
"Oh mengunakan helikopter..." Amanda masih loading dia hanya menjawab sambil mengusap kepalanya.
"Loh..." Anda berbalik menatap zero yang berada di belakangnya.
Amanda terkejut mendapati pria yang memberi tau jalan keluar ternyata pria yang cukup tampan. Amanda tadi tidak terlalu memperhatikan. Amanda melihat zero sampai tidak berkedip.
"Hai berhentilah menatapku! Sekarang kita masuk akan hujan." Zero menarik tangan Amanda untuk masuk kembali ke masion besarnya.
"Hai aku ingin pulang..." Amanda bicara lirih saat zero menyentuh kulit tangannya terasa seperti ada aliran listrik yang menyengat. Amanda langsung mendongak menatap punggung pria yang menariknya Amanda baru ingat pria itulah yang melakukan hal tak senonoh padanya
"dia pria jahat mana mungkin memberi tau aku jalan keluar!" batin Amanda matanya mulai berair menandakan mantan gadis itu ingin menagis. Tubuhnya pun gemetaran merasa takut masuk ke masion mewah dan tertutup itu.
"Ada apa." Zero menatap Amanda saat memegang tangannya zero merasa tangan wanita itu gemetar.
"Izinkan aku pulang.." ucap Amanda lirih... Air matanya pun tumpah.
"Hai jangan menangis... Aku akan izinkan kamu pulang tapi bukan saat ini." Ucap zero sambil memegang pipi lembut Amanda dan menghapus air matanya yang telah menetes.
Dia akan mengizinkan Amanda pulang lalu melamarnya menjadi istrinya dia akan bertanggung jawab atas masalalu dan masa kini dua kesalahan yang dia perbuat.
Tapi tidak untuk saat ini ayahnya masih saja ingin membunuh Amanda dia tidak rela bila ayahnya menyakiti Amanda.
__ADS_1
Dua kali Amanda di sakiti olehnya dan tidak ada yang ke 3 kali itulah yang di pikir zero dia akan membuat Amanda bahagia.
Aneh memang awalnya zero adalah pria yang bisa dibilang playboy dan jahat tetapi semua itu sengaja dia lakukan untuk membuat ayahnya benci padanya.
Ayahnya dulu adalah pria yang paling ingin di tiru zero pria dengan hati yang lembut tetapi setelah ibunya meninggal ayahnya benar-benar berubah menjadi sosok yang zero tidak kenal.
Membuat ayahnya marah dan benci adalah hal yang paling benar menurut zero.
Dia sangat tidak ingin bersama ayahnya yang saat ini dia hanya ingin melihat ayahnya yang sedia kala.
Zero melihat Amanda tidak bergeming enggan melangkah menuju masion padahal cuacanya tidak bersahabat rintik-rintik hujan sudah membasahi bumi.
Tidak mau menunggu lama zero mengangkat tubuh Amanda menggendongnya ala-ala karung beras. Ya karung beras zero menggendong Amanda di pundaknya.
"Aku melihatmu malas berjalan jadi aku gendong saja." Zero menggendong Amanda memasuki masion tidak peduli dengan tatapan semua orang yang menatapnya heran.
Zero membawa Amanda ke kamar Amanda dia tidak menggubris sedikit pun saat Nara menendang dan berteriak yang dia mau sekarang Amanda istirahat agar kondisinya pulih dia tidak mau melihat Amanda pingsan.
"Hei berhentilah berteriak" zero berkata selembut mungkin siapa tau Amanda mau menurut saat dia berbicara lembut.
"Tidak mau pria jahat!" Bentak Amanda di duduk di tepi kasurnya menatap pria yang menggendongnya dari luar sampai kamar.
__ADS_1
"Kalo aku jahat aku tidak akan merawat mu dan tidak akan menggendong mu seromantis tadi." Zero berbicara lembut lalu menampakkan senyum terpaksa.
"Kalo tidak niat senyum jangan senyum! Kamu seperti boneka chucky" cibir Amanda kepada zero.
"boneka chucky itu imut tau." Ucap zero ketus dia lelah meladeni Amanda yang tidak ada rasa capek saat membantah perintahnya.
"Imut? Imut dari mana coba? Matamu sepertinya harus di cuci supaya kamu bisa melihat dengan benar." Bola mata Amanda melengos karena malas.
"Siapa namamu. Pasti namamu sejelek mukamu." Bohong zero. dia berbicara sambil mengumpat diri sendiri dan berfikir mungkin ide Amanda untuk Cici mata memang harus dilakukan.
"Jelek? Kamu bilang jelek? Buka matamu lebar-lebar! Dan liatlah betapa bagusnya tubuhku dan cantiknya wajahku!." Amanda tak henti-hentinya berteriak.
"Setelah aku fikir-fikir tubuhmu memang bagus." Zero menyeringai sambil menatap Amanda.
"Diam kamu!" Amanda merona karena di bilang tubuhnya bagus oleh zero.
"Siapa namamu?" Tanya zero kembali.
"Kamu tidak perlu tau karena kita tidak bakal bertemu kembali." Ucap Amanda ketus.
"Hai apa yang kamu bilang... Besok dan besok lalu besoknya lagi kita akan sering bertemu bukankah kita tinggal bersama."
__ADS_1
"Oh iya inikan rumahmu...eh tapi setelah kamu melepaskan ku aku tidak yakin kita akan bertemu."
"Aku takut kamu malah jatuh hati padaku sebelum kamu aku bebaskan."