My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 40


__ADS_3

"Dia pria baik dia mengobatiku dan membatuku menemukanmu" tanpa sadar sudut bibirnya terangkat.


"Mengobati mu?" Amanda baru sadar kaki adiknya terlihat bekas luka.


Akhirnya nara menceritakan kejadian beberapa Minggu lalu saat pertama dia bertemu senja sampai detik ini.


Amanda pun menceritakan zero yang merawatnya selama ini pada nara.


Nara sedikit tidak percaya siapa tau kakaknya di paksa mengatakan itu kan dia sendiri yang menjadi saksi bisu atau lebih tepatnya saksi terbungkam yang menyaksikan adegan lebih dari 19 detik itu.


Namun saat melihat kakaknya yang terawat dan selalu menampilkan senyum berseri membuat Nara sedikit goyah dengan keyakinannya.


Setelah berbincang cukup lama Amanda langsung beristirahat karena mengingat penyakitnya dia tidak boleh sampai kelelahan. Sedangan Nara dan senja masih bersantai di ruang tamu.


"Kamu kamu tidak mengajakku?" Setelah hening beberapa lama Nara mengawali pembicaraan.


"Ku pikir ini akan bahaya aku takut kamu terluka" senja menatap dalam mata indah nara Mata indah itu yang memikatnya.


Nara hanya bisa memalingkan wajahnya karena malu ditatap senja seperti itu dia bisa melihat tatapan itu mengartikan tatapan penuh cinta seperti tatapan Singgih padanya.

__ADS_1


"Kamu fikir sebahaya apa semisal kan aku ikut?" Nara berbicara tapi tidak menatap senja bisa-bisa membuatnya bicara terbata-bata nanti.


"Ku fikir zero lelaki yang menculik kakakmu akan melawan dan terjadi saling serang tapi ternyata tidak sama sekali."


Senja sudah lama tidak berkelahi dia sudah siap-siap untuk menonjok dan menendang musuh dan berdiri layaknya pahlawan tetapi kejadian itu ternyata hanya terjadi di benaknya saja.


"Pasti dia sudah bosan pada kakakku! Sudah bosan pempermainkan kakakku!" Ucap Nara bersungut-sungut menahan amarah.


"Sepertinya kamu sangat dendam pada dia?" Senja sangat dengan jelas melihat kebencian di mata Nara bila itu menyangkut zero.


"tentu saja aku dendam pada pria brengsek itu! Sangat jelas di otak dan mataku adegan yang merusak kesucian mata,telinga dan otakku itu!" batin Nara dalam hati.


"Dia orang brengsek jadi aku membencinya!" Ucap Nara semakin cemberut.


Flash back on...


Angin malam menyapa kulit seorang pria yang tengah fokus menatap rumah targetnya dia tidak sendiri melainkan dengan asisten pribadinya sekaligus para anak buah yang handal dalam bidang pertarungan.


Pria itu adalah senja dia sedang melaksanakan misi yaitu menyelamatkan kakak dari seorang yang hatinya tengah diperjuangkan.

__ADS_1


Dia tampak menatap lama ke bangunan villa yang tak kalah besar dari miliknya itu ia sedikit terheran-heran bukankah di film atau cerita kalo sedang menculik orang harusnya terdapat penjaga yang menjaga sekeliling rumah tapi ini hanya 4 orang saja yang lebih tampak seperti warga yang sedang meronda.


"Apa mungkin kita salah villa?" Tanya senja pada asisten pribadinya.


"Tidak tuan saya sudah menyelidiki lokasi nona Amanda dengan sangat mendetail dan hasilnya tetap sama yaitu tempat ini." Ucap Ziyu asisten pribadi senja sekaligus mata-mata yang dikirim mama senja.


"Sampai salah villa awas saja kamu! Aku akan lapor mama kalo kamu diam-diam adalah pencandu halu!" Ancam senja pada Ziyu


dia sering memergoki Ziyu memandang ponselnya seperti orang yang jatuh cinta tapi saat dia mencoba mencari nomor perempuan yang membuat asisten seperti orang gila tapi tidak menemukannya dia hanya menemukan nomor adik perempuan Ziyu saja.


Tapi saat dia membuka galeri ia menemukan foto editan Ziyu bersama Selena Gomez penyanyi Amerika Serikat dan dia baru menyadari kalo asistennya adalah masyarakat halu tingkat tinggi.


"Ck. Aku juga bisa lapor pada Nyonya kalo tuan menyembunyikan gadis di villa anda!" Ziyu juga tidak mau kalah kalo soal mengadu pada Nyonya.


"Bolang lah... Tapi ingat... Ckakkk" ucap senja sambil mengarahkan jempolnya miring melewati Tengah-tengah leher senja dan sedikit menjulurkan lidahnya.


"Heh!" Ziyu langsung malas kalo sudah di ancam senja.


Kemudian mereka kembali melanjutkan memantau keadaan menunggu aba-aba kalo senja menyuruhnya menyerang.

__ADS_1


Namun sesaat terasa hening tiba-tiba dari belakan Ziyu dan senja muncul sesosok.


"Tuan zero menyuruh Anda anda masuk dan tidak perlu mengintip villanya takutnya mata tuan bintitan." Ucap asisten pribadinya zero dengan intonasi santai.


__ADS_2