
"Aku...aku..kenapa bicara seperti itu!..kita baru kenal!" Nara masih saja meronta tapi mukanya sudah seperti kepiting rebus.
"Ya kita baru kenal tapi aku telah jatuh hati padamu saat pertama kita bertemu..saat di rumah sakit." Senja mengecup pucuk rambut Nara.
"Rumah sakit?" Nara berhenti memberontak dia kini tengah berfikir.
"Aku yang menabrak mu di rumah sakit saat lengan mu terluka kenapa kamu tidak mengingatku padalah baru kemaren." Senja memejamkan matanya dia merasa nyaman dengan aroma rambut Nara.
"Oh.." Nara Anya berohria sungguh dia saat ini terbuai oleh rasa kantuk dia tidak pernah menyangka tidur di pelukan pria yang baru dia kenal bisa senyaman ini.
"Apa kamu mau pulang?" Senja berbicara halus sambil terus memeluk Nara dia merasa bahagia karna Nara sudah tidak memberontak lagi.
"Mau.." lirih Nara yang hampir menutup matanya.
"Kalo gitu aku mau antar kamu pulang..." Ucap senja semakin memeluk Nara seperti enggan melepaskan Nara dari pelukannya.
"Hemm..." Nara hanya berdahem dia sudah tidak kuat untuk terus membuka matanya.
Akhirnya dua insan itu tertidur dengan keadaan saling peluk mereka terlalu terbawa suasana bahkan Nara yang tadinya memberontak kini memeluk erat senja dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang senja menghirup aroma LAKIK dari seorang Ravindra Senjaya Wiranjaya.
Nara mulai meregangkan tubuhnya yang terasa kaku tapi dia enggan membuka matanya karena guling yang di pelukannya.
__ADS_1
Nara merasa aneh karena guling nya terasa lebih besar dan tidak rata ada beberapa benjolan di guling nya.
"Sepertinya kamu sangat suka tubuhku." Nara yang sejak tadi mengerakkan telapak tanganya mengelus guling yang membenjol pun menghentikannya.
Nara membuka matanya mendongak menatap sumber suara dia masih mengerjab dan seperkian detik Nara langsung mundur dan mendorong tubuh senja yang memeluknya.
"ka..kamu..." Nara merona bagaimana bisa dia memeluk senja.
"Kamu apa?" Senja balik bertanya pada Nara sambil berlalu ke kamar mandi.
"Habislah.. tadi apa yang aku sentuh?!" Gumam Nara sambil menjambak rambutnya frustasi.
Di kamar mandi...
"Untung yang dia pegang masih area waspada lah bukan awas lah" senja mengarahkan tanganya menuju dada dan turun ke perut sixpack nya.
"Kok rasanya beda sih? Tadi pas dia pegang kek ada rasa panas listrik-listrik gitu." Senja menyudahi kegiatan meraba-rabanya kemudian melakukan ritual mandinya.
Nara yang telah terbangun dari tidurnya pun menyandarkan diri di ujung kepala kasurnya dia masih saja memikirkan tanganya yang menyentuh sembarangan.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka menampakkan senja yang hanya mengenakan handuk yang di terlilit di pinggangnya menampakan roti sobek yang baru saja Nara pegang meski terhalang kain baju.
__ADS_1
"Hai!..jaga matamu!" Senja sebenarnya merasa malu kalo keluar hanya mengenakan handuk tapi apa daya di kamar mandi di tidak bisa membawa baju.
"A...APA?" Tanya Nara yang tersentak dalam lamunannya.
"Jaga matamu! Kamu bisa menyentuhnya kalo kita udah menikah" ucap senja sambil menyeringai.
"Si..siapa juga yang mau nikah sama kamu!" Nara berkata ketus dan berjalan keluar kamar.
Nara merasa tubuhnya terasa penas kalo harus berlama-lama di ruangan itu.dia menutup pintu tapi sebelum pintu tertutup sempurna dia menatap senja dari celah-celah pintu yang akan tertutup.
Dia menatap senja yang sedang mengambil baju tapi tiba-tiba handuk yang dia kenakan merosot sontak Nara langsung memalingkan pandanganya.
"oh astaga..." Nara menggaruk rambutnya yang tidak gatal
"tadi itu masih terhalang kain baju apa lagi pas bajunya hilang?" hanya memikirkannya saja bisa membuat Nara merona merah apa lagi kalo melakukanya pasti dia berubah jadi hijau.
Setelah selesai memakai baju senja bergegas menyusul Nara keluar kamar memang yang di tiduri Nara adalah kamar senja dia memang mengatur semua itu agar mudah mengawasi Nara.
Dia melihat Nara yang sedang duduk di ruang makan villa mewahnya mengulas senyum ia menatap Nara yang lahap makan seperti 2 Minggu tidak di beri makan.
"apa aku kemaren lupa kasih makan kucing sampai kucingnya berubah jadi singa?" Ucap senja yang berjalan menuju meja makan.
__ADS_1
"Kau punya kucing?" Tanya Nara sambil mengunyah tapi pertanyaannya hanya di balas senyuman mengejek.
"Ishhh...apa maksud tatapanmu itu?!" Nara mendengus kesal lalu melanjutkan makannya.