
"Ish...manusia itu sebenarnya saja memecat orang dia pikir mencari pekerjaan seperti membalikkan kertas?" Gumam Nara tapi masih bisa di dengar semua orang di kamar itu.
"Jadi kalo nona kasihan pada kami tolong nona menurut untuk kami urus" ucap pelayan itu.
"Nona perkenalkan saya Maradona kepala pelayan di villa ini suatu kehormatan bagi saya bila nona memberi perintah." Ucap wanita itu sambil tersenyum hangat.
"Wah sepertinya si senja itu menyimpan banyak penyegar mata di vila ini." Batin Nara sambil melihat satu persatu pelayan itu.
Dia merasa seluruh pelayan di villa itu masih muda terutama Maradona dia seperti wanita yang baru berusia 25 tahun ke atas kemudian ada Sekar yang menurutnya masih remaja.
"oh iya Sekar sudah seminggu lebih aq tidak melihatnya."
Batin Nara sambil melihat pelayan-pelayan itu.
"Ada yang bisa kami batu nona?" Tanya Maradona yang tau jelas muka Nara yang nampak mencari-cari.
"Apa Sekar tidak ada?" Nara masih setia melihat sekeliling
__ADS_1
"Oh...Sekar...dia...sedang pergi mengurus villa yang lain nona." Nara bisa melihat dengan jelas ada yang tidak beres dengan Maradona saat dia bertanya tentang Sekar.
Maradona tau kalo Sekar adalah seorang agen dia yang membawa Sekar masuk atas perintah bos besar mereka.
Dan Maradona juga tau tugas utama Sekar untuk memata-matai senja.
"Oh..." Nara masih Curiga tapi kecurigaan nya dia tepis karena sebentar lagi dia akan pergi dari villa ini jadi dia tidak ingin ikut campur.
"Bisakah kalian tinggalkan aku sendiri? Aku ingin mandi" Nara turun dari kasurnya namun keningnya mengerut saat dia memperhatikan para pelayan yang tidak bergerak dari posisinya.
"Nona kami akan membatu anda mandi." Ucap Maradona saat tau tatapan tanya Nara.
Dia bertanya-tanya apakah senja juga di mandikan di villa ini? Arghh kenapa Nara memikirkan senja itulah suara-suara yang bergemuruh di otak Nara saat ini.
"Nona tuan memerintahkan kepada kami untuk membuat anda cantik dan imut untuk hari ini."
Maradona ingin sekali tertawa mengigat tingkah bosnya yang meminta dirinya mendandani Nara sambil senja membayangi nara dan menampilkan mimik wajah seperti orang gila.
__ADS_1
"Apa-apaan dia itu!" Nara memajukan bibirnya manyun ingin sekali dia melakukan tindakan KDRO (Kekerasan Dalam Rumah Orang.)
"Nona sebaiknya segera mandi sebelum tuan pulang kalo nona tidak segera bersiap tuan akan kecewa" Maradona membukakan pintu kamar Nara.
"Apakah aku akan kalian mandikan di luar kenapa buka pintu keluar bukan pintu kamar mandi?" Nara merasa heran dia mengira Maradona lupa letak pintu kamar mandi.
"Kami akan membawa nona ke ruang khusus." Ucap Maradona sambil memerintahkan pelayan yang lain membimbing Nara keluar kamar.
Nara hanya bisa menurut dia berjalan keluar kamar dia menuruni tangga dan melewati sebuah pintu besar sebuah ruangan matanya melebar saat menangkap pemandangan di depannya.
Dia melihat bak mandi besar yang muat 5 orang tak lupa air di dalamnya juga di kepung asap nampak seperti air hangat seperti di tempat sauna.
Tak lupa Nara melihat dekorasi ruangan itu terlihat dinding-dinding yang terlihat tersusun dari batu dan beberapa tanaman hijau yang di taruh di sekitar bak menambak suasana segar dalam ruangan itu.
"Wow.." bibir Nara membulat merasa kagum meski bisa di bilang keluarganya kaya tapi dia tidak punya sauna private.
"Nona silakan anda berendam para pelayan akan membatu anda dengan semua keperluan anda di sini." Maradona hendak menutup pintu ruangan itu tetapi dia urungkan saat mendengar suara Nara.
__ADS_1
"Aku merasa malu bila di lihat banyak orang saat mandi." Lirih Nara tetapi masih bisa didengar Maradona dan para pelayan.
Terdengar suara tawa pelayan ringan Nara merasa malu atas perintah yang bisa di artikan budoh dia juga enggan di mandikan dia telah besar ya besar dan dia sangat sadar kalo itu memang tugas mereka tapi Nara tetap merasa aneh.