
Saat Nara telah di pindahkan ke ruangan lain senja senantiasa menemani gadis itu dia seakan lupa dengan tugas dia pergi ke kota itu.
Saat senja keluar dari ruangan Nara untuk menelfon EL karena dia sepertinya akan sibuk menunggu gadis yang malang itu sadarkan diri.
📞: EL aku sepertinya tidak bisa melihat proyeknya kamu saja yang melihat proyek itu.
📞: Dasar kau senja! Saat kau masih di sini aku mau ikut kau bilang harus mengurus urusan prusahaan tapi apa ini ditengah disaat tengah-tengah pekerjaan kau menyuruhku kesitu?
📞: Kalo kamu tidak mau kau minta arraz urus proyek itu sebenarnya apa susahnya kau pergi ke sini hah!?
📞: Tentu susah apakah kau tau aku sedang meeting dengan Kayen tapi dari tadi aku di tatap gadis aneh.
📞: Terus apakah dia menggangu pekerjaan mu?
📞: Tentu saja tidak! Aku hanya merasa risih saat dia menatapku seperti aku adalah maling.
📞: Mungkin kamu telah mencuri hatinya...hahaha...si EL yang selalu di tolak gadis akirnya di kejar oleh gadis...hahaha...
📞: Diam kau dasar matahari tertutup gunung! Aku akan menyuruh arraz pergi!
Setelah mendengar itu senja memutuskan sepihak dia tidak perduli dengan ocehan penelpon yang baru saja dia repot kan karena matanya fokus ke pria yang berpakaian aneh keluar dari ruang Nara.
"Hai! Siapa kau!" Tanya senja kepada lelaki yang berlari pergi. Pria itu tetap berlari tidak perduli dengan senja yang dari tadi berteriak padanya.
"oh ya ampun gadis itu!" batin senja langsung berlari ke pintu ruangan Nara. Senja terkejut melihat alat bantu bernafas Nara terlepas.
"Dokter dokter cepat ke sini." Ucap senja sambil memencet tombol darurat di ruang itu.
__ADS_1
Dokter langsung pergi ke ruangan Nara kembali memasang alat bantu bernafas pada Nara utung saja lepasnya alat bantu segera di ketahui sehingga tidak membahayakan kondisi Nara.
"ku rasa gadis ini nyawanya sedang di incar"batin senja sambil mengetik nomor telfon lalu menelfon nya.
📞:Hei! Dasar senja brengsek apa lagi hah!
📞: EL apakah kau tau villa atau apartemen milikku di sekitar kota ini?
📞: Kau memiliki villa di situ.
📞: Kirimkan lokasinya dan tolong kau dan arraz urus perusahaanku untuk seminggu atau sebulan aku ada perlu.
📞: Kau ini senja! kau pikir aku ini apa kalo bisa aku akan keluar dari Kantormu! Urusan penting apa jangan bilang kau menemukan sayton tobat lalu ingin merubahnya menjadi bidadari!
📞: Wah kenapa kamu tau aku menemukan sayton tobat?
📞: Tentu saja aku tau karena pasti kamu sudah di kasih mantra sampai-sampai kau yang gila kerja menjadi malas berkerja!.
Senja lagi-lagi memutuskan pangilan sepihak.
"dasar senja ku harap kau hidup bahagia agar gajiku naik!"
Batin EL di sebrang kota dia tau setiap mood senja naik maka gajinya pun ikut naik.
Setelah menelfon EL Senja menelfon Ziyu anak buahnya yang pasti senantiasa mengikutinya karena di suruh mamanya jadi bisa di bilang Ziyu adalah mata-mata.karena mama Inez tau kalo senja tidak bisa menyelesaikan masalah dia lebih memilih kabur.
📞: Ziyu siapkan alat medis di villa ku lalu jemput aku di rumah sakit xxx
__ADS_1
📞: Apa tuan senja sa_
Segera senja menutup telfonnya enggan menjawab pertanyaan Ziyu si mata-mata.
Beberapa jam berlalu akirnya senja menerima pesan singkat dari Ziyu.
📩: Saya telah menyiapkan semua tuan.
✉️: Kamu juga sudah menyiapkan informasi ke ibuku?!.
📩: Sudah tuan.
✉️: Ziyu ku rasa kau perlu kursus berbohong.
📩: Nyonya memberi tau saya kalo saya anak baik saya harus bicara jujur dan tidak boleh berbohong.
✉️: Kau itu di sesatkan oleh ibuku mana mungkin manusia tidak berbohong tidak ada manusia sesuci itu di jaman ini.
📩: Saya rasa anda yang mencoba menyesatkan saya.
✉️: Hai Ziyi mari kita tukar tambah.
📩:Tukar tambah apa tuan?.
✉️: Aku akan minta mobil dan villa mu yang di Bali nati aku kasih Mama Inez berserta ocehannya. Bagaimana kamu tertarik.
📩: Tidak tuan trima kasih. Saya sudah menunggu di depan rumah sakit.
__ADS_1
Setelah berdebat cukup lama dengan Ziyi senja membawa Nara ke villanya agar lebih aman karena kalo di biarkan di rumah sakit takutnya ada yang mencoba menyakiti Nara lagi.
Flash back off