My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 47 + DELLme


__ADS_3

Arraz kini berjalan menuju meja nomor 7 sesuai dengan yang di bilang pegawainya tadi.


Dari belakang dia melihat seorang wanita yang telah duduk anteng di kursi itu sambil memainkan HPnya.


"Halo Nona." Sapa arraz saat sampai di meja itu dia menarik kursi untuk duduk.


"Oh hai. Apa kamu pemilik cafe ini?" Tanya gadis itu yang nampak cantik dengan tai lalat di bawah bibirnya menambah karismanya.


"Iya. Saya arraz pemilik cafe ini sekaligus penanggung jawab atas kartumu." Arraz memberikan black card pana gadis itu yang mungkin usianya masih belasan tahun.


"Oh terima kasih dan maaf karena ulahku kamu harus mengganti banyak perabotan di cafe ini." Ucap gadis itu tulus.


"Ya itu mungkin kecelakakan dan kamu sudah mengganti rugi jadi tidak perlu sungkan." Arraz tersenyum ramah kepada gadis itu.


"Oh ya namaku Della senang bertemu dengan anda?" Della menggantungkan ucapanya untuk mengigat nama pria yang duduk di depannya.


"Arraz." Ucap Della dan arraz bersamaan sambil Della menunjuk arraz dan arraz menunjuk dirinya.


"Pufff hahaha" mereka tertawa hingga semua orang memandangi mereka penuh tanya. Mereka menertawai bagaimana bisa mereka kompak begitu.


"Apakah anda mau bertukar nomor telepon dan menjadi temanku?" Tawar Della pada arraz sambil mengulum senyum.

__ADS_1


"Baiklah aku mau. Mana ponsel mu biar aku beri nomorku." Della langsung merogoh tasnya dan meraih ponselnya.


Arraz menerima ponsel Della dan kini ia tengah mengisi nomornya di dalam ponsel itu dan membatin dalam hati. kapan lagi punya temen kaya.


Setelah beberapa lama Della pamit pergi dia sangat bahagia saat bisa mengobrol banyak hal dengan arraz. Meski baru beberapa menit mereka bertemu nyatanya mereka sudah akrab.


Meskipun menjadi dekat dan merasa nyaman dengan arraz Della tetap tidak berbicara hal pribadinya pada arraz dia hanya menceritakan pertemanan dirinya dan dua sahabatnya yaitu Nara dan Liora yang telah beberapa Minggu sudah tidak bertemu entah kemana mereka sampai tidak memberikan kabar.


Della Liora dan Nara berteman dari SMP tapi hampir tidak pernah Della menginjak tanah rumah Liora tapi kalo di rumah Nara beberapa kali bila Nara di rumah sendiri.


Hal itu membuatnya tidak berani kerumah temannya kalo tidak di undang. tapi dia lebih sering mengundang temannya main ke rumahnya.


Persahabatan mereka yang terkesan sangat baik dan sangat dekat membuat mereka tidak peduli dengan rahasia masing-masing toh nanti mereka akan cerita pada masanya.


Karena mereka memiliki prinsip dalam pertemanan .tidak ada paksaan ataupun memaksa


"Kak ar aku pulang dulu ya." Ucap Della ramah.


"Hemm oke." Arraz tersenyum menanggapi della, arraz adalah sosok pria yang ramah kepada siapapun tapi kalo udah akrap pasti dia bisa main pukul loh gemes katanya.


"Kakak nggak mau Anter cewek cantik ini? Entar ilang Lo aku." Della tersenyum manis kepada arraz.

__ADS_1


"Oke kakak anter tapi aku di beri imbalan apa nih?" Arras bangkit dari duduknya dan kini berdiri di samping Della.


"Emmm apa ya? Emang kakak maunya apa?" Tanya sela kembali pada arraz.


"emas yang kayak balok batako" ucapan arraz tentu hanya bercanda tapi bagi Della itu hal yang bisa di kabulkan jadi dia mah oke aja.


"Oke berapa yang kakak mau?" Della dan arraz kini tengah berjalan menuju parkiran.


"Kalo bisa sih yang banyak supaya cukup untuk buat rumah" Arras dan Della berhenti di depan sebuah mobil mewah dengan merek Ferrari.


"Bisa aja sih kak tapi rumahnya nggak tingkat nggak Kukup balok emasnya." Ucap Della agak serius namun beda halnya dengan Arras yang kini masih terkekeh.


"Oke udah di Anter sampai parkiran kan? Sana pulang terus bawain kakak emasnya." Arraz terkekeh mengaggap hal itu bercanda dan memang itu hanyalah candaan.


Tapi yang di ajak bercanda sepertinya bukanlah orang yang tepat.


Kini Della telah menaiki mobilnya dia sedang menyalakan mobilnya tapi tak kunjung menyala.


Arraz yang masih pada tempatnya hanya bisa berbicara dalam hati.


apakah ini yang dinamakan mobil KW?

__ADS_1


__ADS_2