja tersenyum puas saat melihat ekspresi terkejut Nara.


"Ih apaan sih..." Nara malah bangkit dari ruang makan lalu berlari ke kamarnya.


"Nara jangan lari lukamu belum cukup baik." Senja memperingati Nara.


"Aww." Nara meringgis sambil memegangi dadanya.


"Nara!.." senja langsung berlari memeriksa keadaan Nara.


"Tapai...aku cuman bohongan..." Ucap Nara langsung menjulurkan lidahnya lalu tersenyum lebar.


Cup...


Senja yang marah sekaligus gemas langsung nyelonong mencium Nara ingin sekali dia membawa Nara ke ranjang dan memadukasih.


"tapi kasih siapa yang mau di madu? Naranya aja kek geni bukan memadukasih yang di dapat malah memandu sianida meluncur ke tenggorokan yang pasti dia beri." batin senja atas sikap Nara yang tidak bisa luluh setelah beberapa hari bersamanya.


"Kak apa sih seenak jidatnya aja main cium." Nara berjalan menuju kamarnya sambil merona.


"Makanya jangan nakal! Kalo nakal cium lagi loh?! Apa jangan-jangan kamu nakal karena mau di cium?" Goda senja yang sempat melihat muka malu-malu Nara.

__ADS_1


"Apasihhhh..." Nara berteriak malu.


"Gayanya tanya apasih?apasih? Padahal mau kan.." senja tak berhenti begitu saja untuk menggoda Nara dia berjalan di belakang Nara dan terus mengoceh sampai di kamar.


"Apa lagi kak? Kak mau tidur di sini? Enak aja!" Ketus Nara pada senja.


"Lah kenapa?" Senja malah berbalik bertanya.


"Kenapa?! Kakak nggak mikir kita ini manusia bukan hewan!" Nara melotot mendengar jawaban senja.


"Siapa yang bilang kita hewan aku tau kok kita manusia." Ucap senja lang sung nyelonong masuk.


"Kak!.." teriak Nara kesal.


"Apa?" Senja berbalik sambil menatap Nara yang tengah menatapnya penuh amarah.


"Kan tadi aku udah bilang kita ini manusia bukan hewan yang tidur dengan lawan jenis tanpa ikatan pernikahan! Kita ini bukan muhrim jadi nggak boleh kayak gini tidur di satu kamar yang sama!" Nara berbicara sambil menghentakkan kakinya karna kesal.


Sedangkan yang di marahin malah menahan tawa dan gemas saat melihatnya. Nara hanya berfikir mungkin otaknya telah turun ke tenggorokan jadi penjelasanya di otaknya terdengar seperti lelucon.


"Lah kodrat hewan mah gitu..masak harus nikah dulu..emang kamu pernah liat penghulu nikahin semut?" Senja hanya terkekeh gemas.


"Ih..kenapa nggak ngerti maksudku! Sudahlah kakak sekarang pergi ke kamar kakak dan inget jangan macam-macam kita bukan muhrim!." Nara menarik lengan senja dan menyeretnya ke luar kamar.


"Kalo gitu kita muhrimin aja.." bisik senja di telinga Nara.

__ADS_1


__ADS_2