My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 26 + ELme


__ADS_3

"Itu mustahil! Aku Rahardian Amanda Putri Mahadiratu tidak akan mungkin mencintai kamu!" Amanda meneriakkan namanya lantang zero hanya bisa terkekeh.


"Oh namamu Rahardian Amanda Putri Mahadiratu cukup bagus." Zero terkekeh pelan.


"Hei bocah apa yang kamu tertawaan!." Zero menatap Amanda dengan tatapan tajam bisa-bisanya dia memanggilnya bocah.


"Bocah ini tidak sembarang bocah. Bocah ini bisa buat bocah tau!" Zero menatap Amanda dengan seringai tipis di wajahnya mulai mendekati Amanda.


"Hai! Hai! Kamu! Aku mau minum!" Ucap Amanda panik karena zero makin mendekat padanya.


Zero hanya bisa terkekeh dan mengabulkan air untuk Amanda dia berfikir untuk mengolok-olok Amanda lagi.


"Pasti haus bicara dan berteriak terus"


"Diam kamu! Pergilah! Jangan dekat-dekat aku sepertinya aku mulai alergi kepadamu." Ucap Amanda ketus.


"Awas nanti rindu." Zero terkekeh sebelum hilang di telan pintu.


Amanda hanya bisa mendengus kesal dan membaringkan tubuhnya di kasur lembut dan wangi itu.


Berharap semua ini hanya mimpi tetapi Amanda terus saja terngiang-ngiyang dengan senyum manis zero.

__ADS_1


"Dasar tebar pesona." Ucap Amanda sambil memukul-mukul kasur itu.Tanpa Amanda sadari dari tadi tingkahnya di awasi zero. Zero hanya bisa menertawai tingkah Amanda dari sela-sela pintu.


🌼


🌼


🌼


2 hari yang lalu...


Seorang pria tampak dengan sigap berdiskusi tentang proyek yang akan di bangun dengan klien bosnya saat ini. Sungguh berat menjadi lelaki itu menjadi sekertaris saja sudah membuatnya lelah berkerja dan sekarang pekerjaan bosnya pun di limpahkan padanya semua.


"Ashhh... Aku sudah kembali ke tempat ini 2 kali aku sangat lah tidak beruntung kemarin dan aku benar-benar berharap Tuhan hari ini aku dibanjiri keberuntungan" batin senja di depan pintu sebuah restoran mewah.


Flash back on...


Siang itu EL sedang meeting bersama seorang klien penting harusnya klien ini di urus bosnya tapi bosnya malah entah pergi ke mana.


Saat dia sibuk meeting dengan kliennya EL sadar dari tadi dirinya di awasi oleh seseorang. Dia menoleh ke arah sorotan mata yang memandanginya matanya dan mata gadis itu bertemu. Dia tersenyum saat mendapati dirinya menatapnya EL pun memalingkan wajahnya enggan menatap gadis genit itu.


Setelah beberapa saat EL telah menyelesaikan meeting nya dia pergi ke parkiran mobilnya berada.

__ADS_1


Dia menyetir mobilnya dengan tenang dan rasa bahagia karena hari ini berjalan begitu lancar. Dia berhasil merebut kembali hati kliennya.


"Hai kamu antarkan aku ke alamat xxx" ucap seseorang di belakang kursi mobil EL. EL yang menyadari ada orang asing masuk mobilnya pun menoleh betapa terkejutnya dia saat sebuah senjata api di todongkan ke kepalanya.


"Ka..kau..si...siapa?" Tanya EL gugup


"Jangan banyak tanya...kita akan berkenalan setelah kabur dari penjahat." Ucapnya sambil menodongkan pistol ke arah EL.


"Apa kamu tau sekarang kamulah penjahatnya." EL memijak pedal gas agar mobilnya berjalan. Yang penting dirinya selamat itu yang di fikiran EL saat ini.


EL mengantarkan penumpang tidak di undangnya ke alamat yang dia tuju. Dia tampak bingung menatap tempat itu dia saat ini berada di sebrang jalan dari sebuah gedung terbengkalai seorang itu turun dari mobil saat EL ingin melajukan mobilnya pergi tiba-tiba kaca mobilnya di gedor-gedor.


"Hai...namaku Liora senang bertemu denganmu tuan. Saya harap saya bisa bertemu denganmu dan terima kasih." Ucap Liora lalu berlalu pergi.


EL Hanya bisa bengong menatap punggung Liora. Dia tadi tidak melihat wajahnya dengan seksama dia sangat terkejut saat yang menodong pistol adalah perempuan genit di restoran tadi. Bahkan wanita itu masih mengenakan baju yang sama.


"wanita memang mengerikan." batin senja lalu membawa mobilnya menyusuri jalan itu untuk kembali.


Tiba-tiba dia mendengar suara tembakan dari arah gedung tadi. matanya membulat sempurna membayangkan wanita tadi mungkin mencoba bunuh diri.


"Apa dia mencoba bunuh diri" gumam EL dalam mobil dia menghentikan mobilnya dia membuka kaca mobil dia melirik ke arah gedung tadi. Gedung itu sedikit tertutup pepohonan.

__ADS_1


EL berfikir kalo ada yang membutuhkan bantuan di gedung itu mana ada orang yang bisa membatu karna letak gedung itu cukup jauh dari permukiman dan gedung itu benar-benar berdiri di hamparan pohon apel. EL menduga gedung itu di gunakan para warga untuk menyimpan apel atau mengolah sesuatu di sana.


__ADS_2