My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 60 + DELLme


__ADS_3

"Ada apa!? Kenapa brisik sekali!?" Tanya salah satu penjahat.


"Tolong Della kekasihku! Dia sedang hamil anakku, karena shock perutnya keram" ujar arraz dengan muka sok paniknya.


"Halah bohong!" Penjahat yang lain tidak percaya.


"Ak...aku mohon...perutku keram...hiks..hiks...Ar...anak kita aku takut dia ma_" arraz menyela ucapan della untuk menambah kesan sedih drama mereka.


"Janga bilang sembarangan Del! Kamu dan anak kita akan baik-baik saja! Hai dasar brengsek cepat tolong kekasih dan anakku!" Arraz berpura-pura tersulut emosi karena khawatir dengan keadaan Della bila dia masih terus berputar-putar menagis maka matanya mungkin akan kering.


"Bagaimana ini?" Tanya penjahat itu pada rekannya sang rekan pun memilih membantu dan akhirnya ikatan tali Della dilepaskan.


"Ayo!" Ujar penjahat itu mengajak Della pergi periksa


"Aku mau dengan kekasihku!" Della meronta dan berhasil kabur dari genggaman penjahat.


"Lepaskan dia! Dia harus menemaniku! Ini kan juga anaknya" ujar Della sambil memegangi perutnya dan pundak arraz.


"Kalian sungguh tega bila memisahkan aku dan dua orang spesial yang kesakitan di depanku!" Ujar arraz merasa marah karena pra penjahat itu merespon dengan santainya bila mungkin Della benar-benar dalam situasi ini mungkin entah apa jadinya.


"Kalo begitu kami akan meminta izin bos kami dulu!" Ujar salah seorang penjaga.


"Arghhhhh" teriak Della mencegah penjaga itu menelpon bosnya.

__ADS_1


"Della! Hei kalian benar-benar!" Ujar arraz dengan lirikan tajam.


"Ah! Bagaimana ini? Kalo wanita itu mati habis kita di hajar bos!" Ujar temannya.


"Yasudah kalo begitu ayo kita bawa mereka saja sebelum wanita itu mati!"


Mereka pun di bawa pergi dari ruangan itu, mereka di arahkan menuju mobil, arraz dan Della masih berakting sangat menyakinkan.


Saat mobil berjalan arraz meminta untuk meberhentikan mobil karena dia merasa mual dan dengan keterpaksaan dan penuh larangan arraz berhasil keluar mobil untuk mutah.


Saat arraz di luar mobil untuk mutah Della berbicara dan berakting sakit.


"Hai kalian! Cepat....cepat beri tau kekasihku... perutku sakit sekali dia harus segera naik!" Ujar Della.


"Ogah! Gue kagak bisa kalo liat orang mutah!" Ujar temannya.


"Kalo begitu haruskah aku yang turun?!" Ujarnya yang terdengar agak kesal membuat Della menyeringai tipis.


"Auuuuh! Cepet! Liat darahnya udah di kakiku!" Ujar Della berakting.


Dua orang penjaga itu meneoleh ke belakang untuk melihat darah yang di maksud Della.


"Apa liat-liat! Sana cepat turunnn! Sakit nih!" Ujar sela sambil menatap ketus penjaga itu.

__ADS_1


"Aku akan turun!" Sang sopir kini turun dan memberi tau arraz agar cepat menyelesaikan urusannya.


Setelah memberi tau ucapan Della pada arraz penjaga itu beranjak pergi namun beberapa langkah dia berhenti.


"Sebentar sepertinya ada yang aneh?!" Ujar penjaga itu saat melihat arraz yang muntah tanpa isi.


"Tuan!...Tolong aku...tolong carikan sebuah bunga untukku" ujar arraz


"Apa?!" Penjahat itu tampak terkejut.


"Penyakit ku ini sering Kabuh saat naik mobil agar tidak mual aku perlu bunga dan menghirup aromanya agar bisa tenang di dalam mobil" jelas arraz.


"Halah kau pasti berbohong!" Pungkas si penjahat.


"Oh ayolah! Owek....owek....ja...jadi...kamu mau aku mutah di setiap jalannya mobil?" Tanya arraz sambil berakting lemas.


"Mana ada penyakit seperti itu!" Penjaga itu masih tak percaya.


"Baikla mari naik mobil kita liat bagaimana bau mobilmu nantinya!" Arraz mencoba berdiri dengan terhuyung-huyung.


"Argh! Baiklah tunggu di sini jangan coba-coba kabur!" Penjaga itu bergegas mencari bunga untuk yang katanya menetralisir mual yang arraz alami.


"Heh! Kenapa lama sekal?" Ujar teman penjahat yang ada dalam mobil.

__ADS_1


"Kalo begitu susul lah dia!" AC mobil itu mati membuat Della berkeringat banyak dia bertanya-tanya dalam hatinya apa dia harus berterimakasih pada AC yang mati atau mengumpatnya karena tidak di nyalakan dengan tidak tepat.


__ADS_2