
"Emmh...emm..."Nara terus meronta dan berteriak meski mulutnya di lakban.
"Aduh aku sampai lupa kalo ada penoton di balik tirai..." Zero membuka tira lalu mendekati Nara dan berbisik.
"Hai gadis jagan berisik aku akan buatkan ponakan yang manis untukmu....hahaha." zero tertawa puas melihat muka Nara yang sangat terkejut.
"dasar pria brengsek jangan berani sentuh kakakku!dan siapa juga yang ingin ponakan dari lelaki bejat sepertimu."Nara membatin dalam hatinya dan terus meronta.
"Siaran live akan segera di mulai harap kamu yang duduk di sana duduk dengan benar dan jangan menggangu." Zero pun menutup tirai dan melancarkan aksinya.
"Dasar pria hidung belang pergi kamu!!!" Amanda mulai menitihkan air matanya.
"Jangan menagis...aku tidak suka gadis cengeng aku lebih suka gadis nakal."
"Dasar bren_umh" Amada tidak dapat melanjutkan ucapannya bibirnya telah di bungkam bibir zero.
"bibirnya sangat manis." batin zero sambil terus ******* bibir lembut Amanda.
"Tolong jangan hentikan" Amanda masih saja memohon pada zero.
"Tidak akan pernah." Ucap zero singkat dan kembali ******* bibir manis wanita yang di tindihnya.
__ADS_1
Zero sama sekali tidak perduli dengan tubuh Amanda yang meronta dan gemetar tidap peduli dengan air mata yang turun dari mata indah Amanda.
Setelah puas dengan ******* bibir manis nan lembut Amanda zero mulai menyusuri leher Amanda menghisapnya sekaligus menggigitnya sang empu tak tinggal diam dia masih mencoba meronta tetapi hasilnya sia-sia saja.
Sekuat tenaga Amanda menahan desahannya agar tidak lolos terucap dari bibirnya.
Zero masih menghisap leher Amanda yang halus namun sekarang banyak kiss mark yang terlihat jelas di kulit putih Amanda.
"Dasar brengsek!!!" Lagi-lagi Amanda memaki zero tapi tetap saja zero tak peduli yang dia pedulikan menyantap hidangan yang di sediakan ayaknya.
"Apa kamu tau...aku ini sedang menyelamatkan mu." Bisik zero di telinga Amanda.
"Heh! Menyelamatkan apa! Kau itu pria kotor!" Amarah Amanda meledak-ledak.
"Salah satu dari kalian akan mati di sini seperti saat ibuku mati!" Zero masih berbisik pada Amanda.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Amada meronta lebih kuat.
"Ck. Dasar bodoh kau yang di ikat ini bisa apa?" Zero kemudian melahap bibir Amanda yang membuat dia kecanduan.
Zero memulai aksinya melepas pakaian amanda.
__ADS_1
Sekarang Amanda hanya memakai pakaian dalam sehingga membuat hasrat di dalam diri zero mengembara.
"Sangat bagus." Amanda yang kehabisan nafas dan energi hanya bisa pasrah.
Zero mengecup perut rata Amanda iya tidak bisa berhenti menghisap seluruh kulit tubuh gadis itu entah kenapa kulit halus dan wangi membuatnya seperti magnet yang menarik bibir zero agar mau menghisapnya.
"Mari kita mulai." Suara zero berubah serak menandakan dia telah di Liputi hasrat. Dia kembali mencium bibir amanda tangannya tak tinggal diam dia mencari pengait pakaian dalam Amanda setelah menemukannya dia melepasnya dan membuangnya begitu saja.
Saking di Liputi hasrat untuk mepolos kan Amanda dia lupa kalo di balik tirai ada nara. nara yang sedari tadi tidak bisa berhenti mengumpat pasalnya pakaian dalam kakaknya di lempar tepat di mukanya.
"penculik model apa ini!!! membuat mata dan telingaku tak suci saja!"batin Nara yang sedari tadi melihat aksi gila zero meski hanya di balik tirai.
"kalo begini mending aku nonton siaran bola secara live sambil menahan ngatuk dari pada liat siaran live seperti ini."Nara tidak tau kalo mungkin saja dia akan mati di situ.
"kak tolong kami kak Ama dalam keadaan bahaya." batin Nara sambil menutup matanya tiba tiba dia mendengar triakan Amanda dari balik tirai.
"Emmmh...emh." Nara meberontak takut ada apa-apa pada Amanda padahal kalo orang normal dengar otak yang utuh akan paham kalo Amanda sedang di perkosa karena otak minim Nara dia pikir Amanda di pukul.
Nara mendongak menatap tirai yang di dalamnya terdapat kakaknya dan pria jahat. Mata Nara membulat sempurna melihat bayangan tirai dari dua insan yang di dalam.
"apa yang mereka lakukan apa mereka main kuda-kudaan?" batin Nara heran dengan pose kedua orang itu. Setelah merenung cukup lama otak minim Nara berkerja ia mengigat benda melayang dan mengenali mukanya lalu mengingat ucapan zero tadi.
__ADS_1
"oh astaga! lelaki brengsek itu memaksa kakakku membuat anak!?"Nara langsung meronta tak karuhan saat pikiran aneh muncul di otaknya.