My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 9


__ADS_3

"Lu lama banget nar" Liora berbicara sambil menyodorkan buku menu kepada Nara.


"Kalian udah lama?" Nara masih setia melihat menu di cafe itu.


"Udah. kamu tau nggak aq sampe udah denger curhatan si Liora ini kalo di tulis mungkin udah 2 bab." Della manyun mengigat Liora tidak berhenti bercerita sampai Della tidak ada kesempatan bercerita.


"Gue cuma sedikit banget ceritanya, nggak usah ngaco." Liora tak kalah manyun mood nya sedang buruk karena tunangan kakaknya makin romantis dengan kakaknya.


"Udahhh mending kita makan. gue capek tadi ketemu cowo aneh." Ucap Nara sambil mengusap keningnya.


"Ganteng?sexy?cool?cute?" Tebak Della beruntun.


"A_N_E_H aneh." ucap Nara mengeja kata aneh.


"Jangan gitu nar tar Lo jatuh hati." Liora tersenyum kepada Della memberi kode untuk menggoda Nara.


"Enggak bakal."


"jangan gitu entar kalo udah saling kenal kamu bucin." Della yang mulai paham dengan kode dari Liora pun mengikuti alurnya.


"Nar lu nanti kalo bucin jangan jadi bodoh ya." Liora menepuk pundak Nara.


"Jangan bunuh diri kalo putus cinta, masih ada cinta yang lain." Imbuh Della


"Duh kita lupa kalo ada hati Singgih yang harus di jaga kalo Singgih denger nanti bisa mati muda nanti." Ucapan Liora menyadarkan Nara dari lamunannya membayangkan ciuman hot jadi-jadian dari pria asing tadi.


"Pesan aja yuk terus ke mall." Nara mencoba menjernihkan otaknya.


"Nar del lu pada tahu tahu?" Tanya Liora yang melihat menu cafe.


"Tahu ya gue tahu." Ucap Nara mengetahui tahu.


"Lu tahu?" Tanya Liora.

__ADS_1


"Gue tahu tahu."


"Lu tahu tahu nar?"


"Iya Liora gue tahu tahu."


"Emang tahu ini bahannya apa kalo lu tahu?"


"Ya gue tahu tu bahannya kedelai dan jadi lah tahu."


"La kan lu bilang tadi lu tahu tahu." Ucap liora.


"Apa sih li Lo bilang apa gue nggak paham."


"Lo kan bilang lu tu tahu-tahu."


"Gue itu tahu tahu."


"Na kan lu tahu."


si goblok...ooo...si goblok..


Liora yang sejak kecil alergi dengan kedelai pun hampir tidak tau makanan-makanan yang terbuat dari bahan itu.bahkan pertama kali dia minum susu kedelai dia hampir mati.


Setelah beberapa waktu bersama dari cafe sampai mall akhirnya tiga sekawan itu pergi berpisah untuk pulang. Nara yang merasa harus memeriksa kesehatannya di rumah sakit pun pergi ke tempat yang akan dia tuju.


🌼


🌼


🌼


Di sebuah kantor terlihat CEO yang tengah larut dalam lamunannya. Terkadang senyum tipis menghiasi wajah tampan itu. EL yang melihat kelakuan bosnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"ah sudahlah mungkin dia kesambet." batin EL yang bodo amat terhadap senja.


BRAK....


Suara pintu yang terbuka dengan keras. Terlihat seorang wanita paruh baya yang menampilkan muka tegas dan arogan.


"Senjaaaa!!!" Teriak wanita itu.


"Mama!?" Senja terkejut dengan kedatangan ibundanya dia tau kalo ibunya sudah berteriak pasti ujung-ujungnya dia kena siraman rohani.


"Bos, nyonya bos saya permisi dulu ada klien yang perlu di urus." EL berlari ke luar kalo dia tetap di sana maka dia akan ikut terseret kasus bosnya.


"EL! Ingat jangan pernah kamu bantu senja batalin pertunangan. kalo tidak kamu bakalan mama pecat jadi kandidat menantu." Acam mama Inez sama seperti mengancam arraz di telfon tadi.


"Siap laksanakan camer." EL mengangkat tanggannya sejajar dengan alisnya yang berarti sedang memberi hormat.


"Penghianat!" Senja merasa kesal dia menduga 2 sahabatnya pasti telah di cuci otaknya oleh mamanya.


"Maaf sen camer lebih penting dari cakak" EL menghilang di balik pintu ruangan senja.


"Mammmm senja nggak mau di jodohin senja enggak mau cosplay jadi Seti Nurbaya." Senja memasang muka memelasnya agar mamanya bisa mebatalkan perjodohan.


"Senja bukankah Mama tidak pernah menentang kemauanmu,mama cuma mau cucu mama udah tua kamu juga udah tua." Mami Inez berakting memelas dan menitihkan air siuci dari mata seorang ibu.


"Maaa jangan nagis, senja takut jadi anak durhaka." Senja termakan akting mamanya.


"Lalu begitu mau kan menerima perjodohan ini?" Mata mama Inez langsung berbinar.


"Maaa" rengek senja dia terdiam dan mencerna semua ucapan ibundanya.


"Mana mau cucu?" Tanya senja menatap kedua bola mata ibunya.


"Aku mau nak." Jawab mami Inez yakin dan melihat mata senja.

__ADS_1


"Yang penting cucu?" Tanya senja kembali.


"Ya yang penting cucu." mama Inez seperti terhipnotis dengan kata yang penting cucu.


__ADS_2