My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 61 + DELLme


__ADS_3

"Tapi nanti kamu ka_" sebelum ucapan sang penjahat selesai Della sudah merintih kesakitan.


Membuat si penjahat terpaksa turun dan melihat yang terjadi pada arraz dan temannya.


"Hai kau itu mutah atau apa! Lama sekali!" Ujar sang penjahat


"Uowek....uh....Kamu bisa liat apa aku mutah atau diare!" Ujar arraz sambil berekspresi lemas.


"Hah! Dan dimana orang bodoh itu?!" Penjahat itu celingak-celinguk mencari keberadaan sosok temannya.


"Tadi dia lari ke hutan entah mau apa, coba kamu cari dia sebelum kekasih dan bayiku kenapa-napa kalo terjadi sesuatu habis kau!" Ancaman arraz seakan tidak mempan terhadap penjahat itu buktinya penjahat itu tersenyum sinis.


"Heh dengar ya! Setelah ini kau akan habis di tangan bos kami jadi ancaman mu itu hanya berandai-andai!"


Suasana hening beberapa menit hingga sang penjahat mulai jengah dengan keberadaan temannya dan memutuskan masuk ke hutan dan segera ke rumah sakit takut-takut Della mati pasti mereka akan ikut di kubur bersama mayatnya.


Arraz tersenyum sinis saat menatap punggung pria jahat itu menghilang di rimbunnya hutan tak ingin membuang-buang waktu arraz bergegas menaiki mobil dan membawanya kabur.

__ADS_1


Della dan arraz bernafas lega saat mobil telah melaju jauh dari dua penjahat itu.


"Sayang masih sakit?" Arraz mencoba membuyarkan kesepian di dalam mobil


"Apaan sih Ar!" Della mencubit lengan arraz dan arraz hanya terkekeh.


"Kita ke kator polisi dulu ya?" Della langsung menoleh ke arraz setelah mendengar ucapannya.


"Buat?" Arraz pun di buat melongo dengan ucapan della masak harus tanya buat apa ya tentu lapor ke polisi lah biar para penjahat itu di tangkap fikir arraz.


"Melaporkan mereka ke polisi" Della langsung menggeleng membantah.


"Setidaknya polisi bisa mengintrogasi mereka dan menangkap akarnya langsung"


"Kalo semudah itu mungkin tidak akan seperti sekarang" arraz hanya menghembuskan nafasnya ya memang inilah yang terjadi bila bicara dengan wanita dia akan selalu kalah.


Arraz mengantarkan Della ke apartemennya, dia tidak menyangka bila dia akan memerlukan waktu setenag hari hanya untuk mengatar dan diculik dan ini sudah tengah malam.

__ADS_1


2 bulan telah berlalu semuanya telah kembali ke keadaan normal senja sudah bisa berkerja sesuai jadwal namun dia sedikit heran dengan dua sahabatnya EL akhir-akhir ini sering minta izin bahkan mendadak hilang entah kemana sedangkan arraz katanya lagi mendekati seorang wanita.


Dan dua bulan terakhir dia dan Nara masih sering berhubungan dan terkadang menghabiskan waktu bersama dan lebih membahagiakan untuk senja adalah Nara dan pacarnya sudah putus 2 Minggu lalu Nara bercerita kalo dia sudah tidak cocok dan konek dengan Singgih.


Senja sangat senang tentunya niatnya dia akan mengejar Nara sampai janur kuning melengkung eh ternyata tidak jadi melengkung janurnya.


Dan hari ini dia dan Nara berjanji bertemu setelah Nara menyelesaikan kuliahnya sekitar jam 4 sore.


Senja selalu mengajak makan dengan tema romantis bila bersama nara baginya membuat Nara tersipu dan bahagia sudah menjadi hobinya.


Sedikit cerita tentang EL,Della,Amanda 2 bulan terakhir.


EL yang sudah tersangkut paut dengan Liora hanya bisa pasrah dengan keadaan yang memaksanya mengantarkan kemanapun Liora bertugas dan mempelajari tentang kelompok mafia untuk melindungi diri sendiri.


Kalo Della sudah pasti akibat kejadian 2 bulan lalu dia sering main ke cafe arraz dan berbincang bersamanya atau dia janjian dengan Nara dan Liora saat mereka ada waktu ya yang nggak ada waktu cuman Liora dia dan nara selalu luang kalo tidak ngampus.


Sedangkan Amanda 2 bulan ini sedang menunggu zero menepati janjinya mempertanggung jawabkan perbuatannya dan juga Amanda sedikit cemas tentang tubuhnya hormonnya mulai berubah dia ingin memeriksa tapi takut menerima kenyataan.

__ADS_1


Kembali ke senja yang tengah memakai jas kebesarannya untuk pergi keluar kantor menjemput Nara dari kampus untuk makan kali ini yang memutuskan tempat adalah Nara.


__ADS_2